Browsing by Author "Sutrasman"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemSERANGAN HAMA Cricula trifenestrata PADA TANAMAN KAYU MANIS DI KEBUN PERCOBAAN CICURUG, SUKABUMI : Warta balittro No. 60 tahun 2013(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-12-01) Tarigan, Nurbetti; Sutrasman; Cipta, HendraTanaman kayu manis (Cinnamomuт spp.) merupakan tanaman rempah yang penting di Indonesia. Di Indonesia terdapat banyak jenis/spesies kayu manis, tetapi hanya empat di antaranya yang banyak dibudidayakan, yaitu Cinnamomum burmanni C. Ness (Syn. Laurus burmanni C. Ness & T. Nees, Cinnamomum mindanaense Elmer), (2) Cinnamomum cassia JS Presl (Syn. Laurus cassia L, Cinnamтотит aromaticum C. Nees), (3) Cinnamomит loureiri C. Nees (Syn. Cinnaатотит obtusifolium (Roxb) C.Ness), dan (4) Cinnamomum verum (Syn. Cinnamomum zeylanicum Blume, Laurus cinnamomum L) (Windadri dan Rahayu, 1999). Di Indonesia, C. burmanni merupakan jenis yang banyak dibudidayakan dan dikenal sebagai "Padang cassia atau cassia vera. Kebun Percobaan (KP) Cicurug, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Kebun tersebut terletak pada ketinggian ±550 m di atas permukaan air laut, dengan tipe iklim dan tanah yang sesuai untuk konservasi tanaman obat dan atsiri. Salah satu tanaman yang ada di KP Cicurug adalah tanaman kayu manis. Salah satu masalah dalam budi daya tanaman adalah adanya serangan hama. Ulat Cricula trifenestrata adalah hama penting yang menyerang tanaman jambu mete. Hama ini mulai muncul pada musim hujan. Ulatnya sangat rakus dan mampu menggunduli daun jambu mete dalam areal yang cukup luas dan dalam waktu yang relatif singkat. Walaupun serangan tidak mematikan tanaman, tanaman yang diserang dapat pulih kembali, akan tetapi produksinya menurun bahkan dapat berhenti beberapa waktu (Munaan dan Wikardi, 1990).
- ItemTEKNIK ISOLASI JAMUR PHҮТОРНTHORA LADA : Warta Balittro No. 56 Tahun 2011(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-12-01) SutrasmanPenyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada tanaman lada, disebabkan oleh Jamur Phytophthora capsici (Manohara 2007). Jamur ini termasuk jamur tular tanah yang berukuran sangat kecil, tidak bisa dilihat secara kasat mata (tanpa bantuan mikroskop). Perkembang biakannya dengan dua cara, aseksual dan seksual, cara aseksual menghasilkan zoospora, dan cara seksual menghasilkan oospora (Manohara et al. 2006) Pada tanaman lada patogen penyakit ini bisa menyerang pada semua bagian tanaman diantaranya: pada perakaran atau pangkal batang, dan pada daun, tetapi yang membahayakan serangan pada pangkal batang (Wahyuno et al. 2009). Selain itu, ancaman P. capsici dapat terjadi saat tanaman lada umur muda (pembibitan) sampai dengan tanaman umur produksi (Manohara et al. 2005). Penularan dari tanaman satu ke tanaman lainnya bisa melalui: tanah, aliran air, peralatan pertanian, percikan air hujan, dan kaki-kaki manusia atau binatang. Serangan pada pangkal batang tanaman lada, akan menyebabkan tanaman layu dan akhirnya mati karena kerusakan pada jaringan pangkal batang.