Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Yono C. Rahardjo"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi Kotoran Kelinci Sebagai Pupuk Organik Dan Pemanfaatannya Pada Tanaman Pakan Dan Sayuran
    (Balai Penelitian Ternak, 2005) Sajimin; Yono C. Rahardjo; Nurhayati D. Purwantari
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi Kotoran Kelinci Sebagai Pupuk Organik Dan Pemanfaatannya Pada Tanaman Pakan Dan Sayuran
    (Balai Penelitian Ternak, 2005) Sajimin; Yono C. Rahardjo; Nurhayati D. Purwantari
    Pupuk organik yang umum digunakan untuk tanaman adalah dari kotoran sapi, domba dan ayam, tapi ketersediaannya semakin sulit diperoleh. Pemanfaatan kotoran kelinci salah satu alternatif untuk pemenuhan pupuk organik untuk daerah sentra produksi sayuran. Ternak kelinci telah tersebar diberbagai wilayah terutama daerah dataran tinggi atau sentra produksi sayuran namun pemanfaatannya belum optimal. Pupuk kelinci yang memiliki kandungan bahan organik C/N : (10–12%), P (2,20–2,76%), K (1,86%), Ca (2,08%), dan pH 6,47–7,52, kandungan tersebut telah memenuhi standar kompos untuk tanaman sayuran dan tanaman pakan. Hasil pemanfaatan pada tanaman kentang dan kubis rata-rata meningkatkan produksi sebesar 23,5% dibanding pupuk domba, namun masih lebih rendah dengan perlakuan petani yang menggunakan pupuk kimia dan pupuk ayam sebesar 39,7%. Pada tanaman pakan jenis rumput Panicum maximum cv Riversdale dan Stylosanthes hamata penggunaan kotoran kelinci setelah pemotongan ke III hingga ke V dicapai produksi stabil dan optimal. Untuk menjaga produksi tetap optimal setiap 4 kali panen (interval panen 6 minggu) perlu dilakukan pemberian pupuk kelinci. Tulisan ini menguraikan peluang dan potensi kotoran kelinci untuk produksi tanaman.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback