Browsing by Author "Sukamto"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemIdentifikasi dan Karakterisasi Sclerotium rolfsii Sacc. Penyebab Penyakit Busuk BatangNilam (Pogostemon cablin Benth)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013) Sukamto; Wahyuno, Dono; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
- ItemPemanfaatan Minyak Atsiri Eukaliptus (Eucalyptus sp.) sebagai Pestisida Nabati 128-133(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2012-07-01) SukamtoHama dan penyakit merupakan faktor utama penyebab kehilangan produksi dan ekonomi dalam pertanian. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara umum digunakan dengan pestisida sintetis. Namun, penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dan terus menerus dapat meningkatkan resistensi dan resurjensi hama penyakit terhadap pestisida, toksik terhadap kesehatan petani dan mencemari lingkungan. Minyak atsiri dapat dapat digunakan sebagal salah satu alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman. Diantara minyak atsiri, minyak eukalyptus memiliki aktivitas biologi yang luas terhadap Jamur, bakteri, serangga dan nematoda. Sejak minyak eukalypthus diketahul memilik toksisitas yang tinggi terhadap beberapa patogen penyebab penyakit, dan serangga hama, minyak ini dikembangan secara komersial sebagal pestisida nabati. Penelitian yang masih perlu dilakukan untuk yang akan datang adalah evaluasi formula dan efektivitasnya di lapang. Kata kund: Eucalyptus sp., minyak atsiri, pestisida nabati.
- ItemPENYAKIT UTАМА РADA TANAMAN NILAM DAN PENGENDALIANNYA(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) SukamtoSalah satu kendala dalam budidaya tanaman nilam di beberapa daerah sentra tanaman nilam adalah masalah penyakit, disamping juga masalah fluktuasi harga dan mutu minyak nilam. Ditemukan beberapa penyakit utama pada tanaman nilam yaitu penyakit budok yang disebabkan oleh jamur Synchtrium sp., penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearuт, dan penyakit yang disebabkan oleh nematoda. Kerugian akibat penyakit dapat menurınkan produksi antara 60-95%. Pada umumnya petani dalam mengatasi masalah penyakit tersebut melakukan perladangan nilam berpindah-pindah dengan membuka perladangan baru secara tradisional. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan patogen penyebab penyakit dapat dikendalikan dengan cara pengendaliaan terpadu seperti penggunaan bahan bebas penyakit, penggunaan varietas yang agak tahan. pengendaliaan hayati, kultur teknis, penambahan bahan organik, dan penggunaan bahan kimia.
- ItemPotensi Minyak Eucaliptus, Seraiwangi dan Rhizobakteri untuk Mengendalikan Sclerotium rolfsii Penyebab Penyakit Busuk Batang Nilam 203-210(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015-04-01) SukamtoSclerotium rolfsii merupakan salah satu penyakit pada tanaman nilam (Pogostemon cablin) yang dapat menyerang di persemaian maupun di lapang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui beberapa komponen pengendalian S. rolfsii pada tanaman nilam. Penelitian dilakukan di laboratorium penyakit tanaman Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dengan melakukan pengujian terhadap beberapa isolat rhizobakteri sebagai agensia hayati untuk pengendalian patogen S. rolfsii, dan pestisida nabati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat isolate rhizobakteri dapat menekan pertumbuhan S. rolfsii, dengan hambatan paling tinggi oleh isolat AKT-7 (Micrococcus sp.). Hasil pengujian pestisida nabati menunjukkan bahwa minyak eucaliptus dan seraiwangi dapat menekan pertumbuhan koloni cendawan S. rolfsii dengan konsentrasi penghambatan (MIC; Minimum Inhibitory Concentration) 250 ppm. Sklerotia dari S. rolfsii tidak berkecambah pada perlakuan minyak eucaliptus 200 ppm, sedangkan minyak seraiwangi pada 400 ppm. Penggunaan pestisida nabati lebih efektif dalam mengendalikan sklerotia dari S. rolfsii dibandingkan dengan fungisida berbahan aktif mankozeb, benomil, metalaksil maupun daconil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agensia hayati dan pestisida nabati yang berasal dari eucaliptus dan seraiwangi berpotensi untuk mengendalikan S. rolfsii baik pada persemaian maupun di lapang. Kata kunci: Sclerotium rolfsii, Pogostemon cablin, pengendalian, rhizobakteri, pestisida nabati
- ItemSeraiwangi Penghasil Minyak Atsiri dan Sumber Pakan Ternak(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2015) Sukamto; Syukur, Cheppy; Syafaruddin; Trisawa, Iwa MaraSeraiwangi (Andropogon nardus L.; Cymbopogon nardus L) merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri, yang tergolong sudah berkembang. Hasil penyulingan daunnya diperoleh minyak seraiwangi yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil. Minyak seraiwangi Indonesia dipasaran dunia terkenal dengan nama “Citronella Oil of Java”. Industri minyak atsiri memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan mengingat Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam penyediaan bahan bakunya. Selain itu pembangunan minyak atsiri akan menimbulkan efek berganda berupa peningkatan pendapatan petani tanaman atsiri, pembukaan lapangan kerja di bidang agroindustri serta pengenalan sistem dan perilaku industri di pedesaan
- ItemSERAIWANGI PENGHASIL MINYAK ATSIRI DAN SUMBER PAKAN TERNAK(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2015) Sukamto; Cheppy Syukur; Syafaruddin; Iwa Mara TrisawaSeraiwangi (Andropogon nardus L.; Cymbopogon nardus L) merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri, yang tergolong sudah berkembang. Hasil penyulingan daunnya diperoleh minyak seraiwangi yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil. Minyak seraiwangi Indonesia dipasaran dunia terkenal dengan nama “Citronella Oil of Java”. Industri minyak atsiri memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan mengingat Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam penyediaan bahan bakunya. Selain itu pembangunan minyak atsiri akan menimbulkan efek berganda berupa peningkatan pendapatan petani tanaman atsiri, pembukaan lapangan kerja di bidang agroindustri serta pengenalan sistem dan perilaku industri di pedesaan.
- ItemUJI EFEKTIVITAS BIOPROTEKTOR TERHADAP PHҮТОРНTHORA CAPSICI DARI LADA SECARA IN VITRO DAN IN VIVО : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Sari, Marlina Puspita; Sukamto; WiratnoDenyakit busuk pangkal batang lada yang disebabkan oleh P. capsici merupakan penyakit penting pada pertanaman lada. Tanaman yang terdapat di sekitar tanaman yang terinfeksi harus segera diberi perlakuan fungisida untuk mencegah penyebaran cendawan. Penggunaan pestisida sintetis yang tidak selektif secara terus-menerus pada tanaman dapat mengakibatkan beberapa jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi kebal. Salah satu alternatif yang sedang banyak diteliti adalah pemanfaatan pestisida nabati. BioProtektor mengandung bahan aktif senyawa eugenol yang dikandung dalam minyak cengkeh dan senyawa sitronellal dan geraniol yang dikandung dalam minyak seraiwangi. Eugenol bersifat racun terhadap serangga, nematoda, keong emas, dan jamur patogen tanaman, sedangkan sitronellal bersifat Marlina Puspita Sari, Sukamto, Wiratno Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Email: [email protected] menolak serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas BioProtektor dalam menekan perkembangan P. capsici secara in vitro dan in vivo. Penelitian ini terdiri atas uji in vitro dengan menggunakan metode makanan beracun dan uji in vivo dengan. inokulasi buatan di rumah kaca. Hasil uji in vitro, diketahui bahwa pada konsentrasi 500 ppm BioProtektor telah mampu menekan pertumbuhan P. capsici. Hasil analisa probit diketahui bahwa nilai LC BioProtektor terhadap P. capsici adalah 1.819,70 ppm. Hasil uji in vivo menunjukkan adanya pengaruh aplikasi BPB konsentrasi 4% terhadap persentase kejadian penyakit busuk pangkal batang lada, meskipun demikian perlu dilakukan uji lebih lanjut mengenai mekanisme dan efektifitasnya di lapang.