INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN DI LAHAN PASANG SURUT UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

Loading...
Thumbnail Image
Date
2007
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian Lahan Rawa
Abstract
Alih fungsi lahan yang semakin cepat dan juelandainya pcningkatan produktivitas tanaman karena cekaman lingkungan serta menurunnya kualitas lahan merupakan masalah dan tantangan utama dalam peningkatan ketahanan pangan, Salah satu areal alternatif yang prospektif untuk produksi tanaman pangan adalah lahan rawa pasang surut karena arealnya cukup luas, yaitu sekitar 20,1 juta hektar dan teknologi pengelolaannya sudah tersedia. Untuk keperluan praktis, lahan pasang surut dikelompokkan menjadi empat tipologi lahan, yaitu potensial, sulfat masam, gambut dan salin dengan empat tipe luapan air, yaitu A, B, C dan D. Berbagai pola penataan lahan bisa dikembangkan di lahan pasang surut yang disesuaikan dengan dipologi lahan dan tipe luapan air. Dengan penataan lahan tersebut dan pengelolaan yang tepat sesuai dengan karakteristiknya, berbagai tanaman pangan dapat dikembangkan di lahan pasang surut disesuaikan dengan penataan lahannya. Berbagai komponen teknologi pengelolaan tanah dan air serta budidaya tanaman pangan di lahan pasang surut sudah dihasilkan dari berbagai kegiatan penelitian. Penerapan teknologi tersebut pada Jahan yang sudah direklamasi diperkirakan akan diperoleh produksi sebanyak 3,684 juta ton padi, 1,473 juta ton jagung dan 0,276 juta ton kedelai pertahun untuk pertanaman musim hujan saja. Beberapa model sistem usahatani dapat diterapkan disesuaikan dengan tujuannya, yaitu berbasis tanaman pangan untuk ketahanan pangan, sena berbasis komoditas unggulan untuk sistem agribisnis.
Description
Keywords
Citation