Browsing by Author "Warsi Rahmat Atmadja"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemHama-hama Tanaman Mentha dan Pengendaliannya 103-106(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2012-07-01) Warsi Rahmat AtmadjaMentha arvensis L. merupakan salah satu tanaman herba aromatik penghasil minyak atsiri, Produk dari mentha digunakan sebagai penambah rasa pada makanan, minuman, obat, kosmetik dan produk lainnya. Kendala utama dalam budidaya tanaman mentha yaitu adanya gangguan hama dan penyakit tanaman, antara lain: ulat pemakan daun, ulat penggulung daun (Sylepta sp.), belalang, kutu putih (Planoccus sp.), rayap tanah (Coptotermes sp.) dan tungau merah (Tetranychus sp.). Rayap tanah dan tungau merah merapukan hama yang perlu diperhatikan karena populasinya relatif tinggi di lapang. Rayap tanah menyerang akar tanaman mentha sehingga akar menjadi kering dan tanaman mati. Aplikasi insektisida merupakan cara yang umum untuk mengendalikan rayap tanah. Pengendalian untuk menekan populasi hama tungau merah dapat dilakukan dengan cara, antara lain: (a) bercocok tanam, (b) penggunaan kultivar tahan, (c) pengendalian secara hayati (Biologi), (d) pengendalian secara kimiawi, atau (e) menerapkan pengendalian hama terpadu. Kata kunci: Hama, Mentha arvensis, pengendalian.
- ItemPengaruh Minyak Jahe Merah, Pala dan Selasih Terhadap Helopoltis Antonii Sign Pada Insang Alternatif ; buletin litro vol xix No 2, 2008 hlmn ;154-163(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2008-06-01) Warsi Rahmat AtmadjaKutu putih Dysmicoccus brevipes me- rupakan hama utama pada perkebunan nenas, memiliki kisaran inang yang luas (lebih dari 100 spesies tanaman). Penelitian bertujuan untuk mengetahui beberapa parameter biologi kutu putih pada tanaman nenas (Ananas comosus L. Merr.) dan kencur (Kaempferia galanga L.). Penelitian dilaksanakan sejak Mei sampai dengan Juli 2007 di laboratorium dan lapangan. Penelitian menggunakan dua jenis tanaman inang yaitu nenas dan kencur pada kondisi laboratorium. Sampel kutu putih di- ambil dari lapang dan diidentifikasi. Crawler (nimfa instar-1) dipelihara sampai menjadi imago masing-masing pada daun nenas dan rimpang kencur yang diletakkan dalam petridis. Hasil penelitian menunjukkan kutu putih dapat hidup dan berkembang pada tanaman nenas dan kencur. Nimfa mengalami tiga kali ganti kulit sebelum menjadi imago. Total lama per- kembangan nimfa sekitar 32,10± 0,33 hari pada nenas dan menunjukkan perbedaan nyata pada kencur (35,55±0,43 hari). Lama perkembangan nimfa instar-1 sekitar 11,45±0,29 hari pada nenas dan sekitar 12,95± 0,33 hari pada kencur. Lama perkembangan nimfa instar 2 sekitar 9,85±0,29 hari pada nenas dan sekitar 11,05° 0,34 hari pada kencur. Sedangkan lama per- kembangan nimfa instar 3 sekitar 10,80±0,31 hari pada nenas dan 11,55±0,20 hari pada kencur. Lama hidup imago sekitar 20,40±0,74 hari pada nenas dan 20,20±0,57 hari pada ken- cur. Hasil analisis menunjukkkan masa pra- oviposisisi dan lamanya imago meletakkan anaknya sangat dipengaruhi secara nyata oleh tanaman inang. Kata kunci: Dysmicoccus brevipes, inang, nenas, kencur, biologi