Browsing by Author "Suaidi Raihan"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPemupukan Tanaman Jagung di Lahan Kering(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Suaidi Raihan; HairunsyahKebutuhan jagung untuk konsumsi, pakan ternak, dan industri terus meningkat dengan laju 2,21% per tahun sedangkan produksi jagung dalam negeri belum maтри тетепuhi kebutuhan tersebut. Peningkatan produksi komoditas ini sangat diperlukan guna menekan impor dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian perbaikan pemupukan jagung telah dilaksanakan di beberapa lokasi lahan kering di Kalimantan Selatan. Pemberian pupuk kandang sebanyak 5 t/ha sudah memadai bagi tanaman jagung di lahan kering. Residu pupuk kandang dan fosfat yang diberikan pada musim pertama masih efektif sampai musim tanam ketiga. Efektivitas brangkasan kacang tanah sebagai bahan organik setara dengan pupuk kandang, dan lebih baik dibanding jerami jagung dan padi. Hasil tertinggi (5,43 t/ha) pada tanah bertękstur lempung diperoleh dengan pemupukan 120 kg N, 135 kg P2Os, dan 75 kg K2O/ha. Pada tanah bertekstur pasir, hasil tertinggi (3,94 t/ha) diperoleh pada pemupukan 120 kg N, 60 kg P205, dan 75 kg K2O/ha.
- ItemPenelitian Pengendalian Hama Jagung di Lahan Kering(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Suaidi Raihan; Hairunsyah; Syaiful Asikin; M. ThamrinDewasa ini terdapat dua jenis hama yang dapat dikategorikan sebagai hama utama jagung di lahan kering, yaitu penggerek batang (Ostrinia furnacalis) dan lalat bibit (Atherigona oryzae). Beberapa jenis insektisida dinilai efektif untuk mengendalikan kedua hama tersebut. Dalam hubungannya dengan pengendalian hama penggerek batang dan lalat bibit, waktu tanam yang tepat adalah pada awal musim hujan (Oktober-November). Pengendalian secara terpadu (waktu tanam awal musim hujan, pemangkasan bunga jantan, pengaturan jarak tanam, dan pemberian insektisida granular melalui pucuk daun) cukup efektif menekan serangan penggerek batang.