Melirik Potensi Terra Preta, Tanah Hitam Pulihkan Degradasi Lahan Pertanian

dc.creatorPrinasti, Ulva Artaen
dc.date2025-07-03
dc.date.accessioned2026-03-26T04:12:05Z
dc.date.available2026-03-26T04:12:05Z
dc.descriptionLahan yang telah terdegradasi berat dan menjadi lahan kritis luasnya sekitar 48,3 juta ha atau 25,1% dari luas wilayah Indonesia. Terra preta disebut juga tanah hitam, merupakan tanah subur yang kaya nutrisi dan memiliki kemampuan dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Tanah hitam ini diperkaya dengan kandungan nutrisi dua hingga tiga kali dari tanah disekitarnya meskipun tanpa pemupukan. Implementasi dalam pemanfaatan terra preta memerlukan 3 (tiga) komponen utama yaitu biochar/arang, bahan organik (kotoran ternak, sisa makanan, sisa buah dan sayur), dan mikroorganisme pengurai (QRR 21/ EM4, Trichoderma sp., Metharizium sp. dan Mikoriza). Keberhasilan terra preta telah menghasilkan dampak manfaat sekaligus menyelesaikan permasalahan degradasi lahan pertanian sehingga lahan mampu dimanfaatkan kembali menjadi lahan pertanian yang produktif secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.   en
dc.formatapplication/pdf
dc.identifierhttps://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/btip/article/view/3990
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/28923
dc.languageen
dc.publisherPusat Perpustakaan dan Literasi Pertanianen
dc.relationhttps://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/btip/article/view/3990/3958
dc.rightsCopyright (c) 2025 Buletin Teknologi & Inovasi Pertanianen
dc.rightshttps://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en
dc.sourceBuletin Teknologi & Inovasi Pertanian; Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025; 19-24en
dc.source2988-2095
dc.titleMelirik Potensi Terra Preta, Tanah Hitam Pulihkan Degradasi Lahan Pertanianen
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
Files