Inventarisasi Petani Terpilih dan Etnobotani Pemanfaatan Lada (Piper nigrum L.) oleh Masyarakat di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat 83-90
No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Lada (Piper nigrum L) termasuk suku Piperaceae. Tumbuhan ini memilliki dua sifat yaitu memanjat dan
perdu. Jenis ini termasuk komoditi rempah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan buahnya selalu
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa produktivitas
dan bagaimana kualitas tanaman lada di Kabupaten Sambas serta respon masyarakat dalam memanfaatkan
lada sebagai obat tradisional suku Melayu Sambas dan suku Dayak. Penelitian ini dilakukan dengan metode
survei lapangan yang bersifat deskriptif. Selain itu wawancara dilakukan pula dengan keluarga petani lada
dan masyarakat etnis Melayu dan Dayak di Kabupaten Sambas untuk mengetahui manfaat etnobotaninya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sambas merupakan daerah penghasil lada terbesar kedua
di Kalimatan Barat setelah Kabupaten Bengkayang. Kecamatan Paloh merupakan produsen lada terbesar
dengan hasil panen rata-rata setiap tahunnya 102.352 ton dengan luas areal 348 hektar sedangkan urutan
kedua yaitu Kecamatan Galing 91.728 ton dengan luas areal 312 hektar. Pemanfaatan buah lada di
masyarakat Sambas, Singkawang dan Bengkayang dipakai untuk pengobatan tradisional yang sudah
dilakukan secara turun temurun untuk menciptakan kondisi hangat pada tubuh wanita yang sudah 40 hari
melahirkan. Buah lada disajikan berupa masakan khas masyarakat etnis Melayu Sambas, yang dikenal
dengan sebutan "Tanak Lade“.Tanak Lade merupakan menu makanan yang wajib dikonsumsi oleh para
wanita setelah bersalin.
Kata kunci : Lada, pemanfaatan tradisional, etnis Melayu Sambas, suku Dayak.