Perbanyakan Jambu Mete (Anacardium occidentale) Melalui Kultur Jaringan untuk Produksi Benih Masal 59-64

dc.contributor.authorNurya Yuniyati dan Rr Sri Hartati
dc.date.accessioned2026-09-10T07:35:02Z
dc.date.available2026-09-10T07:35:02Z
dc.date.issued2015-04-01
dc.description.abstractJambu mete merupakan tanaman tahunan berkayu yang baru mulai dikembangkan produksi perbanyakannya melalui kultur jaringan. Selama ini perbanyakan secara vegetatif umumnya dilakukan melalui grafting. Keterbatasan tanaman induk menjadi kendala pada perbanyakan konvensional tersebut. Ketersediaan bibit dalam jumlah yang banyak diharapkan dapat terwujud dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan memiliki kelebihan dibandingkan perbanyakan tanaman secara vegetatif konvensional maupun secara generatif. Kelebihan tersebut antara lain tidak tergantung musim, hanya dibutuhkan bagian kecil dari tanaman dan benih yang dihasilkannya lebih seragam dan sifatnya sama dengan induknya. Beberapa penelitian kultur jaringan pada jambu mete di berbagai belahan dunia masih giat dilakukan. Bahan tanaman yang digunakan antara lain eksplan yang berasal dari mahkota bunga, daun, nuselus dan zigotik muda jambu mete. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa tidak seluruh sumber eksplan mampu menunjukkan respon pada media tanam kultur jaringan meskipun telah ditambahkan dengan berbagai kombinasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Eksplan yang berasal dari nuselus lebih respon dalam pembentukan kalus embriogenik sehingga diharapkan mampu membentuk embrio somatik. Saat ini kultur jaringan diarahkan pada pembentukan embriogenesis somatik yang mampu menghasilkan individu tanaman dengan perakaran tunggang (ketahanan rebah) dan sifat yang sama dengan induknya. Media terbaik yang digunakan sebagai media induksi kalus embriogenik maupun pembentukan embrio somatik diperoleh melalui banyak penelitian pada berbagai formulasi media dengan penambahan ZPT (umumnya 2,4-D dan BA). Selanjutnya untuk tahap pendewasaan struktur embrio somatik dan pemanjangan tunas struktur bipolar diformulasikan media kultur yang berbeda. Setelah tunas terbentuk sempurna dilakukan induksi dan pemanjangan akar lalu aklimatisasi planlet (benih somatik). Kata kunci: Anacardium occidentole, perbanyakan vegetatif, eksplan, kultur jaringan
dc.identifier.isbn978-602-344-076-4
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32193
dc.language.isoid
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
dc.titlePerbanyakan Jambu Mete (Anacardium occidentale) Melalui Kultur Jaringan untuk Produksi Benih Masal 59-64
dc.typeArticle
Files
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: