Browsing by Author "Yahumri"
Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisa Usaha Tani Padi Gogo dengan Teknologi Larikan Gogo pada Beberapa Dosis Pemupukan di Kabupaten Bengkulu Tengah(Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2020) Yartiwi; Calista, Irma; Yahumri; Musaddad, Darkam; Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianKebutuhan bahan pangan yang semakin meningkat akibat pertumbuhan penduduk, sulit dipenuhi hanya dengan mengandalkan produksi tanaman pangan di lahan sawah. Hal ini karena semakin terbatasnya sumber daya lahan yang sesuai untuk pertanaman padi. Provinsi Bengkulu mempunyai luas wilayah 1.991.933 ha dan memiliki luas lahan kering dataran rendah 796.800 ha yang memiliki potensi untuk pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan usaha pertanian padi gogo dilahan kering masam Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu yang menguntungkan pada tiga taraf dosis pemupukan dilihat dari produksi dan analisis ekonomi. Metode penelitian dengan survei dan wawancara langsung dengan responden petani padi lahan kering dengan bantuan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif, analisis biaya serta analisis pendapatan, kelayakan R/C rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan petani padi di lahan kering di Kabupaten Bengkulu Tengah pada dosis pemupukan P2 (Urea 200 kg/ha, TSP 150 kg/ha, Za 50 kg/ha dan KCL 100 kg/ha) sebesar Rp. 8.991.350 per hektar dengan rata-rata pendapatan selama satu kali musim tanam sebesar Rp. 12.992.650 per per hektar. Nilai R/C rasio usahatani padi lahan kering di Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar 1.2, maka usahatani padi lahan kering layak untuk dikembangkan (R/C >1).
- ItemJenis dan Intensitas Serangan Hama Penyakit Pada Tanaman Padi di luar Jadwal Tanam di Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Artanti, Hertina; Yahumri; Octavia, YulieAbstrak Tanaman padi merupakan komoditas pangan utama yang harus terpenuhi ketersediaannya bagi masyarakat di Bengkulu. Dalam teknik budidaya terdapat faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan hasil produksinya, salah satunya yaitu adanya serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan intensitas serangan hama penyakit pada tanaman padi yang ditanam di luar jadwal tanam musim kemarau (MK) 2016. Penelitian dilakukan di lahan petani kooperator Desa Surau, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian dilakukan dengan cara mengidentifikasi jenis dan menghitung intensitas serangan hama penyakit yang ada di pertanaman padi pada tiga varietas yaitu Inpari 15, Inpari 22 dan Inpari 25. Pengamatan dilakukan pada tanaman padi berumur 18 HST, 24 HST dan 45 HST. Pengambilan sampel menggunakan metode puposive sampling pada 10 rumpun tanaman padi dengan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan diidentifikasi jenis serangga yang ditemukan dan dihitung intensitas serangan hama penyakit menggunakan rumus intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis hama dan predator yang ditemukan pada yaitu ulat jengkal hijau (Naranga aenescense), keong mas (Pomacea canaliculata) dan kumbang Coccinella sp, sedangkan intensitas hama tertinggi sebesar 73,33% yang disebabkan serangan ulat Naranga aenescense dan intensitas penyakit tertinggi sebesar 57,50% yang disebabkan oleh penyakit blas daun (Pyricularia grisea). Abstract Paddy is main food commodities that must be fulfilled it is availability community in Bengkulu. On cultivation technique there are factors that hampered in raising production results, which one pests and diseases attacks. This research aims to know type and intensity pest and disease attacks in rice plant planted outside planting schedule on summer 2016. Research was conducted at farmer’s land in Surau village, Taba Penanjung, Bengkulu Tengah. Research done by identifying type and intensity pest and disease attacks count existing rice planted on three varieties, namely Inpari 15, Inpari 22 and Inpari 25. Observation is done at rice plant 18, 45 and 24 days after planting (DAP). Sampling method using puposive sampling at 10 clump rice plant with 3 times repeats. Observations identified types of insects are found and calculated the intensity pest and diseases attack using formula intensity attack. Results showed that kind of pests and predators found there are Naranga aenescense, Pomacea canaliculata and Coccinella sp, whereas the highest pest intensity is 73.33% caused by Naranga aenescense attack and the highest disease intensity is 57.50% caused by Pyricularia grisea.
- ItemKajian Paket Teknologi Budidaya Bawang Merah Dataran Tinggi Musim Kemarau di Kabupaten Rejang Lebong(Balai Pelatihan Pertanian Jambi, ) Yahumri; Yuliasari, Shannora; Miswarti, Miswarti; Mikasari, Wilda; Hidayat, Taufik; Musaddad, Darkam
- ItemKeuntungan dan Kelayakan Usahatani Jagung Hibrida dengan Penerapan Rekomendasi Teknologi Sistem Informasi Tanam Terpadu(Balai Pelatihan Pertanian Jambi, ) Yahumri; Alfayanti; Hidayat, Taufik; Darkam
- ItemTeknologi Sistem Perbenihan Padi Di Provinsi Bengkulu(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu, 2021) Nurmegawati; Sastro, Yudi; Yuliasari, Shannora; Putra, Wawan Eka; Ivanti, Lina; Wahyuni, Tri; Iksimilda, Selva; Kusnadi, Harwi; Yahumri; Astuti, Herlena Bidi; Dinata, Kusmea; Oktavia, Rahmat; Yartiwi; Oktavia, YulieKebutuhan beras masyarakat Indonesia semakin meningkat seiringan dengan peningkatan jumlah penduduknya. Hingga saat ini beras masih menjadi bahan pangan pokok masyarakat Indonesia sehingga perlu dilakukan peningkatan produksi padi secara berkelanjutan. Salah satu komponen penting dalam upaya mendukung swasembada beras adalah melalui peneydaan benih bermutu varietas unggul baru yang sesuai dengan agroekologi dan preferensi petani konsumen. Ketersediaan benih bermutu dengan jumlah yang cukup dan tepat waktu memegang peranan sangat penting. Penggunaan varietas unggul menunjukkan kontribusi terhadap peningkatan produksi dibandingkan dengan penerapan teknologi lainnya (Badan Litbang Pertanian (2011); Putra dan Hayati (2018). Sistem perbenihan yang produktif, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung upaya peningkatan penyediaan benih padi dan peningkatan produksi beras nasional. Selain tersedia benih dalam jumlah yang cukup, untuk mendorong percepatan penggunaan benih bermutu diperlukan upaya penangkaran dan sertifikasi benih.
- ItemUji Adaptasi Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Sawah Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Seluma(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Yartiwi; Damiri, Ahmad; Firison, Jhon; Iswadi, Heryan; YahumriAbstrak Penggunaan varietas unggul baru yang adaptif merupakan salah satu teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi sawah. Tujuan pengkajian untuk melihat keraragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi sawah pada lahan tadah hujan di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Pengkajian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu varietas padi Inpari 39, 41, Situbagendit dan Ciherang (pembanding) yang masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Data yang dikumpulkan yaitu data pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan), dan komponen hasil (panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai, berat 1000 butir dan produktivitas). Data dianalisis sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Sedangkan untuk melihat pertumbuhan dan hasil secara deskriptif yaitu membandingkan hasil pengkajian dan deskripsi padi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari ketiga varietas yang diintroduksikan Inpari 39, 41 dan Situbagendit memperoleh hasil lebih tinggi bandingkan varietas Ciherang yaitu rata-rata produktivitas secara berturut 4,25 t GKG/ha, 4,5t GKG/ha, 4,36 t GKG/ha dan 3,2 t GKG/ha. Abstract The use of new varieties adaptive is one technology to increase rice productivity. The purpose of the assessment was to see the growth and yield of some new varieties of wetland paddy on rainfed land in Seluma District of Bengkulu Province. The study was conducted using Group Random Design (RAK) with single factors of Inpari 39, 41, Situbagendit and Ciherang varieties, each of which was repeated 10 times. Data collected were plant growth data and yield component. Data was analyzed variance analysis (ANOVA) and tested further with DMRT to know the difference between treatments. Meanwhile, to see the growth and the results descriptively compare the results of assessment and description of rice. The results of the study showed that from the three varieties introduced Inpari 39, 41 and Situbagendit obtained higher yields than the ciherang varieties i.e. the average productivity of 4.25 t GKG / ha, 4.5 t GKG / ha, 4.36 t GKG / ha and 3.2 t GKG/ ha.