Browsing by Author "Syahyuti"
Now showing 1 - 20 of 28
Results Per Page
Sort Options
- Item40 Inovasi Kelembagaan Diseminasi Teknologi Pertanian: Catatan Perjalanan 40 Tahun Balitbangtan(IAARD Press, 2014) Syahyuti; Sutater, Toto; Istriningsih; Wuryaningsih, SriTahun ini Balitbangtan memasuki usia ke-empat puluh tahun, dan dalam kiprahnya telah banyak Inovasi Teknologi yang dikenalkan serta dimanfaatkan masyarakat banyak. Selain inovasi teknologi, dalam upaya percepatan penyampaian invensi ke tengah masyarakat, berbagai inovasi kelembagaan juga telah dikembangkan Balitbangtan. Inovasi kelembagaan dalam bentuk model pengembangan, telah berperan nyata dalam proses diseminasi inovasi. Ada beragam inovasi kelembagaan yang telah dimasyarakatkan dan beberapa diantaranya masih dirasakan manfaatnya sampai saat ini. Penyusunan buku 40 inovasi kelembagaan ini dimaksudkan sebagai upaya pendokumentasian semua model pengembangan yang telah dihasilkan dan diterapkan selama ini. Melalui pendokumentasian ini diharapkan didapat pembelajaran berharga bagi kegiatan sejenis ke depan, dan dapat disampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah berperan dalam pengembangan model.
- ItemAsuransi pengayom petani(IAARD Press, 2018-11-20) Sulaiman, Andi Amran; Syahyuti; Sumaryanto; Inounu, Ismeth; Balitbangtan
- ItemCetak Sawah : Jaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang(Pertanian Press, 2025) Sulaiman, Andi Amran; Husnain; Rukmalasari, Seta; Sarwani, Muhrizal; Syahyuti; Noor, Muhammad; Cahyana, Destika; Mulyani, Anny; Suryani, Erna; Alihamsyah, Trip; Sulaeman, Dede; Pandapotan, Reynold; Ridha, Muhammad Fauzan; Sukiatno, Rizky Purwantoro; Nucahya, YennySeiring dengan pertambahan penduduk di Indonesia kebutuhan pangan terutama beras pun ikut melonjak. Ironisnya, alih fungsi lahan menjadi permukiman, industri, atau infrastruktur tak terhindarkan menggerus luas area persawahan yang produktif. Jika kondisi tersebut tidak segera diatasi, dapat memicu krisis pangan nasional. Perluasan lahan sawah melalui program cetak sawah merupakan solusi jangka panjang untuk menambah lahan pertanian yang telah berkurang akibat alih fungsi lahan. Pembukaan sawah baru ini bertujuan untuk menggantikan lahan yang hilang dan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Buku "Cetak Sawah: Jaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang" memberikan uraian di balik urgensi cetak sawah dan konklusi jika program ini terlaksana dengan baik. Dalam pelaksanaan program ini, Kementerian Pertanian juga bersinergi dan berkolaborasi dengan melibatkan banyak kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya termasuk badan, lembaga, perusahaan negara, dan swasta.
- ItemCetak Sawah: Jaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Dede Sulaeman; Trip Alihamsyah; Erna Suryani; Anny Mulyani; Destika Cahyana; Muhammad Noor; Syahyuti; Muhrizal Sarwani; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya
- ItemKARAKTERISTIK, POTENSI GENERASI MILENIAL DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PERTANIAN PRESISI DI INDONESIA(PSEKP, ) Sondakh, Joula; Rembang, Janne H.W.; Syahyuti
- ItemKEDAULATAN PANGAN SEBAGAI BASIS UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL(PSEKP, ) Syahyuti; Sunarsih; Wahyuni, Sri; Sejati, Wahyuning K.; Azis, Miftahul
- ItemKORPORASI PETANI(Balittra, 2021) Syahyuti; Endro, Gunawan; Ashari; Rina, Yanti; Balai Penelitian Pertanian Lahan RawaPengembangan kawasan sentra pangan atau food estate (FE) didasarkan kepada beberapa target penting, antara lain untuk peningkatan produksi pangan nasional, memperkuat ketahanan pangan daerah, pengembangan wilayah, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Beberapa pertimbangan perlunya pengembangan FE di antaranya: (1) kebutuhan bahan pangan yang semakin meningkat akibat pertambahan penduduk; (2) berkurangnya daya pasok bahan pangan akibat alih fungsi lahan, terutama sawah-sawah irigasi untuk tujuan nonpertanian; (3) meningkatnya alokasi devisa negara untuk memenuhi kebutuhan beberapa komoditas strategis; (4) potensi lahan rawa di luar Pulau Jawa belum dimanfaatkan secara maksimal; dan (5) perlunya pelibatan investor dalam pengembangan FE.
- ItemLEMBAGA DAN ORGANISASI PETANI DALAM PENGARUH NEGARA DAN PASAR(PSEKP, ) Syahyuti
- ItemLika Liku Menumbuhkan dan Mengembangkan Kelembagaan Penyuluhan di Desa: Praktik Pendampingan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) serta Implikasi Kebijakannya ke Depan(Pertanian Press, ) Syamsuddin; Syahyuti; Alif Tianazis; Iman Priyadi; Reksa Muhamad Gumilar; Lingga Agnesia; Agustinus Situmorang; Hatyanta Pradhipta; Miskat Ramdhani; Titim Rahmawati; Harmi Andryanita; Enti Sirnawati; Ume Humaedah; Juznia Andriani
- ItemLika-Liku Menumbuhkan dan Mengembangkan Kelembagaan Penyuluhan di Desa: Praktik Pendampingan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) Serta Implikasi Kebijakannya Ke Depan(Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian, 2025) Syamsuddin; Ume Humaedah; Enti Sirnawati; Harmi Andryanita; Titim Rahmawati; Miskat Ramdhani; Reksa Muhamad Gumilar; Hatyanta Pradhipta; Agustinus Situmorang; Lingga Agnesia; Iman Priyadi; Alif Tianazis; Syahyuti; Juznia AndrianiSecara konseptual, penyuluhan pertanian memegang peran strategis dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendorong pembangunan perdesaan yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses informasi, rendahnya adopsi teknologi, dan kurangnya sinergi kelembagaan masih sering ditemui di lapangan. Kehadiran Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) sebagai wadah partisipatif diharapkan dapat menjadi solusi dalam memperkuat kolaborasi antara penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan lainnya. Buku ini tidak hanya memaparkan pendekatan pendampingan dalam mengembangkan Posluhdes, tetapi juga memberikan analisis mendalam tentang implikasi kebijakan ke depan. Saya mengapresiasi kerja keras penulis dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini, yang tentunya akan menjadi referensi berharga bagi para penyuluh, akademisi, pelaku pembangunan perdesaan, dan pemangku kebijakan. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas penyuluhan pertanian dan penguatan kelembagaan di desa.
- ItemMaster Plan Pengembangan Pertanian Presisi(Agro Indo Mandiri dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, 2023) Jamil. Ali; Hermanto; Rahmanto; Prabowo, Agung; Alihamsyah, Trip; Hadi, Prayogo U.; Hendayana, Rachmat; Syahyuti; Kustiari, Reni; Rahmarestia, Elita; Trimulyantara, FX. Lilik; Suparlan; Budiarti, Uning; Lugan, Alkasuma; Pitoyo, JokoPertanian presisi sebagai salah satu model pertanian modern berbasis smart farming, konsepnya akan mengubah pola pengelolaan pertanian konvensional menjadi lebih produktif dan efisien melalui sistem otomatisasi kontrol serta monitoring memanfaatkan teknologi Internet of Thing (IoT) mengacu pada: (a) Management Information System (MIS), (b) Precission Agriculture (PA) dan (c) Cyber Physical System (CPS). Pengembangan pertanian presisi akan menjadi solusi mengatasi tantangan pembangunan pertanian yang semakin kompleks, karena deraan perubahan iklim, degradasi dan alih fungsi lahan, serangan hama penyakit serta munculnya isu ketidakpastian keberlanjutan produksi pangan dan pertanian.
- ItemMemahami, Mendalami, dan Menawarkan Solusi Masalah Petani, Pertanian dan Pedesaan: Sinopsis Hasil Penelitian PSE-KP Periode 1976-2012(IAARD Press, 2013) Syahyuti; Ashari; Agustin, Nur Khoiriyah; Nuryanti, Sri; Arrozi, Ahmad MakkySetelah tiga puluh tujuh tahun berkiprah, kini saatnya PSE-KP melakukan refleksi dengan mempertimbangkan berbagai lingkungan strategis yang ada, tantangan yang harus dihadapi ke depan, serta kapasitas yang ada saat ini. Penyusunan buku ini merupakan satu agenda dari rangkuman kegiatan Badan Litbang Pertanian dalam acara “Empat Puluh Tahun Badan Litbang Pertanian”. Buku yang berisi rangkuman penelitian-penelitian PSE-KP dari tahun ke tahun selama 37 tahun ini yang disusun atas topik-topik utama merupakan sumbangan penting untuk kemajuan pengetahuan sosial ekonomi pertanian di Indonesia, yang selama ini cenderung berjalan secara kurang terintegrasi. Jika seluruh lembaga penelitian sosial ekonomi di Indonesia melakukan hal serupa, maka akan diperoleh sebuah peta pengetahuan sosial ekonomi yang komprehensif, sehingga ke depan penelitian-penelitian di kementerian teknis, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga penelitian swasta lain dapat berjalan secara lebih sistematis.
- ItemOptimasi Lahan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Dede Sulaeman; Muchrizal Sarwani; Erna Suryani; Anny Mulyani; Syahyuti; Andi Herindra Rahmawan; Hendri Sosiawan; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya
- ItemPERAN JARINGAN KOMUNIKASI SEBAGAI ELEMEN PENTING DALAM PENGEMBANGAN KORPORASI PETANI DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR(PSEKP, ) Anggreany, Shinta; Sumardjo; Lubis, Djuara; Syahyuti
- ItemPERAN MODAL SOSIAL (SOCIAL CAPITAL) DALAM PERDAGANGAN(PSEKP, ) Syahyuti
- ItemPompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Syahyuti; Rima Purnamayani; Rahmanto; Hendri Sosiawan; Setyono Hari Adi; Trip Alihamsyah; Budi Kartiwa; Asmarhansyah; Dani Gartina; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya
- ItemPompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan(Pertanian Press, 2025) Rizky Purwantoro Sukiatno; Andi Amran Sulaiman; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Syahyuti; Rima Purnamayani; Rahmanto; Hendri Sosiawan; Setyono Hari Adi; Trip Alihamsyah; Budi Kartiwa; Asmarhansyah; Dani Gartina; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny NucahyaBeberapa tahun belakangan, dunia sedang menghadapi krisis pangan global yang dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu perubahan iklim ekstrem, pandemi COVID-19, dan konflik antarnegara. Ketiga fenomena ini sangat memengaruhi stabilitas pangan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pertanian melalui kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pompanisasi. Program ini muncul sebagai solusi krusial untuk membantu petani mengatasi kesulitan air akibat perubahan iklim ekstrem, memastikan pasokan air yang cukup untuk budidaya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Penanaman (IP) dan produktivitas pertanian. Pompanisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga mengurangi tekanan gulma dan penyakit, meminimalkan kehilangan pupuk, dan menghemat tenaga kerja melalui sistem yang dapat diotomatisasi. Buku “Pompanisasi, Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan” ini akan memberikan pemahaman mengenai urgensi program pompanisasi, tantangan ketersediaan air, implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan produksi, hingga inovasi masa depan dan upaya keberlanjutan program ini.
- ItemRagam Pemikiran Menjawab Isu Aktual Pertanian(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2018) Sudaryanto, Tahlim; Syahyuti; Suryani, Erma; Ariningsih, EningPerumusan kebijakan pertanian yang baik memerlukan dukungan hasil penelitian yang kredibel (research policy linkages). Namun dalam kenyataannya, hasil-hasil penelitian belum berhasil memberikan pengaruh yang kuat terhadap perumusan kebijakan untuk merespon isu tertentu. Buku ini menyajikan sepuluh topik pilihan yang terkait dengan kebijakan pertanian, mulai dari aspek hulu sampai hilir. Topik-topik kebijakan yang dibahas secara khusus berkaitan dengan tiga komoditas unggulan, yaitu beras, daging sapi, dan kelapa sawit. Perumusan kebijakan merupakan elemn kunci dalam kerangka pembangunan, termasuk dalam sektor pertanian. Terkait sektor pertanian, pemerintah memegang peranan kunci dalam merumuskan kebijakan yang secara ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat mendorong perkembangan kehidupan petani kecil.