Traktor Kura-kura: Alat Pengolah Tanah Alternatif di Lahan Sawah dan Rawa Pasang Surut
No Thumbnail Available
Date
1995
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan
Abstract
Tujuan pengolahan tanah basah adalah menciptakan kondisi lumpur yang sesuai bagi penumbuhan padi. Alar pengolah lanah yang biasa dig unakan di lahan sawah antara lain adalah bajak. garu/gelebek dan rotovator yang dirarik Oleh traktor tangan. retapi sulit beroperasi di lahan sawah dalam dan lahan rawa pasang surut. Untuk mengalasinya relah dicari alternarif dengan mengembangkan traktor kura-kura (hydrotiller). Hasil pelumpuran yang baik diperoleh dengan mengubah panjang gigi rotor dari 3 cm menjadi 7 cm. Dengan riga kali lintasan diperoleh hasil cukup baik. kapasiras kerja O, I I ha/jam dan O. 08 ha/jam, masing.masing untuk rrakrorkura.kura ukuran besar (lebar cm) dan kecil (lebar 75 cm). Persyaratan yang harus dipenuhi unruk operasi rraktor kura-kura adalah kecukupan air. Dengan harga traktOr Rp 2.250. OOO (besar) dan Rp I. 750. OOO (kecil). tingkat bunga per lahun 24% dan hari kerja pengolahan ranah 60 hari per tahun. diperoleh biaya pokok pengolahan 'anah sebesar Rp 30.873 dan Rp 31.353 per hekrar, masing -masing umuk rrakror ukuran kecil dan besar. Dengan ongkos sewa traktor sampai siap tanam Rp 60. Om per hekrar, diperoleh WC ratio 1,34 dan 1.50; IRR 43% dan 49%. Di lahan pasang surut Karang Agung Ulu. dengan harga 'rakror yang relatif lebih mahal dan hari kerja per tahun yang lebih rendah, penggunaan traktor kura-kura masih menguntungkan.