Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sutoro"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Evaluasi Arsitektur Tanaman Pada Plasma Nutfah Padi Gogo Lokal
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Nurmalita Andarini, Yusi; Afza, Higa; Risliawati, Andari; Sutoro
    Abstrak Padi gogo merupakan tanaman alternatif strategis yang dapat ditanam di lahan kering yang tersebar cukup luas di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya adalah dengan pendekatan ideotipe tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter arsitektur kanopi tanaman dari plasma nutfah padi gogo lokal yang berpotensi untuk digunakan sebagai tetua dalam program pemuliaan. Sebanyak 100 aksesi plasma nutfah padi gogo lokal koleksi Bank Gen BB Biogen diidentifikasi arsitektur tanamannya. Identifikasi meliputi pengukuran indeks pencar batang (IPB), indeks bentuk kerampingan (IBK), dan indeks ketegakan daun (IKD). Hasilnya menunjukkan nilai terkecil IPB (0.23) dimiliki oleh aksesi Slegreng I asal Jawa Tengah dan nilai terbesar IPB (0.76) dimiliki oleh aksesi Padai Jata asal Kalimantan Timur. Hasil pengamatan pada IBK menunjukkan nilai terkecil (0.45) dimiliki oleh aksesi Pudat A2 asal Jawa Tengah dan nilai tertinggi (1.54) dimiliki oleh aksesi Ketan Super asal Banten. Pada nilai IKD, aksesi Rangkat B asal NTT memiliki nilai IKD terkecil (0.98) dan aksesi Jawa Wakai asal Kalimantan Timur memiliki nilai IKD tertinggi (1.47). Informasi mengenai IPB, IBK, dan IKD pada padi gogo lokal dapat digunakan lebih lanjut oleh para pemulia untuk merakit varietas padi gogo lokal baru dengan arsitektur tanaman yang dikehendaki. Abstract Upland rice can be used as an alternative plant for drought ecosystem since this area are available widely in Indonesia. In order to increase its productivity, an approach to the plant ideotype can be applied in the breeding programmed. The objective of this study was to identify the characteristics of plant canopy architecture from 100 local upland rice accessions of BB Biogen gene bank. The identification was including measurement of stem-spreaders (IPB), shoot-slenderness index (IBK), and leaf-erectness index (IKD). The results showed two accessions from Central Java had the least value of IPB and IBK, i.e. Slegreng I (0.23) and Pudat A (0.45) respectively. Two accessions from East Kalimantan had the highest value of IPB and IKD, i.e. Padai Jata (0.76) and Jawa Wakai (1.47) respectively. Whereas the highest value of IBK was expressed by Ketan Super (1.54) from Banten and the least value of IKD was expressed by Rangkat B from NTT (0.98). The information about IPB, IBK, and IKD of local upland rice can be used further for breeders to select the appropriate parents for crossing in the breeding programmed. Thus, a better upland rice variety with preferential plant architecture can be developed.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Kajian Penyediaan Varietas Jagung untuk Lahan Suboptimal
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2012-10-19) Sutoro
    Jagung varietas hibrida dan komposit dibudidayakan pada berbagai tipe lahan dan jenis tanah, di lahan kering/tegalan dan lahan sawah, sering pada kondisi suboptimal. Masalah kekeringan, kemasaman, dan tingkat kesuburan tanah yang rendah dapat diatasi dengan perbaikan teknik budi daya tanaman. Alternatif lain untuk mengatasi masalah tersebut adalah menanam varietas unggul yang toleran terhadap cekaman kekeringan, kemasaman, dan kesubuan tanah yang rendah. Belum banyak varietas jagung yang dihasilkan adaptif pada lingkungan suboptimal. Perakitan varietas unggul jagung, baik hibrida maupun komposit, hendaknya mempertimbangkan kesesuaian varietas pada lingkungan yang spesifik. Jagung hibrida memiliki potensi hasil yang lebih tinggi daripada jagung bersari bebas, tetapi jagung komposit memiliki adaptasi terhadap lingkungan yang lebih beragam. Revitalisasi penyediaan varietas unggul jagung komposit (sintetik dan bersari bebas) diperlukan mengingat kontribusi jagung komposit yang tidak kecil dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Benih jagung unggul yang adaptif pada lahan suboptimal (kekeringan, masam, dan kesuburan rendah) perlu diproduksi dan didistribusikan secara optimal dengan melibatkan berbagai pihak sehingga petani mudah mendapatkan benih varietas unggul
  • No Thumbnail Available
    Item
    Manajemen Benih Plasma Nutfah Tanaman Pangan
    (BB Biogen, 2005) Sutoro; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
    Konservasi plasma nutfah tanaman berbiji dapat dilakukan secara ex situ dengan cara menyimpan benih dalam ruang dingin. Dalam rangka menjaga kelestarian plasma nutfah yang disimpan maka perlu dilakukan monitoring viabilitas benih secara periodik. Masalah yang dihadapi dalam penyimpanan benih dalam ruangan dingin, yaitu fasilitas listrik sering tidak kontinu sehingga akan mengganggu suhu dan kelembaban yang dapat mempengaruhi viabilitas benih yang disimpan. Berdasarkan informasi viabilitas benih dari hasil monitoring tersebut maka dapat ditentukan aksesi-aksesi plasma nutfah yang perlu segera direjuvenasi kembali. Kegiatan uji daya tumbuh dilaksanakan di Laboratorium Bank Gen dan Genetika Tanaman BB-Biogen Bogor. Sistem database manajemen benih disusun dengan menggunakan software Microsoft-ACCESS. Hasil pengamatan daya tumbuh benih plasma nutfah dari hasil panen tampaknya banyak yang tidak memenuhi persyaratan untuk disimpan sebagai konservasi ex situ. Oleh karena itu, perlu segera direjuvenasi lagi. Selain faktor tempat penyimpanan benih, faktor penanganan prosesing perlu mendapat perhatian yang lebih intensif. Monitoring benih plasma nutfah perlu dilakukan secara terus menerus agar koleksi benih dapat dipertahankan dan dapat dilestarikan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Metode Kuantifikasi Peubah Biometrik Tanaman Pangan
    (Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, 1997) Sutoro; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
    Quantification Methods of Biometrical Plants Characters. Sutoro. Observation on characters consume much time and cost, especially in the research involving many unit of experiments. Therefore, quantification of plant characters method reducing time and cost necessary to be studied. Leaf area of corn at the flowering stage under optimum condition could be estimated by Y = 4.1844 (PxL)6 for plant with 8 leaves, Y = 5.0390 (PxL)5 for plant with 9 leaves, Y = 5.4416 (PxL)6 for plant with 10 leaves, Y = 6.3911 (PxL)7 for plant with 11 leaves, Y = 6.7134 (PxL)7 for plant with 12 leaves, Y = 6.7892 (PxL)e for plant with 13 leaves, Y = 7.1198 (PxL)9 for plant with 14 leaves, Y = 7.7282 (PxL)9 for plant with 15 leaves, (PxL), = leaf length x width at i-position (flag leaf = first position). Leaf area estimation on cassava by using Y = 0.8077 (PxLxn)08946 where PxLxn = product of maximum leaf length, width and number of lobe. Estimation of leaf area on sweet potato Y = 0.8 (PxL) for heart type's leaf, P = leaf length and L = maximum width, while star type's leaf by using Y = 0.47(PxL)11 P = leaf length and L = leaf width at the middle part. Leaf area estimation of soybean is Y = 2.1368 (PxL)09737 PxL = leaf length x maximum width of terminal leaf of trifoliate. Leaf area of mungbean is Y = 2.0235 (PxL)0'9 , PxL = leaf length x width of terminal leaf. Leaf area of peanut could be estimated by using leaf length (P) and maximum width (L) of left or right side on lower part of tetrafoliate by using formula Y = 4.1553 (PxL)094. Missing hills on soybean up to 15% under optimum condition doesn't effect to the grain yield. Corn plant which existing more than 5% of missing hills will effect to the grain yield. Image analysis could be used to quantified of morphological plant characters accurately.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Perencanaan Penelitian dan Analisis Data
    (Balitbangtan, 2017-11-20) Sutoro; Sumarno; Editor, Haris Syahbuddin; Balitbangtan

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback