Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sujianto"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    KEBUN PERCOBAAN CIKAMPЕК BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Sujianto; Darajat, Jajat; Sugandi, Kanda
    Kebun Percobaan (KP) Cikampek terletak di desa Cinangka, Kecamatan Cikampek, Provinsi Jawa Barat. Sebelah utara berbatasan dengan kebun kehutanan, sebelah selatan lahan petani, sebelah timur sungai, dan sebelah barat, yaitu di depan kantor adalah jalan. Kondisi lahan sebagaian besar datar dan sedikit lereng, pada sisi timur kemiringan 15°. Jenis tanah Laterit berabu andesit. Ketinggian tempat 50 mdpl dengan curah hujan 2.200 mm/tahun dengan tipe iklim C (Oldeman). KP Cikampek didirikan pada tahun 1992 bertujuan sebagai kebun penelitian lapang tanaman Rempah dan Obat. Lahan yang digunakan seluas 14,94 ha dengan status pinjam pakai tanah kawasan hutan antara Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, mengikuti aturan Menteri Kehutananan tertanggal 22 Agustus 1985 No. 404/Menhut-II/1985 dengan MOU pinjam pakai Nomor 04/044.3/III/1992. Blok yang digunakan Kebon Kacang Kelompok Hutan Cibungur Barat, Cikampek. Penggunaan lahan tersebut diperpanjang secara berkala setiap 5 tahun dan diajukan 3 bulan sebelum masa penggunaan berakhir. Perpanjangan dilakukan pada tahun 2013 dan akan dilakukan perpanjangan kembali pada tahun 2018. Penggunaan lahan untuk berbagai kegiatan (Tabel 1).
  • No Thumbnail Available
    Item
    MANFAAT DAN STATUS PENGEMBANGAN LAJA GOWAH (Alpinia malaccensis (Burm.f.) Roscoe) SEBAGAI PENGHASIL MINYAK ATSIRI DAN SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT TANI : Warta balittro Vol. 36 No. 72 tahun 2019
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-12-01) Sujianto; Nurhayati, Hera
    Laja gowah (Alpinia malaccensis (Burm.f) Roscoe) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang termasuk baru dikembangkan secara komersil di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat dan kegunaan serta digunakan secara empiris sebagai tanaman obat tradisional maupun sebagai bumbu makanan. Minyak laja gowah mengandung methyl cinnamate alami yang didapatkan dari hasil penyulingan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat tani. Meskipun demikian, petani saat ini hanya mengumpulkan rimpang laja gowah sebagai sumber bahan baku penyulingan dari hasil menggali dan mengambil langsung di hutan tanpa upaya budidaya. Selain itu, informasi pengetahuan dan data terkait tanaman laja gowah masih minim dan belum ada dukungan baik dari pemerintah maupun para pelaku lain. Review ini merupakan perpaduan studi pustaka dengan hasil diskusi dengan para pelaku melalui Sujianto* dan Hera Nurhayati Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat E-mail: [email protected] kunjungan lapang ke sentra penyulingan, bertujuan untuk memberikan informasi tentang status pengembangan dan pemanfaatan tanaman laja gowah sebagai tanaman obat yang memiliki khasiat secara empiris, penghasil minyak atsiri dan informasi terkait jalur tataniaga hasil produksi minyak tersebut. Informasi tersebut diharapkan akan mendorong timbulnya gagasan pengelolaan, rantai industri dan pemasaran produk terkait laja gowah secara berkesinambungan (sustainable).
  • No Thumbnail Available
    Item
    TANAMAN BUNGUR (Lagerstroemia speciosa) SEBAGAI OBAT DIABETES MELITUS (DM) : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Sujianto
    Penggunaan tanaman bungur sebagai obat diabetes telah dilaporkan di beberapa negara, seperti Filipina, Korea, China, dan Jepang. Hasil riset di negara-negara tersebut menunjukkan bungur memiliki potensi dijadikan sediaan fitofarmaka untuk mengobati Diabetes Melitus (DM). Kandungan bahan aktif simplisia folium bungur yang dominan adalah asam korosolat. Produk dari tanaman bungur telah diimpor untuk memenuhi industri farmasi maupun berupa produk jadi yang siap dikonsumsi masyarakat, berupa suplemen, pelangsing, dan obat diabetes. Hal ini menjadi suatu tantangan dan peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk dari tanaman ini.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback