Browsing by Author "Suliansyah, Irfan"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemEksplorasi Dan Identifikasi Potensi Padi Gogo Beras Merah Lokal Sumatera Utara Dalam Upaya Perbaikan Sumber Daya Genetik(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) S. Budi, Rahmad; Suliansyah, Irfan; Yusniwati; SobrizalAbstrak Plasma nutfah adalah sumber daya alam yang sangat penting dan merupakan modal dasar yang diperlukan dalam mengembangkan industri pertanian. Upaya untuk memenuhi kebutuhan beras penduduk mendapat tantangan berat mengingat varietas unggul padi yang tersedia hanya sedikit yang mampu beradaptasi baik dan bertahan lama. Produktivitas nasional padi gogo di negara ini masih rendah yaitu 3,35 t/ha. Salah satu upaya untuk peningkatan produksi dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan adalah dengan cara konservasi. Agar plasma nutfah dapat lebih diberdayakan maka perlu dilakukan cara konservasi yang lebih dinamis seperti pelestarian in situ (on farm) dan ex situ conservations. Penelitian dilaksanakan di Sumatera Utara sejak 2015 melalui studi literatur, wawancara dan kunjungan ke ladang petani di Kabupaten yang merupakan daerah penghasil padi dan mempunyai potensi keberadaan padi gogo beras merah lokal (Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Tanah Karo, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Dairi, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Nias Selatan, dan Samosir). Kultivar yang dikumpulkan, diidentifikasi dan dikoleksi/disimpan dalam lemari pendingin. Informasi yang diperoleh yaitu kondisi lingkungan, sistem usaha tani, karakter petani, dan kondisi pertanaman, serta karakter agronomis, morfologi, dan produksi. Hasil diperoleh: 1). Kebanyakan kultivar ditemukan pada wilayah dengan ketinggian sedang sampai tinggi (400 – 1500) MDPL, topografi datar, bergelombang hingga berbukit; 2). Semua kultivar yang didapat bervariasi umur panennya berkisar antara 150 sampai 180 hari (kategori dalam); 3). Produksi per hektar tergolong rendah hingga sedang (1,0 – 3,5 t/ha); dan 4) Gabah yang didapat terdiri dari: berat 1000 butir antara 20 – 27 g, dengan bentuk dan warna gabah bervariasi. Selanjutnya dilakukan upaya penyimpanan dan pemantapan dalam upaya perbaikan genetik. Abstract Genetic resources (GR) is a very important natural resource and is the basic capital needed in developing the agricultural industry. Efforts to meet the rice needs of the residents are facing severe challenges given the high yielding varieties of rice that are available only a few are able to adapt well and last long. The national productivity of upland rice in this country is still low at 3.35 t / ha. One of the efforts to increase production in support of food security and sustainable agriculture is by conservation. In order for GR to be more empowered, it is necessary to do more dynamic ways of conservation such as in situ conservation (on farm) and ex situ conservation. The study was conducted in North Sumatra since 2015 (through literature studies, interviews and visits to farmers' fields in the districts that are rice producing areas and have the potential for local upland red rice (Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Nias Selatan, Tapanuli Selatan, and Padang Sidempuan). Cultivars collected, identified and collected/stored in a refrigerator. The information obtained is environmental condition, farming system, farmer character, and crop condition, agronomic character, morphology, and production. Results obtained: 1). Most cultivars are found in areas of moderate to high (400 1500) sla altitude, flat topography, bumpy to hilly; 2). All cultivars obtained vary their harvest age ranging from 150 to 180 days (deep category); 3). Production per hectare is low to moderate (1.0 - 3.5 t/ha); and 4) Grains obtained consisted of: 1000 grain weight between 20 - 27 g, with the shape and color of grain vary. Furthermore, efforts made storage and stabilization in the effort of genetic improvement.
- ItemEksplorasi Keragaman Genetik Padi Lokal di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2019-12) Chaniago, Noverina; Suliansyah, Irfan; Chaniago, Irawati; Rozen, Nalwida; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Kabupaten Deli Serdang (DS) Provinsi Sumatera Utara memiliki keanekaragaman padi lokal yang tersebar di berbagai kondisi iklim dan lahan. Eksplorasi padi lokal di lokasi ini telah dilakukan pada Bulan September sampai dengan Oktober tahun 2019 sebagai bahan karakterisasi selanjutnya secara ex situ. Tim eksplorasi memperoleh 24 genotipe padi lokal dari 13 Kecamatan yaitu 2 genotipe dari topologi dataran pantai, 6 genotipe dari topologi dataran rendah dan 15 genotipe dari topologi dataran menengah sampai tinggi. Secara umum padi lokal yang dieksplorasi di Kabupaten DS sudah ditanam turun temurun oleh petani, khusus beberapa desa di kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu padi lokal ini ditumpangsarikan dengan tanaman pisang. Pada topologi daerah pantai dan dataran rendah, padi local ditanam di areal persawahan pada saat musim kemarau. Hasil karakterisasi terhadap 24 genotipe bulir padi dan beras, berdasarkan klasifikasi International Rice Research Institute (IRRI) dan and West Africa Research and Development Agency (WARDA) diperoleh variabilitas yang cukup lebar dari 24 genotipe berdasarkan morfologi biji. Analisis kekerabatan pada padi lokal di Kabupaten DS dibedakan menjadi 3 kelompok dengan derajat kemiripan 67%. Padi lokal Mariasi hanya memiliki kesamaan 33% dengan kelompok pertama, kedua dan ketiga. Padi Hitam tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan seluruh genotipe yang ada. Penelitian ini bermanfaat sebagai informasi awal untuk melakukan karakterisasi selanjutnya secara ex situ.