Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sunandar, Bambang"

Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Budidaya Jamur Merang
    (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, 2010) Sunandar, Bambang
    Petunjuk teknis Budidaya Jamur Merang disusun untuk memenuhi banyaknya permintaan mengenai budidaya jamur. Budidaya jamur saat ini menunjukkan peningkatan yang pesat, khususnya budidaya jamur merang. Jamur merang mempunyai keunggulan dapat tumbuh pada media limbah, karena jamur merang ini dapat mendegradasi limbah organik. Sasaran petunjuk teknis Budidaya Jamur Merang ini adalah para penyuluh pertanian, para penyuluh swadaya, pelaku utama usahatani, dan peminat lainnya, sebagai bahan informasi untuk penerapan teknologi budidaya jamur merang dan bahan penyebaran informasi kepada kelompoktani dan anggotanya.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Efektivitas Pelatihan Tanam Jajar Legowo 2:1 Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Kelompok Jasa Tanam Padi Di Kabupaten Subang Jawa Barat
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Kurnia; Sunandar, Bambang; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
    Implementasi penerapan teknologi tanam Jarwo 2:1 di lapangan dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi dan budaya petani dan atau buruh tani kelompok jasa tanam padi. Keberadaan dan keterampilan kelompok jasa tanam sangat menentukan terhadap penerapan teknologi Jarwo 2:1 di tingkat lapangan. Salah satu upaya agar penyebaran jajar legowo 2:1 dapat berlangsung secara cepat yaitu disebarkan melalui tenaga kerja jasa tanam yang melakukan kegiatan penanaman padi di lahan petani. Agar kelompok jasa tanam terampil dalam menerapkan tanam jajar legowo 2:1 diperlukan upaya-upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja jasa tanam melalui pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan tanam jajar legowo 2:1 terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok jasa tanam padi. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Subang pada musim tanam MK.I 2015, dengan Metode sebelum (before) dan Sesudah (after),pengumpulan data dilakukan terhadap 15 orang responden jasa tanam padi dan analisis data menggunakan uji-t untuk dua sampel berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan skor pengetahuan rata-rata setelah pelatihan yaitu sebesar 0,56 poin (4,66%) dan hasil perhitungan menunjukan nilai [t- hitung] < t-tabel = - 3,8656< 2,120, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Pelatihan tanam jajar legowo 2:1 meningkatkan keterampilan jasa tanam yaitu dapat mengurangi waktu tanam selama 46 menit dari waktu tanam sebelum mendapatkan pelatihan, karena jasa tanam terampil maka akan terjadi efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja tanam.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Efektivitas Pelatihan Tanam Jajar Legowo 2:1 Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Kelompok Jasa Tanam Padi Di Kabupaten Subang Jawa Barat
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Kurnia; Sunandar, Bambang; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
    Implementasi penerapan teknologi tanam Jarwo 2:1 di lapangan dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi dan budaya petani dan atau buruh tani kelompok jasa tanam padi. Keberadaan dan keterampilan kelompok jasa tanam sangat menentukan terhadap penerapan teknologi Jarwo 2:1 di tingkat lapangan. Salah satu upaya agar penyebaran jajar legowo 2:1 dapat berlangsung secara cepat yaitu disebarkan melalui tenaga kerja jasa tanam yang melakukan kegiatan penanaman padi di lahan petani. Agar kelompok jasa tanam terampil dalam menerapkan tanam jajar legowo 2:1 diperlukan upaya-upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja jasa tanam melalui pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan tanam jajar legowo 2:1 terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok jasa tanam padi. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Subang pada musim tanam MK.I 2015, dengan Metode sebelum (before) dan Sesudah (after), pengumpulan data dilakukan terhadap 15 orang responden jasa tanam padi dan analisis data menggunakan uji-t untuk dua sampel berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan skor pengetahuan rata-rata setelah pelatihan yaitu sebesar 0,56 poin (4,66%) dan hasil perhitungan menunjukan nilai [t-hitung]
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Kaji Terap Pemanfaatan Biochar untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan NPK & Produktivitas Jagung di Lahan Kering
    (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, 2018) Sutrisna, Nana; Prawiranegara, Darojat; Sunandar, Bambang; Diwa, AdhityaTri; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat
    Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai arti penting bagi masyarakat baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi maupun dari kandungan gizinya. Usaha untuk meningkatkan hasil pertanian terutama jagung sampai saat ini masih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Dilain pihak, lahan pertanian semakin berkurang kapasitasnya dalam mendukung pemenuhan hara bagi tanaman. Selain itu, kondisi alam yang tidak menentu akibat dari pemanasan global membuat usaha-usaha pertanian perlu mencari suatu teknologi yang dapat menghadapi hal tersebut. Salah satu teknologi tersebut adalah teknologi "Biochar". BPTP Jawa Barat memiliki peran sangat strategisdalam mendukung Program Swasembada jagung di Jawa Barat. BPTP Jawa Barat merupakan sumber inovasi teknologi bagi petani, sehingga harus menghasilkan teknologi yang dapat mendorong pencapaian tujuan dan sasaran peningkatan produktivitas jagung nasional. Oleh karena itu, dilaksanakannya kaji terap pemanfaatan Biochar untuk meningkatkan efisiensi pemupukan NPK dan produktivitas jagung di lahan kering di lokasi sentra produksi jagung ditujukan untuk menghasilkan dan mengembangkan teknologi budidaya jagung spesifik lokasi. Sebagai acuan dalam pelaksanaan Kaji terap maka disusun Petunjuk Teknis (Juknis). Penyusunan berpedoman pada pedoman umum PTT jagung dari Puslitbang Tanaman Pangan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Produktivitas dan Nilai Ekonomis Varietas Unggul Baru Padi Sawah di Kabupaten Bogor
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Kurnia; Sunandar, Bambang; Sinaga, Anna
    Abstrak Varietas unggul baru (VUB) padi sawah yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian masih belum dikenal secara luas di kalangan petani. Oleh itu, untuk menderaskan diseminasi varietas tersebut di tingkat petani, perlu dilakukan kajian di lahan kelompok tani dan untuk memberikan gambaran mengenai performa pertumbuhan, produktivitas serta nilai ekonomis berbagai varietas unggul baru padi tersebut. Pengkajian VUB dilakukan pada lahan milik petani di Kelompok Tani Medal Sari, Desa Cibeber, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Waktu pelaksanaan yaitu pada MKI mulai bulan Juni sampai dengan Oktober 2016. Lahan yang digunakan seluas 1 ha atau masing-masing 0,25 ha per varietas. Varietas unggul baru padi sawah yang digunakan dalam pengkajian adalah Inpari 30, Inpari 31, dan Inpari 32. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan diulang sebanyak tujuh kali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produktivitas paling tinggi adalah Inpari 30 sebesar 7,2 ton/ha, selanjutnya Inpari 32 sebesar 6,2 t/ha, dan Ciherang sebesar 6,1 t/ha dan Inpari 31 sebesar 6,0 t/ha. Untuk analisis usahatani varietas Inpari 30 mempunyai nilai R/C paling tinggi yaitu 2,11. Abstract The new improved varieties (VUB) of rice paddy produced by IAARD are still not widely known among farmers. Therefore, to strengthen the dissemination of these varieties at the farm level, it is necessary to conduct a study on farmer group land and to provide an overview of the growth performance, productivity and economic value of the new improved varieties of rice. The VUB assessment was conducted on farmer’s land in Medal Sari Farmer Group, Cibeber Village, Leuwiliang District, Bogor Regency. The execution time is at MKI from June to October 2016. The land used is 1 ha or each 0.25 ha per varieties. New varieties of paddy rice used in the study were Inpari 30, Inpari 31, and Inpari 32. The research method used was a randomized block design with four treatments and repeated seven times. The results showed that the highest productivity was Inpari 30 of 7.2 tons/ha, then Inpari 32 was 6.2 t/ha and Ciherang was 6.1 t/ha and Inpari 31 was 6.0 t/ha. For analysis of Inpari 30 varieties, the highest R/C value is 2.11.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Produktivitas dan Nilai Ekonomis Varietas Unggul Baru Padi Sawah di Kabupaten Bogor
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Kurnia; Sunandar, Bambang; Sinaga, Anna
    Abstrak Varietas unggul baru (VUB) padi sawah yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian masih belum dikenal secara luas di kalangan petani. Oleh itu, untuk menderaskan diseminasi varietas tersebut di tingkat petani, perlu dilakukan kajian di lahan kelompok tani dan untuk memberikan gambaran mengenai performa pertumbuhan, produktivitas serta nilai ekonomis berbagai varietas unggul baru padi tersebut. Pengkajian VUB dilakukan pada lahan milik petani di Kelompok Tani Medal Sari, Desa Cibeber, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Waktu pelaksanaan yaitu pada MKI mulai bulan Juni sampai dengan Oktober 2016. Lahan yang digunakan seluas 1 ha atau masing-masing 0,25 ha per varietas. Varietas unggul baru padi sawah yang digunakan dalam pengkajian adalah Inpari 30, Inpari 31, dan Inpari 32. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan diulang sebanyak tujuh kali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produktivitas paling tinggi adalah Inpari 30 sebesar 7,2 ton/ha, selanjutnya Inpari 32 sebesar 6,2 t/ha, dan Ciherang sebesar 6,1 t/ha dan Inpari 31 sebesar 6,0 t/ha. Untuk analisis usahatani varietas Inpari 30 mempunyai nilai R/C paling tinggi yaitu 2,11. Abstract The new improved varieties (VUB) of rice paddy produced by IAARD are still not widely known among farmers. Therefore, to strengthen the dissemination of these varieties at the farm level, it is necessary to conduct a study on farmer group land and to provide an overview of the growth performance, productivity and economic value of the new improved varieties of rice. The VUB assessment was conducted on farmer’s land in Medal Sari Farmer Group, Cibeber Village, Leuwiliang District, Bogor Regency. The execution time is at MKI from June to October 2016. The land used is 1 ha or each 0.25 ha per varieties. New varieties of paddy rice used in the study were Inpari 30, Inpari 31, and Inpari 32. The research method used was a randomized block design with four treatments and repeated seven times. The results showed that the highest productivity was Inpari 30 of 7.2 tons/ha, then Inpari 32 was 6.2 t/ha and Ciherang was 6.1 t/ha and Inpari 31 was 6.0 t/ha. For analysis of Inpari 30 varieties, the highest R/C value is 2.11.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback