Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "ACHMAD ABDULLAH"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Identifikasi tanaman jambu mente : buletin littro Volume 2 No. 1,1987 hlmn : 43-49
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1987-01-01) ACHMAD ABDULLAH
    Tiga metode pembiakan C. coeruleus diuji dalam suatu percobaan di Rumah Kaca Hama dan Penyakit Balittro Bogor. Metode 1 dengan menggunakan kurungan berukuran 50 x 50 x 45 cm yang diisi dengan bibit lamtoro yang mengandung Heteropsylla. Dalam polibag dipelihara Imago C. Coeruleus. Telur yang dihasilkan kemudian diambil dan dipelihara dalam petridish. Kemudian larvanya dipelihara dalam kotak-kotak plastik berukuran 17.5 x 13 x 8 cm hingga menjadi imago. Metode 2 hampir sama dengan metode 1, hanya disini telur yang dihasilkan dalam kurungan tidak dipindah, tetapi yang dipindah imago-imagonya setelah bertelur. Metode 3 imago dipelihara dalam kotak plastik berukuran 16 x 16 x 22 cm. Kemudian telur yang dihasilkan pada potongan bambu ditetaskan pada kurungan kasa yang dibalik hingga menjadi larva dan diberi makan Heteropsylla dari lapang menjelang pra pupa larva diambil dan dipindahkan. Imago yang keluar kemudian dimasukkan kembali ke dalam kotak plastik seperti semula. Dari tiga metode tersebut metode 3 paling efisien
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Inventarisasi dan Identifikasi Serangga-Serangga Yang Terdapat Pada Tanaman Lada di Bangka
    (Media komunikasi pusat penelitian dan pengembangan tanaman industri, 1989-02) ACHMAD ABDULLAH
    * **Semunjung (*Dasynus piperis*) & Semunjung Besar** * **Bagian yang diserang:** Buah lada. * **Gejala/Dampak:** Mengisap buah yang masih muda hingga patinya habis, menyebabkan buah menjadi kosong, berwarna coklat kehitaman, dan rontok. * **Kapal Terbang (*Diplogomphus hewetti*)** * **Bagian yang diserang:** Bunga lada. * **Gejala/Dampak:** Mengisap bunga hingga menjadi kering dan hitam, sehingga memicu kegagalan pembuahan. * **Ulat Buku (*Lophobaris piperis* / *Lophobaris serratipes*)** * **Bagian yang diserang:** Batang, cabang, ranting, bunga, buah, dan pucuk daun. * **Gejala/Dampak:** Larva menggerek bagian cabang dan batang hingga mati/rontok. Imago (serangga dewasa) memakan bunga, buah, serta pucuk tanaman. * **Rayap (*Coptotermes curvignathus*)** * **Bagian yang diserang:** Akar dalam tanah, batang, dan tiang panjat. * **Gejala/Dampak:** Merusak sistem perakaran, membuat akar lekat tidak menempel erat, serta membuat tiang panjat menjadi lapuk * **Kutu Putih (*Pseudococcus citri*)** * **Bagian yang diserang:** Bunga dan buah lada. * **Gejala/Dampak:** Menyebabkan bunga dan buah muda mengering, serta buah tua menjadi berkerut. * **Kutu Daun (*Toxoptera aurantii*)** * **Bagian yang diserang:** Daun lada. * **Gejala/Dampak:** Mengisap cairan tanaman sehingga daun menjadi layu. * **Lalat Putih (*Aleurodicus destructor*)** * **Bagian yang diserang:** Daun lada. * **Gejala/Dampak:** Mengisap cairan daun yang menimbulkan bercak kuning dan membuat daun layu. * **Kumbang Gajah** * **Bagian yang diserang:** Buah lada. * **Gejala/Dampak:** Merusak buah hingga berubah warna menjadi hitam dan rontok. * **Ulat Jengkal (Ordo *Lepidoptera*)** * **Bagian yang diserang:** Pucuk daun muda, bunga, dan buah muda. * **Gejala/Dampak** Menyebabkan pucuk daun layu serta bunga menjadi hitam. * **Belalang (Ordo *Orthoptera*)** * **Bagian yang diserang:** Daun lada. * **Gejala/Dampak:** Memakan daun hingga berlubang dan habis.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemuliaan Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.)
    (Media komunikasi pusat penelitian dan pengembangan tanaman industri, 1989-02) ACHMAD ABDULLAH
    Pemilihan Pohon Induk UtamaPilih 35 pohon yang memiliki keragaman baik dari suatu populasi varietas untuk diambil benihnya, kemudian diberi kode/sandi 1 sampai 35. Penyemaian dan Penanaman Turunan PertamaBenih dari ke-35 pohon disemaikan. Nomor 1 hingga 30 ditanam (masing-masing 30 pohon dalam 2 baris), sedangkan nomor 31 hingga 35 disimpan sebagai cadangan. Pengamatan PertumbuhanAmati karakter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, lilit batang, panjang ruas, warna dan jumlah daun (maksimum saat mulai berbunga), saat muncul bunga pertama hingga berbunga penuh, serta habitus tanaman. Seleksi Galur Terpilih dan Pengelompokan Benih (Siklus I)Pilih 10 galur terbaik berdasarkan data pengamatan. Dari 10 galur tersebut, pilih kembali 35 pohon terbaik (30 utama, 5 cadangan). Benih dari galur sisa disatukan sebagai bulkseed (Benih Pilihan C / BP.C) untuk pertanaman produksi. Benih dari pohon sisa pada 10 galur terpilih disatukan sebagai stockseed (Benih Pilihan B / BP.B). Penanaman Keturunan Kedua & Penyaringan Galur (Siklus II)Sebanyak 30 pohon terpilih ditanam dengan prosedur yang sama. Jumlah galur terbaik yang dipilih diperkecil menjadi 7 galur, lalu dari 7 galur ini dipilih lagi 35 pohon terbaik. Penetapan Galur Terbaik Final (Siklus III)Dari 30 tanaman pilihan, ditentukan 3 galur terbaik. Seluruh pohon pada 3 galur ini dipanen dan dipisahkan benihnya sesuai nomor galur untuk dijadikan Benih Pilihan A (BP.A). Benih sisa galur lainnya disatukan menjadi BP.C. Pengujian Varietas Skala LuasKetiga galur final (BP.A) diuji dalam percobaan varietas bersama populasi asal (induk) dan varietas standar pada plot yang luas. Pengujian ini mengevaluasi produksi serta kualitas krosok melalui proses pengolahan daun (curing process).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemuliaan tembakau pipa Lumanjang
    (PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-04) ACHMAD ABDULLAH
    Angka penanggulangan kemerosotan mutu tembakau Lumajang Jenis pipa sesudah perang dunia ke-II makin dirasakan dipasaran tembakau di Eropa, dilakukan usaha penelitian pemuliaan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek, yaitu seleksi pemurnian atas tipe-tipe yang di kumpulkan dari berbagai sentral pertembakauan di Lumajang yang meliputi ke jembel putih-an, ke krungsungan dan ke kasturian, Pada tahun 1972 dari kelompok tipe yang diseleksi telah lahir 60 galur-galur murni yang berasal dari 12 galur-galur induk. Evaluasi kwalitas tengah dilakukan lewat para ahli dan konsumen di Eropa. Jangka panjang, yaitu seleksi hibridisasi antara tipe tembakau Lumajang dengan tipe-tipe tembakau Burley dan Oriental dalam rangka peningkatan, produksi, kwalitas dan ketahanan terhadap penyakit virus mosaik. Dari sejumlah 55 hibrida yang dipilih pada tahun 1974 telah mencapai tingkat penggaluran keturunan ke-II (Fabc). Hasil krosok dari hibrida-hibrida yang sedang digalurkan dalam menuju kemantapan keragaman ini cukup memberi harapan, baik sifat-sifat fisik maupun warna yang cerah dan terang. Diharapkan pada akhir penggaluran lahir galur-galur Burley Lumajang, Lumajang Burley dan lain-lain.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Penelitian pendahuluan tentang penyusutan bobot buah terong KB var. KDL setelah dipanen : buletin littro Volume 3 No.1,1988 hlmn : 21-25
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1988-06-01) ACHMAD ABDULLAH
    Pengolahan buah Solanum khasimum var. KDL. men- judi glikoalkaloid dan selanjutnya menjadi solasodin sulit di- lakukan di lokasi pertanaman. Oleh karena itu buah-buah hasil panen terpaksa disimpan untuk menunggu pengangkut an ke tempat pengolahan/pengeringan. Hal ini menimbul kan penyusutan bobot buah yang dapat merugikan petani penanam. Penelitian pendahuluan telah dilakukan di KP Manoko, Lembang, Jawa Barat (1 200 m dpl). Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyusutan bobot buah ini, melalui pendekatan cara panen, yaitu (A) digunting dan (B) dicopot/ditarik, masing-masing pada 5 warna tingkat kemasakan, yaitu hijau tua (HT), hijau kekuningan (HK), ku- ning kehijauan (KH), kuning (K) dan kuning tua/kecoklatan (KT). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dengan cara mencopot/menarik (B, sehingga pangkal buah terluka) me- nimbulkan penyusutan bobot buah cukup tinggi, yaitu praktis 3.5 kali dari pada (A) cara digunting (23.774 vs 6.32%). Walaupun antar berbagai tingkat kemasakan tidak berbeda nyata, namun pemetikan buah yang berwarna hijau tua (HT) dan atau kuning (K) penyusutan bobot buahnya cenderung paling kecil (digunting 5.44% dan dicopot 20.96%).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback