Browsing by Author "Warman, Nanang"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemBERKEBUN LADA KONSERVASI : Warta balittro No 50 tahun 2005(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2005-06-01) Warman, NanangKerusakan lahan atau degradasi lahan banyak terjadi pada lahan kering, terutama di bagian yang ditanami tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Degradasi lahan terjadi karena lahan sering terbuka oleh pekerjaan pengolahan tanah dan penyiangan bersih (Clean weeding), sehingga mudah tererosi. Sampai saat ini usaha untuk memulihkan produktifitas lahan yang telah terdegradast belum banyak dilakukan, padahal luas arealnya terus meningkat. Sementara ini petani di Lampung umumnya berkebun lada dengan jarak tanam menurut barisan tegak lurus (siku-siku) tanpa memperhatikan kemiringan lahan yang bervariasi. Hal ini cukup sulit dalam mengendalikan dan mencegah erosi dan penularan penyakit yang terbawa aliran air.
- ItemАРА КАBAR LADA "SANG LEGENDA” DI LAMPUNG : Warta Balittro Vol.31 No. 61 Juni 2014(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2014-06-01) Warman, NanangPada masa silam, ribuan tahun yang lalu, banyak saudagar Arab dan Cina yang membawa dagangan rempahrempah dari negeri antah berantah nun jauh di timur tempat matahari terbit (India) dan dibawanya ke benua kulit putih, ke arah tempat matahari terbenam. Rupanya, rempah-rempah ini sangat digemari orang-orang kulit putih (Eroра) sebagai penghangat badan di musim dingin. Hal ini pula yang membuat Ratu Issabela mengutus satria Colombus cs. untuk menjelajah samudera barat, mengarungi lautan Atlantik hingga daratan Amerika. "Wow ini India !". Oleh karena itu, orang pribumi Amerika ada yang menyebut sebagai suku indian. Karena India yang pertama ditemui (Amerika) ternyata bukan India yang dimaksud maka utusan yang lain di antaranya Magelaen dan Vasco Da Gama meneruskan pelayarannya ke selatan melewati ujung Amerika Latin, terus menyeberangi lautan Pasifik hingga ke benua Australia. Sementara, bangsa kulit putih mulai berdatangan dan tinggal di sana, yang lain (Portugis) meneruskan perjalanannya hingga sampai di kepulauan India/Nusantara. Mereka mulai memasuki pintu gerbang Sunda Kelapa untuk menancapkan kuku imperialismenya. Namun, di sana dihadang oleh Fatahillah dan kalah. Mereka pun lari ke Timor Leste.