Perspektif Keterlibatan Wanita di Sektor Pertanian

dc.creatorSuradisastra, Kedien
dc.date2016-09-07
dc.date.accessioned2025-07-02T02:50:20Z
dc.date.available2025-07-02T02:50:20Z
dc.descriptionEnglishSome agricultural researchers confirm that woman's involvement in agriculture is based on necessity and not on the equity. There is also a remark that fairness is more important than equality. In fact, research on woman's role in agriculture are often entangled in physical participation although their problems in agriculture include labor force participation and equilibrium, authority in the household, socialization, process and access to information, and technological bias. Socially, the limiting factors in their productivity are social status, job opportunity and status, and their simultaneous role as compared to man's sequential role. This review concludes that: (a) role of women in agriculture is a result of the process of social construction, (b) there is a tendency of gender exclusivity to pay attention to the same gender, (c) the writers tend to start from lack of information and, therefore, strive to expose the information they gathered, and (d) there is a precarious understanding of the concept of gender, woman, and feminist attitude among researcher so an effort to improve gender awareness is considered important. IndonesianBeberapa peneliti sektor pertanian mengungkapkan bahwa keterlibatan  kaum wanita pada hakikatnya disesuaikan dengan kebutuhan (necessity) kegiatan tersebut dan bukan semata-mata dengan pertimbangan kesetaraan (equity). Namun terhadap pula antithesis yang mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah perasaan keadilan (fairness), dan bukan persamaan (equity). Dalam kenyataannya penelitian kesinambungan peran wanita dalam pertnian lebih sering terperangkap dalam pengertian kegiatan fisik materi pengamatan. Sedangkan masalah yang di hadapi kaum wanita  di sektor pertanian antara lain adalah keseimbangan peran sebagai tenaga kerja,otritas dalam keluarga, proses sosialisasi, dan akses terhadap informasi serta bias teknologi. Faktor pembatas produktivitas yang terkaitan dengan gender wanita antara lain adalah status sosial, hambatan memperoleh pekerjaan, status pekerjaan dan beban simultan wanita dibandingkan dengan peran sekuential pada kaum pria. Kesimpulan yang dapat ditarik dari review ini adalah : (a) Posisi dan peran gender wanita dalam kegiatan sektor pertanian merupakan hasil konstruksi sosial, (b) terdapat kecenderungan ekskulsifitas gender untuk membahas gender yang sama, (c) para penulis cenderung bertolak dari kekuran informasi gender tertentu dalam pertanian dan cenderung mengeksposenya setinggi mungkin, dan (d) terdapat keracunan pemahaman gender dengan peran wanita dan sikap feminis seta metode pendekatannya sehingga upaya penyadaran gender patut dipikirkan.en
dc.formatapplication/pdf
dc.identifierhttps://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/index.php/fae/article/view/1336
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/25392
dc.languageeng
dc.publisherPSEKPen
dc.relationhttps://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/index.php/fae/article/view/1336/1309
dc.rightsCopyright (c) 2016 Forum Penelitian Agro Ekonomien
dc.sourceForum Penelitian Agro Ekonomi; Vol. 16 No. 2 (1998): Forum Penelitian Agro Ekonomi; 1-9en
dc.subjectrole of womanen
dc.subjectagriculturalen
dc.subjectperanan wanitaen
dc.subjectpertanianen
dc.titlePerspektif Keterlibatan Wanita di Sektor Pertanianen
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ejurnal_pustaka,+FAE16-2a.pdf
Size:
290.48 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description: