Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Soenardi dan Moch.Romli"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengujian Beberapa Teknik Menyiang Pada Pola Tumpangsari Kapas-Palawija
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1993-04) Soenardi dan Moch.Romli
    Penelitian dilaksanakan di Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi pada tanah kompleks mediteran coklat dan litosol, untuk mengetahui teknik penyiangan yang efisien pada sistem tanam tumpang-sari kapas-palawija. Percobaan dirancang secara acak kelompok, dengan susunan faktorial dalam tiga ulangan. Faktor-faktor yang diuji meliputi: sistem bertanam, yaitu: kapas + kacang hijau dan kapas + wijen, serta teknik pengendalian gulma, yaitu dengan menggunakan enam kombinasi perlakuan herbisida pra tumbuh dan penyiangan secara mekanis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tumpangsari kapas + kacang hijau lebih baik daripada kapas + wijen. Tanaman kapas perlu disiang minimal dua kali, baik dengan cangkul maupun alat siang Ro-Ho. Penggunaan herbisida pra tumbuh dengan bahan aktif metolaklor juga masih perlu dibarengi dengan dua kali penyiangan secara mekanik. Penggunaan herbisida metolaklor yang diikuti dengan dua kali penyiangan cenderung meningkatkan produksi, tetapi pendapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan dua kali penyiangan secara mekanik dengan cangkul.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback