Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sri Yuni Hartati"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    EFIKASI FORMULA FUNGISIDA NABATI TERHADAP PENYAKIT BERCAK DAUN JAHE Phyllosticta sp. : Volume 24, Nomor 1, Mei 2013
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-05-01) Sri Yuni Hartati
    Penyakit bercak daun, yang disebabkan oleh Phyllosticta sp., merupakan salah satu penyakit yang sangat merugikan pada tanaman jahe. Salah satu alternatif cara pengendalian yang ramah terhadap lingkungan adalah menggunakan pestisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji stabilitas, efektivitas, dan fitotoksisitas pestisida nabati berbahan aktif minyak atsiri cengkeh dan serai wangi untuk mengendalikan penyakit bercak daun pada jahe. Pembuatan formula pestisida, pengujian stabilitas, dan uji efektivitasnya secara in vitro dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Bogor. Pengujian fitotoksisitas dilakukan di rumah kaca, sedangkan uji efektivitas dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug, Jawa Barat. Pada penelitian ini telah dibuat formula pestisida berbahan aktif minyak cengkeh dan serai wangi dalam bentuk EC (Emulsified Concentrate). Selanjutnya, formula EC tersebut diuji stabilitas, efektivitas, dan fitotoksisitasnya terhadap penyakit bercak daun jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula EC masih stabil selama 10 bulan dalam penyimpanan pada suhu kamar. Formula EC terbukti tidak fitotoksik pada tanaman jahe apabila disemprotkan pada konsentrasi kurang dari dua persen. Hasil pengujian efektivitas secara in vitro menunjukkan bahwa formula EC pada konsentrasi 0,025% dapat menghambat 100% pertumbuhan jamur Rhizoctonia sp. Formula EC (0,2%) yang disemprotkan pada tanaman jahe setiap minggu selama empat bulan berturut-turut dapat mengendalikan penyakit bercak daun sampai pada tingkat serangan di bawah 10%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pestisida nabati yang mengandung minyak cengkeh dan serai wangi cukup stabil dan efektif untuk mengendalikan penyakit bercak đaun pada tanaman jahe.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pemanfaatan Minyak Atsiri sebagai Antimikroba 111-120
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2012-07-01) Sri Yuni Hartati
    vMinyak atsiri merupakan produk metabolit sekunder dari tanaman. Minyak atsiri pada umumnya mengandung berbagai jenis senyawa kimia yang mempunyal banyak manfaat, diantaranya adalah aktivitasnya sebagal antimikroba. Rahasia keampuhan minyak atsiri sebagal antimikroba terletak pada senyawa kimia yang dikandungnya seperti carvacrol, eugenol, cinnamaldehyde, cinnamic acid, perillaldehyde, thymol dsb. Secara tradisional minyak atsirl sering digunakan sebagal bumbu, flavour, dan bahan pewangi. Sehubungan dengan aktivitasnya sebagal antimikroba, minyak atsiri juga dapat digunakan sebagal bahan antiseptik, antiinflamasi, antioksidan, serta sebagai obat berbagai penyakit pada manusia dan hewan. Selain itu minyak atsiri juga memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Pengembangan produk-produk derivat minyak atsiri pada skala industri dan komerslal, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara serta dapat menggantikan produk-produk yang mengandung bahan kimia sintetik yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Kata kund: Minyak atsiri, antimikroba.
  • No Thumbnail Available
    Item
    TANAMAN AKAR KUCING, SAMBILOTO, DAN TEMULAWAK SEBAGAI ELISITOR PENGINDUKSI KETAHANAN TANAMAN JAHE TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI :Volume 23, Nomor 2, Desember 2012
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2012-12-01) Sri Yuni Hartati
    Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit yang sangat merusak tanaman jahe. Penyakit tersebut sulit dikendalikan, terutama karena tidak adanya varietas jahe yang tahan. Induksi ketahanan tanaman dengan elisitor merupakan salah satu strategi yang sedang diteliti untuk mengendalikan penyakit tersebut. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi potensi ekstrak tanaman akar kucing (Acalypha indica), sambiloto (Andrographis paniculata), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza), serta senyawa asam salisilat sebagai elisitor penginduksi ketahanan jahe terhadap penyakit layu. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) sejak 2010 sampai 2011. Ekstrak tanaman dibuat dengan cara maserasi dalam alkohol 95%. Ekstrak tanaman diformulasikan tanpa atau dengan ditambah kalsium. Tanaman jahe diberi perlakuan ekstrak tanaman (disiram dan disemprot) kemudian diinokulasi dengan suspensi R. solanacearum. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan penyakit layu dan analisis asam salisilat dalam tanaman jahe yang masih hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak tanaman sambiloto dapat mengurangi tingkat serangan penyakit layu bakteri pada tanaman jahe yang sebanding efektivitasnya dengan perlakuan asam salisilat dan lebih tinggi dibanding dengan perlakuan kontrol. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak tanaman sambiloto mengandung elisitor yang dapat menginduksi ketahanan tanaman jahe. Aplikasi dengan penyiraman lebih efektif dibanding dengan penyemprotan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback