Chemical and Physical Characteristics of Twenty One Sweet Potato Genotypes Collected from Malaysia

Loading...
Thumbnail Image
Date
2022-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Abstract
Karakteristik kimia dan fisik ubijalar merupakan sifat penting yang menentukan kualitas dan tingkat penerimaan produknya. Kegiatan pemuliaan telah menghasilkan banyak varietas ubijalar yang bervariasi komposisi kimia dan sifat fisiknya. Oleh karena itu, dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kimia 21 genotipe ubijalar yang terdiri dari 17 aksesi plasma nutfah dan empat varietas komersial asal Malaysia yang selanjutnya dapat digunakan sebagai materi pemuliaan maupun bahan pangan. Kandungan pati pada 21 genotipe berbeda nyata (p<0,05) dan berkisar antara 10,67 sampai 25,40% basis basah (bb). Kelompok ubijalar yang daging umbinya berwarna ungu memiliki kandungan amilosa lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang berwarna oranye, putih, dan kuning. Kandungan fruktosa tertinggi tampak pada kelompok ubijalar kuning, diikuti kelompok oranye, putih dan ungu. Namun, glukosa, sukrosa dan maltosa tidak dapat dikelompokkan menurut warna daging umbinya. Tekstur umbi kukus sangat bervariasi antargenotipe ubijalar. Ubijalar berdaging umbi putih menunjukkan tingkat kekerasan paling rendah, diikuti oleh genotipe berdaging umbi oranye, kuning dan ungu. Kadar air, pati dan amilosa berkorelasi nyata dengan kekerasan umbi kukus masing-masing dengan nilai r = -0,83**, 0,60**, dan 0,61**, sedangkan adhesiveness dipengaruhi oleh kadar air dan kadar amilosa dengan r =0,54** dan -0,37**. Springiness berkorelasi positif dengan adhesiveness, sedangkan chewiness berkorelasi negatif dengan kadar air namun berkorelasi positif dengan tingkat kekerasan. Ubijalar dengan tingkat kekerasan dan kekenyalan rendah sesuai digunakan sebagai bahan baku jus dan selai, sedangkan ubijalar dengan tingkat kekerasan dan kekenyalan sedang sesuai untuk produk yang terbuat dari pasta umbi. Ubijalar dengan tekstur yang keras sesuai untuk bahan baku tepung, yang selanjutnya dapat diolah menjadi produk berbasis tepung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kimia dan fisik ubi jalar bervariasi antargenotipe. Genotipe-genotipe tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai tetua dalam perakitan varietas unggul untuk bahan pangan yang sesuai.
Description
Keywords
Q Food science/Ilmu Pangan::Q51 Feed technology/Teknologi Pakan, Q Food science/Ilmu Pangan::Q05 Food additives/Zat tambahan pada pangan, Q Food science/Ilmu Pangan::Q01 Food science and technology/Ilmu-ilmu dan teknologi makanan, A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian
Citation
Collections