Browsing by Author "Ulpah, Amalia"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemDinamika tingkat kemandirian pangan: implikasinya terhadap kebijakan ketahanan pangan nasional(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-08-13) Wahida; Perdana, Resty Puspa; Septanti, Kartika Sari; Suryana, Esty Asriyana; Ulpah, Amalia; Raharjo, Agus Saras Sri; Suharyono, Sri; Yuliani, FitriaKemandirian pangan adalah kemampuan suatu negara memproduksi beragam jenis pangan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk dengan harga terjangkau. Kemandirian pangan nasional sangat penting dalam menghadapi berbagai guncangan nasional dan global terhadap sistem pangan. Tulisan ini menganalisis perkembangan kemandirian pangan secara agregat dan untuk beberapa komoditas strategis sebagai bahan untuk penyusunan rekomendasi kebijakan dalam mencapai ketahanan pangan. Kajian ini dilaksanakan bulan Juli hingga Desember 2023 menggunakan data sekunder food balance sheet tahun 1961 sampai 2021 dari Food and Agriculture Organization (FAO). Hasil analisis menunjukkan kemandirian pangan Indonesia memiliki kecenderungan menurun yang diindikasikan melalui penurunan pangsa penyediaan pangan dari produksi dalam negeri, yang berpotensi mengancam kestabilan pasokan dan harga pangan akibat ketergantungan yang tinggi terhadap impor. Dalam rangka mendorong pencapaian kemandirian pangan diperlukan upaya peningkatan produksi melalui pemberian kemudahan akses terhadap input produksi, optimalisasi lahan marjinal, evaluasi dan reformulasi kebijakan perlindungan lahan, peningkatan akses petani terhadap teknologi, peningkatan peran generasi muda di bidang pertanian, serta kebijakan harga jual komoditas yang mendukung kesejahteraan petani. Upaya khusus peningkatan produksi untuk padi dengan penerapan pendekatan agroekologi, untuk jagung dengan merevitalisasi irigasi lahan kering produktif, untuk daging sapi dengan dengan transportasi berpendingin, untuk daging dan telur ayam dengan melindungi peternak kecil, dan untuk gula dengan merevitalisasi pabrik-pabrik gula. Selain itu, pemerintah perlu mempercepat diversifikasi konsumsi dan produksi pangan berbasis pangan lokal dan penguatan usahan mikro, kecil dan menengah (UMKM) pengolahan pangan. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n1.2025.37-55
- ItemPembaruan sistem perbenihan padi dan jagung mendukung ketersediaan benih bermutu(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024) Mailena, Lira; Purnomo, Maha Matahari Eddy; Ulpah, Amalia; Suharyono, Sri; Yuliani, Fitria; Raharjo, Agung Saras SriBenih unggul tanaman merupakan teknologi andalan yang memiliki kontribusi utama dalam meningkatkan produktivitas dan produksi. Oleh karena itu, sistem perbenihan tanaman harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai, berkesinambungan dan memenuhi prinsip enam tepat, yaitu tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga. Namun, permasalahan yang sering terjadi selama ini terkait dengan benih bersertifikat yang tersedia di kios-kios masih kurang jumlahnya dari kebutuhan petani. Data terbaru memperkuat kondisi faktual saat ini, penggunaan benih padi dan jagung bersertifikat di tingkat petani baru mencapai 64% dan 75% dan belum sesuai dengan target RPJMN di angka 80%. Ditelisik dari sistem perbenihan, permasalahan ini mucul akibat dari penerapan peraturan produksi dan sertifikasi benih yang belum sepenuhnya diterapkan, distribusi benih bersertifikat belum optimal dan tidak merata. Disamping itu, dari sisi petani sebagai pengguna benih memiliki preferensi kualitas benih bersertifikat kurang bagus dan tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Lokasi produsen benih yang terfokus di Pulau Jawa membuat distribusi benih ke daerah lain membutuhkan waktu lama yang akhhirnya berpengaruh pada kualitas benih yang tidak baik dan biaya pengiriman yang mahal. Permasalahan ini menjadi justifikasi dilakukannya kegiatan analisis kebijakan PSEKP berjudul Pembaruan Sistem Perbenihan Padi dan Jagung mendukung Ketersediaan Benih Bermutu. Kegiatan analisis kebijakan ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan terkait pembaruan sistem perbenihan padi dan jagung untuk menjamin ketersediaan benih bermutu mendukung peningkatan produksi tanaman pangan padi dan jagung. Adapun secara spesifik tujuan kegiatan ini adalah untuk (i) menyusun potret sistem perbenihan padi dan jagung saat ini; (ii) menyusun konsep pembaruan sistem perbenihan padi dan jagung; dan (iii) menyusun rekomendasi kebijakan sistem perbenihan padi dan jagung.