Status Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Cengkeh di Lima Kabupaten di Jawa Tengah 63-68
| dc.contributor.author | Efi Taufiq | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-08T03:52:51Z | |
| dc.date.available | 2026-09-08T03:52:51Z | |
| dc.date.issued | 2016-12-01 | |
| dc.description.abstract | Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) masih merupakan faktor pembatas produksi yang penting dalam budidaya cengkeh, faktor pembatas produksi yang lain adalah umur tanaman, bibit asalan, dan teknik budidaya. Hasil pengamatan selama 2011-2012 di Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Kendal, Pekalongan, dan Semarang di temukan hama utama tanaman cengkeh adalah penggerek batang dan ranting (Notopheus sp), sedangkan penyakit yang banyak menyerang tanaman cengkeh adalah cacar daun cengkeh (Phyllosticta syzygii) dan bercak daun cengkeh (Cyllindrocladium sp.). Di Kabupaten Karanganyar dan Kendal ditemukan gejala serangan mirip serangan penyakit utama cengkeh yaitu bakteri pembuluh kayu cengkeh (BPKC), namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk pembuktiannya. Vektor penyakit BPKC, yaitu sejenis wereng Hindola sp. tidak ditemukan. Kata kunci: Cengkeh, OPT, Notopheus sp, Phyllosticta syzygii, Cyllindrocladium sp. | |
| dc.identifier.isbn | 978-602-344-111-2 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31848 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Badan Penelitian dan Pertanian | |
| dc.title | Status Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Cengkeh di Lima Kabupaten di Jawa Tengah 63-68 | |
| dc.type | Article |