Browsing by Author "Swamy, Mallikarjuna"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemGalur-galur Padi Berkadar Zink Tinggi Beradaptasi Baik Pada Ekosistem Dataran Tinggi di Karanganyar, Jawa Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Barokah, Umi; Susanto, Untung; Swamy, Mallikarjuna; W. Djoar, Djati; ParjantoAbstrak Zink merupakan zat gizi mikro yang mutlak dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh. Angka Kecukupan Gizi (AKG) zink untuk wanita adalah: 9-12 mg/hari dan 12-17 mg/hari untuk pria (tergantung kelompok umur). Gejala kekurangan Zink baik sedikit maupun banyak dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, eksim, rambut rontok, tertundanya kematangan seksual dan gangguan perkembangan mental. Biofortifikasi Zn (perakitan varietas dengan kandungan Zn tinggi) pada padi diharapkan dapat efektif, efisien, masif, dan sekaligus berkelanjutan untuk mengatasi masalah malnutrisi zink. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotype padi yang berkadar zink tinggi dan berdaya hasil tinggi sehingga prospektif untuk diusulkan dilepas sebagai varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi. Pengujian dilakukan di desa Karang, Kecamatan Karang Pandan, Karanganyar dengan ketinggian ±830 meter di atas permukaan laut pada bulan Februari-Juni 2017. Sebanyak sepuluh galur dan dua varietas pembanding (Ciherang dan Inpari 5 Merawu) diuji dalam penelitan ini. dengan Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali pada plot berukuran 4 m x 5 m dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm menggunakan teknik tanam pindah pada bibit umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe yang diuji memiliki perbedaan pada karakter kandungan Zink, Fe pada beras peah kulit, tinggi tanaman vegetatif dan generatif, jumlah anakan vegetatif, umur berbunga 50%, umur masak fisiologis, jumlah gabah isi/malai, berat gabah isi/rumpun, jumlah gabah hampa/malai, seed set (fertilitas) dan berat 1000 butir. Galur IR 97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 prospektif diusulkan untuk dilepas menjadi varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi karena memiliki kandungan zink (43,05 ppm) dan hasil (2,44 ton/ha) yang lebih tinggi dari pembanding terbaik Ciherang (30,08 ppm dan 2,34 ton/ha). Abstract Zinc is a micronutrient that is absolutely necessary for growth. The zinc sufficiency (AKG) for women is: 9-12 mg / day and 12-17 mg / day for men (depending on age group). Symptoms of Zink deficiency in both small and large can lead to stunted growth, eczema, hair loss, delayed sexual maturity and mental development disorders. Therefore, Zn biofortification into rice would be effective, efficient, massive, and sustainable to overcome Zn deficient. This research aims to identify rice lines having high Zn content and yield for further effort in releasing variety. The research was conducted in Karang Village, Karang Pandan Sub district, Karanganyar with an altitude of ± 830 meters above sea level in February June 2017. Ten lines and two check varieties, (Ciherang and Inpari 5 Merawu) were tested in Randomized Complete Block Design with four replications in 4 m x 5 m plots on 25 cm x 25 cm planting space of. Transplanting was done at 28 days old seedlings. The results showed that the tested genotypes had differences on character Zn and Iron (Fe) content in brown rice grains, plant high vegetative and generative phase, number of tillers productive vegetative phase, heading date, harvest age, filled and un-filled grain/panicle, weight filled grain/plant, seed set (fertility) and 1000-grain weight. The IR 94477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 was the most prospective line which can be proposed to be released as new high-yielding rice varieties. This line had high zinc content (43.05 ppm) and yield (2.44 tons/ha) out yielded the best check, Ciherang (30.08 ppm and 2.34 tons/ha).