Alternate Wetting and Drying (AWD)

dc.contributor.authorBRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian
dc.date.accessioned2026-06-24T07:15:22Z
dc.date.available2026-06-24T07:15:22Z
dc.date.issued2026-04-09
dc.descriptionSelain membantu penghematan air, penerapan AWD juga berdampak positif terhadap lingkungan karena dapat menekan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah. Teknik ini menjadi salah satu langkah praktis menuju budidaya padi yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan, tanpa mengurangi potensi hasil panen.
dc.description.abstractAir menjadi faktor kunci dalam budidaya padi, terutama saat beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan basah-kering, yaitu cara mengatur pemberian air dengan siklus penggenangan dan pengeringan lahan secara terukur. Dengan metode ini, tanaman tetap mendapatkan kebutuhan airnya, namun penggunaan air menjadi lebih efisien.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30170
dc.language.isoid
dc.publisherBRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian
dc.subjectP Natural resources/Sumber Daya Alam::P10 Water resources and management/Sumber Daya Air dan Pengelolaannya
dc.subjectP Natural resources/Sumber Daya Alam::P11 Drainage/Pengairan
dc.titleAlternate Wetting and Drying (AWD)
dc.typeVideo
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Air menjadi faktor kunci dalam budidaya padi.pdf
Size:
18.86 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections