Teknologi Beberapa Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan Lada Perdu 133-140
No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Sistem usahatani lada biasanya menggunakan tiang panjat. Penggunaan tiang panjat, selain memerlukan
modal tinggi juga terjadi persaingan dalam pengambilan hara, air, dan sinar matahari, sehingga berakibat
rendahnya produksi. Untuk menekan biaya produksi yang tinggi, usahatani lada perlu diubah dari
menggunakan tiang panjat ke sistem usahatani lada perdu. Lada perdu adalah lada tanpa menggunakan
tiang panjat sehingga menghasilkan tanaman yang tumbuh tegak, berbatang rendah, dan membentuk
perdu. Peningkatan daya saing usahatani lada dapat dilakukan melalui perbaikan usahatani menggunakan
teknologi yang tepat, mudah dilaksanakan, murah dan spesifik lokasi. Tujuan pengkajian untuk
mendapatkan paket teknologi mendapatkan paket teknologi mulsa yang mendukung pertumbuhan lada
perdu spesifik lokasi. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi yaitu: Desa Meunara Kecamatan Indrapuri
Kabupaten Aceh Besar, dan Desa Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Selatan mulai
Januari - Desember 2001. Pengkajian menggunakan racangan acak kelompok lima perlakuan dan tiga
ulangan. Faktor yang diteliti adalah jenis mulsa yaitu jerami (M₁), mulsa serasah (M2), mulsa jerami +
serasah di tutup mulsa plastik hitam (M3), mulsa plastik hitam (M4), dan mulsa plastik transparan (Ms). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami, mulsa serasah, dan mulsa campuran jeramiserasah diberi plastik hitam menghasilkan pertumbuhan tanaman lada perdu relatif lebih baik pada
berbagai parameter pengamatan yang dilakukan. Penggunaan mulsa dari plastik hitam dan plastik
transparan, pada tanaman lada umur di bawah satu tahun cenderung menunjukkan pengaruh buruk
terhadap pertumbuhan pada berbagai pengamatan yang dilakukan sampai tanaman berumur 5 BST.
Kata Kunci: Lada perdu, mulsa, pertumbuhan.