Keanekaan Hayati dan Potensi Bioteknologi Mikroorganisme: Seberapa Jauh Kita Mengenalnya?
No Thumbnail Available
Date
2002
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Sekretariat Komisi Nasional Plasma Nutfah
Abstract
Evolusi mikroorganisme telah berlangsung hampir setua sejarah bumi, sehingga keragaman metabolismenya yang luar biasa sangat mungkin sebagai konsekuensi dari refleksi sejarah kehidupan di bumi. Meskipun demikian, fosil mikroorganisme pada umumnya sulit dikarakterisasi dan sebagian besar mikroba di alam berada dalam kondisi viable but non-culturable. Oleh karena itu, analisis sekuen 16S- atau 18S-rRNA sangat membantu dalam mengkarakterisasi dan menentukan hubung- an kekerabatan antarsemua bentuk kehidupan selular di bumi, termasuk mikroorganisme yang ada dan hidup pada suatu lingkungan tetapi belum atau tidak dapat dikulturkan di laboratorium. Pohon filogenetik universal yang dikonstruksi dari perbandingan sekuen 16S- dan 18S-rRNA menampilkan tiga domain kehidupan archaea, bacteria, dan eukarya. Walaupun archaea dan bacteria keduanya merupakan organisme prokariotik dan menampilkan karakteristik morfologi bakteri, namun hubungan kekerabatan archaea tampaknya lebih dekat ke eukarya dibandingkan dengan bacteria^ Analisis molekuler ini menunjukkan bahwa prokariot menempati dua dari tiga domain kehidupan. Ironisnya, kita hanya mengenal sebagian kecil (hanya 3-5%) saja dari keseluruhan bentuk kehidupan ini. Hal ini antara lain disebabkan, antara lain, karena selama ini kita hanya pelacak keragaman jasad renik dari apa yang dapat tumbuh di laboratorium, bukan dari apa yang terdapat di lingkungan alaminya. Selain itu, analisis keragaman ini pun hanya didasarkan pada sejumlah sifat morfologi dan fisiologi yang sangat terbatas. Perkembangan teknik biologi molekuler, seperti DNA sequencing, PCR dan teknik turunannya, serta analisis hibridasi DNA in situ, telah memungkinkan kita untuk melacak lebih jauh biodiversitas mikroba di berbagai habitatnya. Pada gilirannya, pengetahuan yang baik mengenai biodiversitas akan sangat berguna untuk dapat memanfaatkannya dalam bidang pertanian, industri, biomedis, kesehatan biosfer, maupun untuk lebih memahami asal-usul kehidupan.
Description
Keywords
Keanekaragaman hayati, potensi bioteknologi, mikroorganisme.