Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Y.C. Raharjo"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengembangan Pembibitan Kelinci Di Pedesaan Dalam Menunjang Potensi Dan Prospek Agribisnis Kelinci
    (Balai Penelitian Ternak, 2005) Bram Brahmantiyo; Y.C. Raharjo
    Kelinci yang berkembang di Indonesia merupakan hasil penyebarluasan program pemerintah tahun 1980-an yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan protein hewani. Kini, perkembangannya sangat beragam sesuai dengan tujuan produksinya, yaitu dikembangkan sebagai ternak laboratorium, ternak kesayangan, ternak penghasil kulit/fur dan ternak penghasil daging. Bangsa kelinci yang umum dipelihara adalah jenis New Zealand White, Rex, Angora, Lion, Flemish Giant, dan Deutch. Sebagian besar ternak kelinci dikenal sebagai penghasil daging. Daging kelinci banyak diperjualbelikan sebagai produk sate, gulai, nugget, sosis, dan abon. Ada pula yang mengusahakan ternak kelinci sebagai kelinci hias/kesayangan dengan produknya adalah anak-anak kelinci lepas sapih bahkan sebelum sapih. Produk daging dan anakan kelinci ini pemasarannya masih terbatas di daerah-daerah kunjungan wisata dengan volume yang berfluktuasi menurut hari-hari libur. Produk lain seperti kulit/fur masih terbatas pemanfaatannya, yaitu dibuat sebagai cenderamata seperti gantungan kunci, tas tangan wanita dan topi. Pembibitan merupakan tindakan yang belum menjadi perhatian utama pemeliharaan kelinci di pedesaan. Peternak melakukan seleksi hanya berdasarkan penampilan tanpa memperhatikan sistem perkawinan dalam kelompok ternaknya sehingga banyak ditemui kelinci dengan produktivitas yang rendah. Persilangan juga kerap dilakukan dikarenakan ketiadaan pejantan atau keinginan memperoleh karakter gabungan dari dua atau lebih bangsa kelinci yang dipelihara seorang peternak. Melalui makalah ini diharapkan dapat diperoleh penjelasan detail mengenai pembibitan sehingga pada suatu ketika akan terbentuk pembibitan terakreditasi yang menghasilkan bibit-bibit kelinci sesuai dengan tujuan pemeliharaannya, apakah sebagai penghasil daging, kulit/fur, hias atau kombinasinya.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Peningkatan Produktivitas Kelinci Rex, Satin dan Persilangannya melalui Seleksi
    (Balai Penelitian Ternak, 2011) Bram Brahmantiyo; Y.C. Raharjo
    Seleksi bobot sapih pada kelinci Rex, Satin dan Persilangannya dilakukan untuk meningkatkan produktivitasnya. Data dari populasi dasar (P0), populasi terseleksi (G0) dan turunan hasil seleksi (F1) dipergunakan untuk menduga nilai heritabilitas menggunakan metode analisis tersarang (nested) dan BLUP (best linier unbiased prediction). Nilai dugaan heritabilitas bobot lahir, bobot sapih, bobot 12 minggu dan bobot 16 minggu kelinci Rex berturut-turut sebesar 0,74±0,09; 0,93±0,05; 0,81±0,09 dan 0,89±0,06. Pada kelinci Satin berturut-turut sebesar 0,96; 0,82±0,22; 0,93±0,40 dan 0,97, sedangkan pada kelinci Persilangannya berturut-turut sebesar 0,96±0,27; 0,98; 0,86±0,40 dan 0,78. Peningkatan bobot sapih kelinci terseleksi pada kelinci Rex, Satin dan Persilangannya adalah 22,77 g (3,66%); 6,83 g (1,11%) dan 65,29 g (10,67%).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback