Phenotypic Performance, Variability and Heritability of Nine Genotypes of Tea [Camellia sinensis (L.) O. Kuntze]
No Thumbnail Available
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Abstract
Description
The estimated value of genotype variability, phenotype variability, environmental variability, and heritability have an important role in breeding activities of tea in order to create the superior varieties. The objective of this study was to investigate the phenotypic performance, genotype and phenotype variation, and heritability value of nine genotypes of tea. The study was conducted at Pemandangan block, Tambi Plantation Unit, Wonosobo, Central Java, from April 2013 until April 2014. The Randomized Complete Block Design (RBD) with nine treatments and three replications was used in this study. The 9th of treatments consisted of 2 genotypes of tea resulting from a cross (GMB 3 and GMB 4), 2 introduced genotypes (TRI 2024 and TRI 2025), and 5 local genotypes resulting from selection (Cin 143, Kiara 8, RB 3, Tambi 1, and Tambi 2). The results showed that the genotype of GMB 3 more higher than other genotypes in pecco length, leaf length, leaf width, length of leaf stalk, and length of leaf internodes characters, whereas Tambi 2, GMB 3, and GMB 4 more higher in fresh weight of P+2 and P+3. The production of fresh shoot of GMB 4 more higher than the other genotypes, but not significant with GMB 3 and RB 3. The leaf length and fresh shoot production characters has a wide of genotype and phenotype variability, whereas the high of heritability value were found in all characters observed. The selection based on leaf length and fresh shoot production characters will be effective because both characters have a high genotypes variability and heritability.
Nilai duga keragaman genotipe, keragaman fenotipe, dan keragaman lingkungan, serta heritabilitas memiliki peranan penting dalam kegiatan pemuliaan tanaman teh dalam upaya merakit varietas unggul. Tujuan penelitian adalah mengetahui penampilan fenotipik, keragaman genotipe dan fenotipe, serta nilai heritabilitas sembilan genotipe teh. Penelitian dilaksanakan di blok Pemandangan, Unit Perkebunan Tambi Wonosobo, Jawa Tengah, mulai bulan April 2013 sampai April 2014. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan genotipe teh dan 3 ulangan. Ke-9 perlakuan tersebut adalah 2 genotipe teh hasil persilangan (GMB 3 dan GMB 4), 2 genotipe hasil introduksi (TRI 2024 dan TRI 2025), dan 5 genotipe lokal hasil seleksi (Cin 143, Kiara 8, RB 3, Tambi 1, dan Tambi 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GMB 3 memiliki ukuran yang lebih tinggi dibanding genotipe lainnya dalam karakter panjang peko, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, dan panjang ruas daun, sedangkan genotipe Tambi 2, GMB 3 dan GMB 4 tinggi pada bobot segar P+2 dan P+3. Genotipe GMB 4 memiliki produksi pucuk segar lebih tinggi daripada genotipe lainnya, tetapi tidak berbeda dengan GMB 3 dan RB 3. Keragaman genotipe dan fenotipe yang luas dijumpai pada karakter panjang daun dan produksi pucuk segar, sedangkan nilai duga heritabilitas yang tinggi terdapat pada semua karakter yang diuji. Seleksi terhadap karakter panjang daun dan produksi pucuk segar akan efektif karena kedua karakter tersebut memiliki keragaman genotipe dan heritabilitas yang tinggi.
Nilai duga keragaman genotipe, keragaman fenotipe, dan keragaman lingkungan, serta heritabilitas memiliki peranan penting dalam kegiatan pemuliaan tanaman teh dalam upaya merakit varietas unggul. Tujuan penelitian adalah mengetahui penampilan fenotipik, keragaman genotipe dan fenotipe, serta nilai heritabilitas sembilan genotipe teh. Penelitian dilaksanakan di blok Pemandangan, Unit Perkebunan Tambi Wonosobo, Jawa Tengah, mulai bulan April 2013 sampai April 2014. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan genotipe teh dan 3 ulangan. Ke-9 perlakuan tersebut adalah 2 genotipe teh hasil persilangan (GMB 3 dan GMB 4), 2 genotipe hasil introduksi (TRI 2024 dan TRI 2025), dan 5 genotipe lokal hasil seleksi (Cin 143, Kiara 8, RB 3, Tambi 1, dan Tambi 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe GMB 3 memiliki ukuran yang lebih tinggi dibanding genotipe lainnya dalam karakter panjang peko, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, dan panjang ruas daun, sedangkan genotipe Tambi 2, GMB 3 dan GMB 4 tinggi pada bobot segar P+2 dan P+3. Genotipe GMB 4 memiliki produksi pucuk segar lebih tinggi daripada genotipe lainnya, tetapi tidak berbeda dengan GMB 3 dan RB 3. Keragaman genotipe dan fenotipe yang luas dijumpai pada karakter panjang daun dan produksi pucuk segar, sedangkan nilai duga heritabilitas yang tinggi terdapat pada semua karakter yang diuji. Seleksi terhadap karakter panjang daun dan produksi pucuk segar akan efektif karena kedua karakter tersebut memiliki keragaman genotipe dan heritabilitas yang tinggi.
Keywords
Genetic parameter; genotype variance; phenotype variance; quantitative character; selection, , Karakter kuantitatif; parameter genetik; ragam fenotipe; ragam genotipe; seleksi,