Browsing by Author "Triny S. Kadir"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemEpidemiologi, Patotipe, dan Strategi Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2012-11-13) Sudir; B. Nuryanto; Triny S. KadirPenyakit hawar daun bakteri (HDB) merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi di negaranegara penghasil padi, termasuk di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Patogen ini menginfeksi daun padi pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari pesemaian sampai menjelang panen. Gejala yang timbul pada tanaman fase vegetatif disebut kresek dan pada fase generatif disebut hawar. Apabila infeksi terjadi pada fase generatif mengakibatkan proses pengisian gabah menjadi kurang sempurna. Kehilangan hasil karena penyakit HDB bervariasi antara 15– 80%, bergantung pada stadia tanaman saat penyakit timbul. Perkembangan penyakit HDB dipengaruhi oleh lingkungan terutama kelembapan, suhu, cara budi daya, varietas, dan pemupukan nitrogen. Oleh karena itu, pengendalian yang dianjurkan adalah secara terpadu dengan berbagai cara yang dapat menekan perkembangan penyakit. Varietas tahan merupakan komponen utama dalam pengendalian penyakit HDB secara terpadu. Namun aplikasi teknologi ini terkendala oleh kemampuan patogen beradaptasi membentuk patotipe (strain) baru yang lebih virulen sehingga sifat ketahanan varietas mudah patah. Pengendalian penyakit HDB dengan penanaman varietas tahan harus disesuaikan dengan patotipe yang ada. Monitoring dan pemetaan komposisi dan penyebaran patotipe bakteri Xoo diperlukan sebagai dasar rekomendasi pengendalian penyakit HDB dengan varietas tahan sesuai dengan keberadaan patotipe di suatu tempat.
- ItemPengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Tadah Hujan(2008) Achmad Suryana; Suyamto; Husin M. Toha; Hamdan Pane; M. Yamin Samaullah; Triny S. Kadir; Agus GuswaraBuku petunjuk teknis model PTT padi sawah tadah hujan disusun berdasarkan pengalaman dalam penelitian dan pengembangan inovasi teknologi usahatani padi pada lahan sawah tadah hujan bersamaan pengembangan model PTT padi sawah irigasi. Buku petunjuk lapang ini dibuat/disusun untuk dipedomani oleh penyuluh pertanian dalam usaha meningkatkan produktivitas padi lahan sawah tadah hujan melalui pendekatan model PTT. Selain itu, buku ini diharapkan dapat pula dipakai sebagai pelengkap bahan pelatihan PTT padi lahan sawah tadah hujan, baik yang diselenggarakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) maupun oleh Dinas Pertanian di daerah.
- ItemPotensi Bakteri Endofitik Isolat Lokal Sebagai Agensia Biokontrol Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) Y. Suryadi; D.N. Susilowati; A. Akhdiya; Triny S. KadirAbstract Potency of Indigenous Endophytic Bacterial Isolates as Biocontrol Agent for Bacteria Bacterial Blight of Rice. An experiment to study the potential of endophytic indigenous bacterial isolates of ICABIOGRAD microbial germplasm collection against bacterial blight (BLB) on rice caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae has been conducted. Results revealed that the bacterial endophytic isolates were slightly reduced the length of BB lesion. The lowest length of BB lesion was obtained when the endophytic indigenous bacteria were sprayed prior the development of the disease, whilst the slower effect was obtained when the endophytic indigenous bacteria were sprayed at 1 week after inoculation (WAI). Spraying the rice leaves with E 65 and E 95 of endophytic bacteria at the bacterial concentration of 10 cfu/ml prior the development of the disease decreased the length of BB lesion by 34.37 and 30.67%, respectively, meanwhile at 4 WAI only isolates E 65 and E 66 reduced the length of BLB lesion by 16.16 and 13.89%, respectively. Abstrak Percobaan telah dilakukan untuk mengkaji potensi keefektifan agen biokontrol isolat bakteri endofitik lokal terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri endofitik mengurangi panjang gejala penyakit HDB Panjang gejala penyakit HDB terendah diperoleh kalau bakteri endofitik disemprotkan sebelum infeksi terjadi, sementara efek yang lambat terjadi kalau bakteri endofitik disemprotkan setelah terjadi penyakit untuk maksud penyembuhan (kuratif). Saat 1 minggu setelah inokulasi (MSI), bakteri endofitik isolat E 65 dan E 95 pada konsentrasi 10' cfu/ml dapat menekan perkembangan HDB pada padi varietas IR64 berturut-turut sebesar 34,37% and 30,67%, sementara pada 4 MSI, isolat E 65 dan E 66 mampu menekan panjang gejala HDB berturut-turut sebesar 16,16% dan 13,89%.