Browsing by Author "Yofa, Rangga Ditya"
Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
- ItemDinamika perubahan nilai indikator strategis pembangunan pertanian dan transformasi perdesaan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Yofa, Rangga Ditya; Sumedi; Susilowati, Sri HeryTransformasi perdesaan ditandai dengan perubahan beberapa indikator strategis, di antaranya status dan luas penguasaan lahan pertanian serta sumber pendapatan penduduk desa. Transformasi ini diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian perdesaan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transformasi perdesaan dan merumuskan kebijakan antisipatif dampak negatifnya, yang berpotensi mengarahkan pembangunan perdesaan ke arah yang positif. Data panel dari lima desa contoh tahun 2022 dan data Patanas pada desa yang sama waktu analisis 2010/2011 dan 2016/2017 dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logit. Hasil analisis menunjukkan terjadi penurunan frekuensi dan rataan luas lahan milik, peningkatan lahan garapan nonmilik, peningkatan proporsi kepala dan anggota rumah tangga yang bekerja di sektor nonpertanian, dan peningkatan proporsi pendapatan dari nonpertanian. Faktor yang memengaruhi kepala rumah tangga tetap bekerja di sektor pertanian adalah status garapan lahan, jenis komoditas yang ditanam, dan luas penguasaan lahan pertanian. Dinamika perubahan luas dan status pengusaan lahan, sumber mata pencarian, serta struktur pendapatan rumah tangga perdesaan tidak berimplikasi signifikan terhadap penurunan produksi padi, jagung, dan ubi kayu. Langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan atau tetap mempertahankan tingkat pendapatan usaha pertanian, yaitu melalui peningkatan indeks pertanaman, diversifikasi usaha pertanian, mendorong industrialisasi pertanian berbasis perdesaan, dan menarik tenaga kerja muda bekerja di desa untuk memperkuat komunitas pengusaha muda pertanian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.51-62
- ItemDinamika perubahan nilai indikator strategis pembangunan pertanian dan transformasi perdesaan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Yofa, Rangga Ditya; Sumedi; Susilowati, Sri HeryTransformasi perdesaan ditandai dengan perubahan beberapa indikator strategis, di antaranya status dan luas penguasaan lahan pertanian serta sumber pendapatan penduduk desa. Transformasi ini diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian perdesaan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transformasi perdesaan dan merumuskan kebijakan antisipatif dampak negatifnya, yang berpotensi mengarahkan pembangunan perdesaan ke arah yang positif. Data panel dari lima desa contoh tahun 2022 dan data Patanas pada desa yang sama waktu analisis 2010/2011 dan 2016/2017 dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logit. Hasil analisis menunjukkan terjadi penurunan frekuensi dan rataan luas lahan milik, peningkatan lahan garapan nonmilik, peningkatan proporsi kepala dan anggota rumah tangga yang bekerja di sektor nonpertanian, dan peningkatan proporsi pendapatan dari nonpertanian. Faktor yang memengaruhi kepala rumah tangga tetap bekerja di sektor pertanian adalah status garapan lahan, jenis komoditas yang ditanam, dan luas penguasaan lahan pertanian. Dinamika perubahan luas dan status pengusaan lahan, sumber mata pencarian, serta struktur pendapatan rumah tangga perdesaan tidak berimplikasi signifikan terhadap penurunan produksi padi, jagung, dan ubi kayu. Langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan atau tetap mempertahankan tingkat pendapatan usaha pertanian, yaitu melalui peningkatan indeks pertanaman, diversifikasi usaha pertanian, mendorong industrialisasi pertanian berbasis perdesaan, dan menarik tenaga kerja muda bekerja di desa untuk memperkuat komunitas pengusaha muda pertanian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.51-62
- ItemPenerapan Konsep Manajemen Rantai Pasok Pada Produk Unggas(PSEKP, ) Saptana, nFN; Yofa, Rangga Ditya
- ItemPenguasaan lahan dan pola tanam: implikasinya pada produktivitas lahan pertanian(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-08-13) Yofa, Rangga Ditya; Susilowati, Sri Hery; SumediStrategi petani dalam memaksimalkan pendapatan rumah tangga yang bersumber dari usaha pertanian dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penerapan pola tanam. Produktivitas lahan pertanian merupakan tingkat pendapatan per hektare yang diperoleh petani selama setahun dari penerapan pola tanam. Tulisan ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan peningkatan pendapatan petani melalui pengaturan pola tanam. Data yang digunakan adalah data Panel Petani Nasional (Patanas) yang bersumber dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Kementerian Pertanian periode 2016−2023. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) semakin sedikit petani yang memiliki lahan dan semakin banyak petani yang menyewa lahan; (2) produktivitas lahan tertinggi terjadi pada agroekosistem lahan kering sayuran dengan menerapkan pola tanam kentang–kentang–kentang, namun hanya sedikit petani yang dapat menerapkan pola tanam tersebut; (3) pada agroekosistem sawah irigasi, peningkatan indeks pertanaman padi tidak menjamin peningkatan produktivitas lahan yang signifikan; dan (4) dinamika produktivitas lahan pada agroekosistem sawah irigasi menunjukkan bahwa secara konsisten pada tiga periode analisis, mayoritas petani menerapkan pola tanam padi−padi−bera (IP200) yang menghasilkan produktivitas yang relatif tinggi dan tidak berbeda signifikan dengan pola tanam padi−padi−padi (IP300). Rekomendasi kebijakan yang disarankan yaitu pengembangan kelembagaan ekonomi petani, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk efisiensi biaya tenaga kerja, peningkatan indeks pertanaman padi dilakukan secara selektif, dan penggiliran komoditas diperlukan pada agroekosistem lahan kering sayuran. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n1.2025.77-92
- ItemPerkiraan Potensi Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Kinerja Usahatani Dan Produksi Komoditas Strategis(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-10-09) Setiyanto, Adi; Yofa, Rangga DityaKebijakan Pemerintah meningkatkan harga BBM bersubsdi sebesar 31% untuk solar/biosolar dan 31% untuk pertalite akan berdampak terhadap kinerja peranian secara langsung maupun tidak langsung. Kenaikan harga BBM menyebabkan berubahnya kinerja usaha jasa alsintan (traktor, trans-planter, power thresher harvester, pompa air) yang tercermin dari peningkatan harga sewa jasa alsintan tersebut, biaya operasional dan pemeliharaan, serta berubahnya pembagian hasil sewa jasa antara pemilik dan operator
- ItemStrategi Kebijakan Pembangunan Pertanian Meningkatkan Peran Sektor Pertanian Ditengah Pandemi Covid-19(Kementerian Pertanian, 2022) Fahmid, Imam Mujahidin; Subagyono, Kasdi; Kariyasa, I Ketut; Mardianto, Sudi; Wahyudi; Agustian, Adang; Ashari; Chaidirsyah, Ranny Mutiara; Sumedi; Gunawan, Endro; Pramudia, Aris; Kadir; Muslim, Chairul; Darwis, Valleriana; Yofa, Rangga Ditya; Raharjo, Agung Saras Sri; Puspa P, Resty; Saefudin; Mucharam, Iim; Azis, Dani Abdul; Subekti, Eka SrieSalah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu bagaimana pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat meningkatkan pendapatan petani yang sebagian besar memiliki lahan dengan luasan yang kurang dari setengah hektar. Untuk itu, peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya saing produk pertanian diarahkan mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dan hasilnya dirasakan oleh petani dengan adanya kenaikan tingkat kesejahteraan petani. Tantangan lainnya dalam pembangunan pertanian adalah bahwa pada tahun 2020, seluruh belahan dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap berbagai sektor termasuk sektor pertanian. Meskipun untuk angkutan komoditas pangan tetap diizinkan, namun para pelaku distribusi (pedagang) memiliki kekhawatiran atas wabah pandemi ini sehingga tetap berpengaruh terhadap pergerakan barang komoditas pangan. Pasca mulai recoverynya dari pandemi Covid-19, yaitu sejak akhir Februari 2022 justru telah muncul konflik 2 negara yakni Rusia dan Ukraina yang telah menyebabkan kerusakan yang luas dan hilangnya nyawa dikedua negara. Dengan terdapatnya konflik/perang terbuka diantara dua negara tersebut akan memiliki banyak implikasi bagi pasar global dan ketahanan pangan. Hal ini akan menjadi tantangan bagi ketahanan pangan bagi banyak negara. Pada sisi lain tantangan perubahan iklim karena faktor alam juga akan berpengaruh terhadap sektor pertanian. Dalam menyikapi perubahan iklim tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang berkomitmen dalam penanggulangan perubahan iklim (climate action). Komitmen tersebut dituangkan dalam RPJMN 2020-2024 sebagai Prioritas Nasional, yang mengintegrasikan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam menyikapi tantangan dan peluang pengembangan sektor pertanian ke depan, maka para pelaku pembangunan pertanian khususnya bagi generasi muda harus berpikir untuk menjadikan pertanian modern sebagai profesi dan menggunakan teknologi pertanian yang sudah maju. Sebab potensi lahan Indonesia sangat luas dan jika dikelola oleh generasi milenial, dipastikan pertanian Indonesia semakin kuat dalam mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri dan ke depan dapat menyuplai pangan untuk dunia. Buku ini mengupas beberapa aspek yang mencakup: (1) Strategi Meningkatkan Produksi Pangan ditengah Pandemi Covid-19; (2) Peran Input Produksi dan Harga dalam Pengembangan Produk Pertanian; (3) Pengembangan Kelembagaan Usaha Pertanian; dan (4) Strategi Peningkatan Daya Saing, Nilai Tambah dan Ekspor Komoditas Pertanian.