Buletin Palawija Volume 18 No. 1 Mei 2020
| dc.contributor.author | Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-15T08:04:53Z | |
| dc.date.available | 2026-09-15T08:04:53Z | |
| dc.date.issued | 2020-05 | |
| dc.description.abstract | Memuat enam penelitian mengenai pengembangan dan peningkatan produktivitas tanaman aneka kacang dan umbi. Penelitian pada kedelai menunjukkan bahwa genotipe G511H/Anjs-4 memiliki ketahanan yang konsisten terhadap pecah polong, berumur genjah, berbiji besar, dan menghasilkan 3,08 t/ha sehingga berpotensi digunakan dalam peningkatan produksi kedelai di daerah tropis. Pada lahan pasang surut Barito Kuala, penerapan teknologi budi daya konvensional dan teknologi perbaikan mampu meningkatkan produktivitas kedelai masing-masing sekitar 60% dan 50% dibandingkan teknologi petani, dengan varietas Anjasmoro lebih sesuai, sedangkan teknologi perbaikan lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida kimia. Penelitian tumpangsari menunjukkan bahwa model optimal padi gogo+kedelai adalah Model 1 dan Model 2 menggunakan varietas Dega 1, sedangkan pada tumpangsari jagung+kedelai model optimal adalah Model 1 dengan varietas Dega 1, yang memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan model lainnya. Penelitian kacang hijau di Sumba Timur menunjukkan bahwa komoditas tersebut berpotensi dikembangkan karena didukung kesesuaian lahan, teknologi budi daya, harga dan permintaan pasar yang tinggi, meskipun masih menghadapi kendala berupa produktivitas rendah, keterbatasan modal dan tenaga kerja, infrastruktur, hama, serta persaingan dengan tanaman lain; strategi yang disarankan adalah peningkatan produktivitas melalui penggunaan teknologi baru dan pengembangan kawasan usaha tani berbasis korporasi. Pada ubi kayu di tanah Latosol Maluku Utara, pemberian NPK dosis rekomendasi belum mampu meningkatkan produktivitas varietas yang diuji, sementara varietas lokal Mentega dan Ubi Kuning tanpa pemupukan justru menghasilkan umbi masing-masing 63,80 t/ha dan 53,71 t/ha, sedangkan Adira 1 menghasilkan 31,16 t/ha tanpa pemupukan. Sementara itu, penelitian preferensi dan penyebaran varietas unggul ubi kayu di Indonesia menemukan adanya perbedaan preferensi dan tingkat adopsi petani antarwilayah; kontribusi ekonomi varietas unggul tergolong tinggi di Lampung, sedang di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta rendah di Yogyakarta karena keterbatasan luas penyebaran, sehingga diperlukan peningkatan diseminasi dan sosialisasi varietas unggul kepada petani, kelompok tani, penyuluh, dan dinas pertanian. | |
| dc.identifier.issn | 1693-1882 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32433 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi | |
| dc.relation.ispartofseries | Buletin Palawija Volume 18 No. 1 Mei 2020 | |
| dc.subject | A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian | |
| dc.subject | F Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman | |
| dc.subject | F Plant production/Produksi Tanaman::F03 Seed production/Produksi dan Perlakuan terhadap Biji dan Benih | |
| dc.title | Buletin Palawija Volume 18 No. 1 Mei 2020 | |
| dc.type | Book |