Alokasi Masukan Dalam Sistem Sakap
Loading...
Date
1989-09-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian Agro Ekonomi
Abstract
Sistem sakap atau yang dikenal dengan "share tenancy" telah lama dikenal dan umum digunakan di negara-negara Asia. Sakap menjadi sumber kontroversi yang tidak pernah terpecahkan sampai tuntas. Pada umumnya pertentangan para ekonomis terletak pada masalah efisiensi baik dalam alokasi sumberdaya dilihat dari segi penggarap sendiri maupun dari segi sosial atau kesejahteraan masyarakat.
Analisis sakap secara tradisional ditunjukkan oleh Marshall. Dari analisis ini dapat ditunjukkan bahwa sakap tidak efisien dalam alokasi sumberdaya. Walaupun demikian, tetap digunakannya sakap ini dalam sistem pengalihan hak garap mengakibatkan pertanyaan mendasar muncul, yaitu apakah benar sakap mengakibatkan ketidak efisienan alokasi masukan?. Kalau ya apakah ada keuntungan lain yang tidak terungkapkan dalam analisis yang membuat sakap dapat bertahan begitu lama dan diterima masyarakat?. Satu kenyataan bahwa sistem sakap berkurang dengan semakin berkembangnya ekonomi ke arah perekonomian yang makin komersial dan berorientasi pasar. Berkurangnya sakap di negara-negara maju juga masih dipertanyakan, apakah merupakan refleksi dari semakin ditinggalkannya metoda tradisional ataukah sebagai respon terhadap perubahan-perubahan ekonomi.
Tulisan ini menghimpun beberapa analisis ekonomi tentang sakap untuk melihat sejauh mana konsep-konsep tentang sakap saling menunjang atau saling berbeda. Beberapa analisis dalam bentuk grafik maupun matematis akan ditunjukkan, dan perkembangan sakap di Indonesia didiskusikan.
Description
Keywords
A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E16 Production economics/Ekonomi Produksi, Sakap