Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Titik Sundari"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Mengenal Hama Penting Tanaman Aneka Kacang dan Pengendaliannya
    (Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2023) Titik Sundari
    Tanaman aneka kacang, khususnya kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau, memiliki peranan penting dalam bidang pertanian. Dalam proses budidayanya, tanaman tersebut menghadapi berbagai gangguan organisme pengganggu tanaman, terutama hama, yang dapat menyerang pada berbagai fase pertumbuhan, mulai dari fase juvenil, vegetatif, generatif, hingga masa penyimpanan di gudang. Serangan hama dapat menyebabkan kerusakan fisik pada tanaman, menurunkan hasil produksi, bahkan mengakibatkan gagal panen apabila tidak dilakukan tindakan pengendalian yang tepat. Buku Mengenal Hama Penting Tanaman Aneka Kacang dan Pengendaliannya membahas berbagai jenis hama penting yang menyerang tanaman aneka kacang, meliputi lalat kacang, ulat grayak, ulat jengkal, ulat penggulung daun, kumbang daun, kutu kebul, thrips, ulat pemakan polong, penggerek polong, berbagai jenis kepik pengisap polong, serta hama gudang. Pembahasan mencakup bioekologi, tanaman inang, gejala serangan, dan metode pengendalian masing-masing hama. Pengendalian hama dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain penggunaan varietas tahan, pergiliran tanaman, tanam serempak, sanitasi lingkungan, pengumpulan dan pemusnahan hama, pemanfaatan musuh alami dan agen hayati, penggunaan pestisida nabati, serta aplikasi insektisida kimia sesuai kondisi serangan. Identifikasi jenis hama sebelum melakukan pengendalian menjadi langkah penting agar tindakan yang diterapkan sesuai dan efektif. Dengan memahami karakteristik, perilaku, serta gejala serangan hama, pelaku budidaya diharapkan mampu melakukan pengendalian secara tepat sehingga kerugian akibat serangan hama dapat diminimalkan dan produktivitas tanaman aneka kacang dapat ditingkatkan. Kata kunci: tanaman aneka kacang, hama tanaman, pengendalian hama, kedelai, kacang tanah, kacang hijau.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pedoman Budi Daya Ubi Kayu di Indonesia
    (IAARD Press, 2016) Nasir Saleh; Abdullah Taufiq; Yudi Widodo; Titik Sundari
    Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia yang memiliki nilai strategis sebagai sumber pangan, bahan baku industri, pakan, dan komoditas ekspor. Peningkatan produktivitas ubi kayu memerlukan penerapan teknik budi daya yang tepat, mulai dari pemilihan varietas unggul hingga penanganan hasil panen dan pemasaran. Penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan tujuan pemanfaatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi. Pedoman ini membahas berbagai aspek penting dalam budi daya ubi kayu, meliputi pemilihan varietas unggul, persiapan dan pengolahan lahan, pemilihan bahan tanam berupa stek batang, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengelolaan panen. Persiapan lahan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi gulma, sedangkan penggunaan stek yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Teknik budi daya yang tepat juga diperlukan untuk mengurangi risiko erosi, serangan hama dan penyakit, serta gangguan lainnya. Penentuan waktu panen perlu disesuaikan dengan umur varietas dan tujuan pemanfaatan karena berhubungan dengan kadar air dan kandungan pati umbi. Setelah panen, ubi kayu perlu segera ditangani dan dimanfaatkan untuk mencegah penurunan mutu dan kerusakan. Dengan menerapkan pedoman budi daya secara terpadu, diharapkan produktivitas dan kualitas ubi kayu dapat ditingkatkan sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan maupun bahan baku industri di Indonesia.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Prinsip-Prinsip Produksi Benih Kedelai
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2015-04) Didik Harnowo; Marwoto; Muchlish Adie; Titik Sundari; Novita Nugrahaeni
    Salah satu program Kementerian Pertanian pada periode 2015–2019 adalah peningkatan produksi kedelai menuju Swasembadapada tahun 2017. Program peningkatan produksi kedelai dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam melalui peningkatan indek pertanaman (IP) dan perluasan areal baru. Untuk mendukung upaya peningkatan produksi kedelai,pemerintah meluncurkan program bantuan benih kedelai bersubsidi. Bantuan benih bermutu tersebut diperuntukkan bagi petani, para penangkar, dan institusi perbenihan untuk diperbanyak dan dikembangkan lebih lanjut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas sejumlah varietas unggul baru (VUB) kedelai,tetapi yang dimanfaatkan petani masih terbatas. Oleh karena itu, perlu upaya intensif untuk mensosialisasikan VUB tersebut. Keberhasilan penyebaran VUB kedelai tidak lepas dari upaya pengembangan sistem perbenihan. Kelancaran alur perbanyakan benih, mulai dari benih penjenis, benih dasar, benih pokok sampai benih sebar sangat menentukan pengembangan dan penggunaan varietas unggul kedelai oleh petani. Buku Prinsip-Prinsip Produksi Benih Kedelai ini dibuat sebagai acuan dalam penyediaan benih kedelai, baik benih sumber maupun benih untuk pengembangan secara luas (benih sebar) oleh BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Utama (BBU), atau penangkar dalam memproduksi benih bermutu guna mendukung upaya penyediaan benih yang memenuhi syarat enam tepat dalam rangka mewujudkan swasembada kedelai pada tahun 2017.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknologi Produksi Benih Ubi Kayu
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013-12-16) Titik Sundari; Didik Harnowo
    Dalam industri perbenihan nasional, benih sumber menempati posisi strategis karena menjadi sumber bagi produksi benih kelas di bawahnya. Benih merupakan cikal bakal dari suatu kehidupan tanaman yang harus memiliki mutu genetik, fisiologis, dan fisik yang baik. Banyak faktor yang mempengaruhi proses untuk memperoleh mutu benih yang baik, yaitu faktor internal (faktor yang ada di dalam benih) dan faktor eksternal (faktor di luar benih atau lingkungan). Konsep perbenihan dan implementasi di lapangan pada beberapa komoditas di Indonesia belum berjalan dengan baik, sehingga masih perlu penyempurnaan. Dalam konsep perbenihan yang menjadi fokus utama meliputi beberapa aspek yaitu produksi, pengolahan benih,penyimpanan benih, analisis mutu benih, penanganan benih, distribusi, dan pemasaran benih. Untuk memperoleh benih yang bermutu diperlukan suatu perangkat pengolahan benih. Perangkat tersebut tercakup dalam teknologi benih, yaitu teknologi untuk memproduksi benih, menganalisis mutu benih, menyimpan, memasarkan, dan mengedarkan tanpa harus mengurangi mutunya. Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) menyusun panduan teknis produksi benih (Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubikayu) sebagai acuan untuk memproduksi benih sumber (Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubikayu) yang meliputi persiapan produksi, proses produksi, pemeliharaan mutu genetik di lapangan, dan teknologi pasca panen.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback