Informasi dan Teknologi
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Informasi dan Teknologi by Subject "A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian"
Now showing 1 - 12 of 12
Results Per Page
Sort Options
- ItemDirect Seeding Mulch-Based Cropping Systems (DMC): A Tool For Sustainable Management Of Cultivated Soils(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2012-10-01) Heryani, NaniDMC (Direct seeding Mulch-based Cropping systems) is a new tillage-free agricultural approach that has short-to medium-term effects with respect to halting erosion, increasing soil fertility, stabilising or even increasing yields, even on infertile wastelands, while also reducing fuel consumption. This system is based on three principles: zero soil tillage, permanent soil (plant) cover, and relevant crop sequences or rotations associated with cover plants. These three principles combine to create a micro-environment for the crop, hence better expression of its potential to resist pests and diseases, and increased productivity.
- ItemInfo Teknologi: Benih Padi Bermutu Hasilkan Produktivitas Tinggi(Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, 2024-05-24) Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian
- ItemInfo Teknologi: Pupuk Kalium Berbahan Baku Lokal(Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, 2024-05-21) Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian
- ItemInformasi Potensi Kejadian Banjir Kekeringan dan Serangan OPT Pada Tanaman Padi, Jagung, dan Kedelai Pada MT II (Februari - Mei) 2014(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-08-01) Susanti, Erni; Suciantini; Ramadhani, FadhlullahUntuk mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional , Kemneterian Pertanian dengan koordinator Badan Litbang Pertanian mengembangkan Kalender Tanam Terpadu, yang menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam penyusunan rencana pengelolaan pertanian tanaman pangan di tingkat Kecamatan. Informasi yang ada di kalender tanam diantaranya adalah estimasi awal waktu tanam musim tanam ke depan berdasarkan prediksi iklim, yang dilengkapi dengan informasi rawan rawan bencana banjir, kekeringan, dan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta rekomendasi teknologi berupa varietas, benih, dan pemupukan berimbang.
- Item“Kapilaler Demonstration Plots” The Effective Way Through The Integrated And Participatory Water Resources Management In Klaten Regency, Central Java Province.(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2012-12-01) Sosiawan, HendriThe demonstration plot activity was developed in the Klaten Program framework related to the improvement of irrigated agriculture through an integrated and participatory water resources management. The program aims at developing a common vision on water management issues in irrigated areas and, at identifying, proposing and implementing technical and organizational solutions with the participation and support of majority of stakeholders. The Program is funded by Danone-Aqua and implemented by the facilitation team constituted by CIRAD and IAHRI Centre from Bogor and by UGM-PUSTEK and BPTP from Yogyakarta in partnership with the Klaten Public Work and Agricultural Services and with the Regional Monitoring Committee including a group of members representatives of regional stakeholders involved in water issues: Regional Water Company(Perusahaan Daerah Air Minum/PDAM), PT. Tirta Invesatama, Water User Aassociations, Farmer Aassociations, Local NGOs, Public Work and Department of Agriculture of Klaten Regency.
- ItemKenalan dengan Sprinter! Alat ukur beda tinggi yang jadi andalan di lapangan(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-04-23) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianApa itu Sprinter? Sprinter adalah alat pengukur beda tinggi permukaan antar titik, digunakan bersama rambu ukur dan dipasang di atas tripod.
- ItemMonitoring cepat (Quick Assessment) menggunakan HandPhone berbasis Android(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2015-08-01) Haryono; Ramadhani, FadhlullahMultimedia juga dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda dalam menyampaikan informasi berbentuk text, audio, grafik, animasi, dan video. Pada umumnya aplikasi multimedia di komputer meliputi game, software pembelajaran, dan materi referensi seperti ensiklopedia dimana pengguna aplikasi dapat berinteraksi dengan aplikasi tersebut serta dapat berpindah dari satu topik bahasan ke topik bahasan lainnya. Namun multimedia juga dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian, bergantung pengertian seseorang terhadap multimedia itu sendiri. (Manongga dkk, 2009). Menurut Vaughan (2004) Multimedia merupakan penggabungan dari berbagai elemen yang digabungkan seperti teks, seni, suara, gambar, dan video yang disampaikan dengan komputer secara interaktif. Sedangkan Bonnie dan Cipta (2008) mengatakan bahwa Multimedia adalah sebuah media yang menggabungkan berbagai jenis media lain, misalnya penggabungan visual dan auditory, dan Burger(1993) menulis bahwa multimedia adalah gabungan dari dua atau lebih media yang berbeda pada satu komputer personal. SedangkanAndleigh dan Thakrar (1996) multimedia merupakan teknologi yang dikembangkan dengan penggabungan teks, grafik, animasi, suara, video dalam suatu produksi berbasiskan komputer yang dapat dinikmati secara interaktif. Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan / kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut.
- ItemPelaksanaan Penelitian Penerapan Ujicoba Beberapa Mulsa di DAS Mikro(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-10-01) SumarnoDi samping tanah yang marginal, organisme pengganggu tanaman (OPT). kekeringan dan kelangkaan air dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman dan panen dilahan kering. Hal ini disebabkan karena lahan kering hanya mengandalkan curah hujan sebagai pasokan utama untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, disisi lain hujan kadang tidak menentu jumlah, lama dan distribusinya. (Proyek Penelitian Penyelematan Hutan Tanah dan Air. 1990). Salah satu upaya mengatasi kekeringan adalah dengan menggunakan mulsa sisa tanaman yang murah dan mudah didapat di sekitar lokasi lahan kering seperti mulsa jerami, batang pisang, dan sisa pakan ternak atau seresah. Permukaan tanah yang ditutup mulsa dapat memperkecil fluktuasi suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Uji coba penelitian pemulsaan pada tanaman cabai rawit ini bekerjasama dengan petani, dengan harapan petani bisa berpartisifasi aktif dalam mengembangkan penggunaan mulsa pada tanaman. Dengan demikian pada akhirnya petani dapat mensosialisasikan kepada petani lain. Tulisan ini menyajikan tentang tata cara aplikasi mulsa pada tanaman dengan melibatkan petani dalam pelaksanaannya.
- ItemPemantauan Iklim Mikro Bersama PLN dan Mahasiswa ITB(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-08-14) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianBRMP Agroklimat bersama tim ahli dari kegiatan PLN dan mahasiswa ITB berkolaborasi dalam kegiatan pemantauan iklim mikro untuk mengukur kondisi cuaca dan lingkungan. Kegiatan ini berfokus pada area Tanaman Energi dan Sela, di mana parameter kunci seperti suhu udara, kelembapan, suhu tanah, dan intensitas cahaya dipantau secara teliti menggunakan instrumen khusus. Pada kegiatan tersebut dilakukan praktek pengukuran parameter cuaca menggunakan sling hygrometer dan lux meter, guna mendukung pertumbuhan dan produktivitas yang maksimal.
- ItemPertanian Modern Model PM-AAS : Transformasi Pertanian Intensif Berbasis Teknologi(BRMP Agroklimat dna Hidrologi Pertanian, 2026-05-07) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianBalai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian terus mendorong pengembangan inovasi pertanian modern melalui penerapan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System). Sistem ini merupakan model pertanian intensif berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, presisi, serta pengelolaan budidaya secara terpadu guna meningkatkan produktivitas dan mendukung modernisasi pertanian nasional. PM-AAS dirancang dengan prinsip utama tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya, mekanisasi pertanian, implementasi berbasis korporasi skala luas, intensifikasi produksi, serta penerapan teknologi spesifik lokasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh tahapan budidaya sejak awal musim tanam sehingga potensi hasil dapat dicapai secara maksimal.
- Item
- Item