Perbaikan Teknik Perbanyakan Vegetatif Cengkeh Melalui Grafting 47-54

No Thumbnail Available
Date
2016-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Badan Penelitian dan Pertanian
Abstract
Cengkeh umumnya diperbanyak secara generatif dengan benih. Perbanyakan dengan cara ini sangat sulit untuk mendapatkan bibit unggul yang seragam dan mempunyai sifat seperti induknya. Hal ini disebabkan cengkeh mempunyai sifat lebih besar persentase menyerbuk silangnya. Untuk memecahkan masalah tersebut di atas dapat dilakukan perbanyakan secara vegetatif antara lain melalui sambungan. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Desember 2014 di kamar kaca KP. Cikampek, Balittro dan lapangan. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap diulang tiga kali. Perlakuan terdiri atas pemberian zat pengatur tumbuh dan vitamin yaitu : (1) Kontrol, (2) IBA 750 ppm, (3) BAP 500 ppm (4) vitamin C 100 ppm (5) IBA 750 ppm + BAP 500 ppm (6) IBA 750 ppm + vitamin C 100 ppm (6) BAP 500 ppm + vitamin C 100 ppm (7) IBA 750 ppm + BAP 500 ppm + vitamin C 100 ppm. Parameter yang diamati adalah persentase tumbuh, tingkat kompabilitas sambungan secara fisiologi (laju fotosintesa) dan kandungan klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi IBA dan Vitamin C dapat meningkatkan kompabilitas sambungan tanaman cengkeh. Pada umur 4 minggu setelah sambung (MSS) persentase kematian pada perlakuan IBA + vitamin C lebih rendah (14.99%) dibanding kontrol (33.33%). Pada umur 8 bulan setelah sambung (BSS), perlakuan IBA + vitamin C juga memberikan pertumbuhan yang cukup baik ditunjukkan dengan kandungan klorofil dan laju foto sintesis yang tinggi. Kata kunci : Cengkeh, grafting, ZPT, pertumbuhan, fisiologi
Description
Keywords
Citation