Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Achmadi Jumberi"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Meningkatkan Produksi Padi di Lahan Sawah Keracunan Besi di Kalimantan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Muhrizal Sarwani; Achmadi Jumberi; Aidi Noor
    Keracunan besi pada padi sawah dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Gejala tanaman padi yang keracunan besi dicirikan oleh warna kuning jingga atau coklat kemerahan pada daun tua tanaman. Penurunan hasil padi karena keracunan besi berkisar antara 25-50%. Sejak MT 1989/90, Balittan Banjarbaru telah melaksanakan serangkaian penelitian untuk mengatasi kendala tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab primer keracunan besi adalah rendahnya kadar K di dalam tanah dan lokasinya yang berdekatan dengan pegunungan yang kaya akan besi. Pemupukan K dapat menekan keracunan besi, sedangkan pemupukan Ptidak. Pemupukan K sampai dengan 150kg K2O/ha meningkatkan hasil hampir duа kali lipat. Aplikasi pupuk K secara bertahap (diberikan dua atau tiga kali) atau ditunda sampai tanaman berumur 30 hst dapat meningkatkan hasil padi masing-masing 9,4%; 10,7% dan 20% dibandingkan kalau pupuk K diberikan seluruhnya pada saat tanam. Hasil padi juga meningkat 18,0% dan 15,7% jika dilakukan drainase masing-masing dua dan empat kali selama pertumbuhan tanaman. Pengelolaan lahan keracunan besi memerlukan pengetahuan tentang penyebab primer keracunan besi. Dalam kasus di Kalimantan Selatan, keracunan besi dirangsang oleh kahat K. Karena itu, pengelolaan pupuk K di lahan sawah keracunan besi diarahkan untuk mempertahankan unsur K dalam tanah pada tarafyang tersedia bagi tanaman melalui penggunaan pupuk berimbang, pemisahan atau penundaan pретberian pupuk K sesuai kebutuhan tanaman, manipulasi sistem oksidasireduksi melalui drainase, dan penggunaan bahan organik.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Penggunaan Bahan Amelioran pada Tanaman Pangan di Lahan Kering Beriklim Basah
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Achmadi Jumberi; Aidi Noor
    Upaya peningkatan produksi tanaman pangan di lahan kering beriklim basah menggunakan bahan amelioran telah dilakukan melalui penelitian selama dua musim tanam (MT 1992/93 dan 1993/94) di Desa Bumi Asih dan Batu Mulia, Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian komponen sistem usahatani lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan amelioran berupa kapur, pupuk kandang dan pupuk hijau (daun gliricidia) dapat memperbaiki sifatfisik dan kimia tanah. Hal inijuga berpengaruh positifterhadap peningkatan produksi padi gogo. Residu kapur masih berperan dalam peningkatan hasil kedelai. Pemberian pupuk kandang (2,5 t/ha) mampu meningkatkan hasil padi gogo dari 1,29 t/ha menjadi 2,85 t/ha. Pemberian jerami padi sebanyak 5,0 t/ha, baik disebar di permukaan maupun dibenamkan ke tanah, meningkatkan hasil padi gogo menjadi 3,12- 3,22 t/ha gkg. Pupuk hijau (daun gliricidia) dapat dijadikan alternatif pengganti pupuk kandang. Flemingia congesta sebagai tanaman pagar dalam budi daya lorong, dengan jarak tanam 500 x 20 cm, dapat menyediakan biomas sebanyak 5,34 t/ha. Biomas Flemingia congesta juga dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kandang. Residu kapur masih berperan dalam peningkatan hasil kedelai pada tanah PМК.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback