Browsing by Author "Sri Nastiti Jarmani"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPeluang Budidaya Ayam Buras Di Pedesaan Sebagai Penyangga Industri Boga(Balai Penelitian Ternak, 2006) Sri Nastiti JarmaniAyam buras atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan ayam kampung, memiliki rasa yang khas terutama dalam masakan citarasa asli Indonesia. Hal ini dimungkinkan oleh cara budidaya ekstensif, diumbar, sehingga kandungan lemaknya lebih rendah dan perototan lebih liat dibandingkan dengan ayam ras. Namun, dengan budidaya ekstensif produktivitasnya rendah sehingga dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat yang semakin meningkat, yang terbukti dengan berkembangnya usaha rumah makan dengan menu utama ayam buras. Harga yang lebih tinggi dari harga ayam ras, merupakan peluang usaha bagi masyarakat terutama di pedesaan. Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Pedesaan (rural development programe) melalui inovasi teknologi budidaya ayam buras secara intensif berwawasan lingkungan, perlu dipertimbangkan sebagai sarana pendidikan kepada masyarakat untuk lebih produktif dan memacu kreatifitasnya dalam peningkatan pendapatan melalui penyediaan bakalan industri boga rumah makan ayam buras dengan harapan ayam buras dapat menjadi primadona boga di negeri sendiri.
- ItemPeranan Perempuan Dalam Mengatasi Kemiskinan Dan Meningkatkan Kualitas Konsumsi Gizi Keluarga Melalui Budidaya Ayam Kampung Di Daerah Urban Dan Perdesaan(Balai Penelitian Ternak, 2005) Sri Nastiti JarmaniJumlah penduduk perempuan di Indonesia yang hampir mencapai separo dari jumlah populasi penduduk dan sebagian tersebar di perdesaan, merupakan potensi yang sangat besar untuk kemajuan pembangunan sub sektor peternakan. Ayam kampung yang keberadaannya sudah sangat dikenal di masyarakat perdesaan dan daerah urban, sangat cocok dilakukan oleh kaum perempuan karena dapat menggantikan waktu senggang dengan kegiatan postif dan produktif. Peningkatan peran dan pemberdayaan kaum perempuan dalam mengatasi kemiskinan dan peningkatan konsumsi gizi keluarga yang masih merupakan isu nasional sampai saat ini, dapat dilakukan dengan memelihara ayam kampung secara berkelompok melalui organisasi kewanitaan (PKK dan Dasawisma) yang banyak tersebar di daerah urban dan perdesaan