Post-Weaning Production Performance of Boerawa Goats Based on Birth Type and Sex at Central Lombok Regency

No Thumbnail Available
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian
Abstract
Description
Penelitian eksperimental ini dilaksanakan di CV. Muda Bakti Barokah (MBB Farm), Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan metode komparatif mengikuti rancangan faktorial 3x2x5 yaitu tiga perlakuan tipe kelahiran (kelahiran tunggal, kelahiran kembar 2, kelahiran kembar 3) dan dua kelompok jenis kelamin (jantan dan betina), masing-masing dengan lima ulangan. Variabel yang diamati mencakup bobot sapih 90 hari (BS.90), bobot badan setahun (BB.365), dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Rata-rata hasil yang diperoleh berturut-turut adalah 10,44; 31,02; dan 0,07 kg. Kambing yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 ekor kambing. Analisis menunjukkan bahwa performa produksi menurun seiring bertambahnya litter size, dengan kambing jantan konsisten menunjukkan performa lebih tinggi dibanding betina. Secara khusus, kambing jantan kelahiran tunggal memperlihatkan performa produksi paling optimal, sedangkan performa terendah dicatat pada kambing betina kelahiran kembar tiga. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor tipe kelahiran dan jenis kelamin berperan krusial dalam menentukan performa produksi pascasapih, serta dapat menjadi dasar dalam strategi manajemen reproduksi dan pemuliaan. This experimental study was conducted at CV. Muda Bakti Barokah (MBB Farm), Central Lombok. The study employed a comparative method using a 3×2×5 factorial design, consisting of three birth type treatments (single, twin, and triplet births) and two sex groups (male and female), each with five replications. A total of 90 goats were used in this research. The observed variables included weaning weight at 90 days (WW.90), body weight at one year (BW.365), and average daily gain (ADG). The average results obtained were 10.44 kg, 31.02 kg, and 0.07 kg, respectively. The analysis showed that production performance decreased with increasing litter size, while male goats consistently exhibited higher performance than females. Specifically, single-born male goats demonstrated the most optimal production performance, whereas the lowest performance was recorded in triplet-born female goats. These findings highlight that the interaction between birth type and sex plays a crucial role in determining post-weaning production performance and can serve as a foundation for reproductive management and genetic improvement strategies.
Keywords
Performans Produksi, Lepas Sapih, Kambing Boerawa, Tipe Kelahiran, Jenis Kelamin
Citation