Browsing by Author "Soegiarto"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemKajian Serologis (Lateral Flow Assay, RBT, CFT) Kejadian Brucellosis di Daerah Endemis Kabupaten Pinrang sebagai Acuan dalam Pengendalian Brucellosis di Sulawesi Selatan(Balai Besar Veteriner Maros, 2012) Muflihanah; Hatta, Mohammad; Siswani; Rosmiaty; Soegiarto; Faizah; Zakariya, Faizal; Iryadi; Smith, Henk; Perpustakaan Balai Besar Veteriner MarosPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan uji serologis lateral flow dengan uji serologis lainnya (RBT dan CFT) dalam penentuan prevalensi didaerah endemis berdasarkan kajian epidemiologi. Penelitian ini terdiri atas penelitian ekploratif dan observasional laboratorium dengan desain cross sectional study. Secara eksploratif bertujuan untuk mengkaji karakteristik serologis Brucellosis sedangkan secara observasional bertujuan untuk membandingkan uji serologis lateral flow dengan uji serologis lainnya dalam penentuan prevalensi Brucellosis didaerah endemis khususnya di Kabupaten Pinrang. Pengambilan spesimen serologis berdasarkan asumsi prevalensi 7%, dangan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat error 5%, kemudian dihitung berdasarkan besaran spesimen sistem tahapan ganda dengan jumlah spesimen sebesar 315 (0.73%) pada tingkat kabupaten, dengan asusmsi 5 sampai 14 spesimen per kecamatan dan 0 sampai 18 spesimen perdesa. Dari penelitian diperoleh 393 spesimen dan hasil penelitian menunjukkan rerata pengujian RBT sebesar 18.3, 95% CI, 17-21) dan 19,3% (95% CI, 17-22) pada pengujian CFT . Seropositif gabungan pada pengujian RBT dan CFT adalah 21,9%. Dari penelitian ini didapatkan prevalensi Brucellosis di Kabupaten Pinrang cukup tinggi sebesar 19,3%. Dari perbandingan antara pengujian lateral flow dengan pengujian RBT dan CFT di dapatkan bahwa pengujian lateral flow'dan RBT memiliki kesesuaian yang cukup tinggi dengan nilai Kappa sebesar 0, 917 sedangkan lateral flow dengan CFT memiliki nilai Kappa 0.902. Dari hal tersebut menunjukkan bahwa teknik lateral flow dapat digunakan dalam serodiagnosis Brucellosis dilapangan.
- ItemLaporan Kasus Penyakit "Radang Cingur" Pada Sapi(Perpustakaan Balai Besar Veteriner Maros, 1998-11) Soegiarto; I. Sumijanto; S Gafar; D A Gunardi; Balai Besar Veteriner MarosTelah dilakukan pengamatan dan pengujian serologis spesimen berasal dari sapi yang menderita radang cingur di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Dari 28 ekor sapi yang diamati, secara klinis terlihat keradangan pada planum nasale (12 ekor), necrosis pada rongga mulut (2 ekor) dan radang pada kuku/coronitis (1 ekor). Uji serologis didapatkan titer antibodi positif terhadap bluetongue (BR) dan infectious bovine rhinotracheitis (IBR). Di daerah tersebut juga ditemukan serangga pengisap darah jenis Culicoides sp.
- ItemLaporan Kasus Strangles Pada Kuda Lokal di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan(Perpustakaan Balai Besar Veteriner Maros, 2009-09) Alfinus; Soegiarto; Marmansari D; Haeriah; Balai Besar Veteriner MarosTelah terjadi kasus ingusan pada beberapa lokal di Desa lampangan dan Desa Rumbia, Kelurahan Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan sekitar 6 bulan yang lalu dan sebelum kasus ini telah ada juga kasus serupa di Kecamatan Bantimurung tetapi pada kasus ini kami mengunjungi di Kecamatan Simbang. Tanggam 20 Oktober 2009 Balai Besar Veteriner Maros menerima laporan tertulis dari Dinas Peternakan Kabupaten Maros perihal kasus tersebut dan memohon bantuan tenaga medik veteriner dalam mendiagnosa kasus tersebut sehingga Balai Besar Veteriner Maros pada hari yang sama mengirim tim untuk turun kelapangan dalam rangka penyidikan terhadap kejadian kasus tersebut. Pengamatan dilapangan kasus masih berlanjut walaupunprevalensi sudah menurun mengingat waktu kejadian sudah 6 bulan yang lalu. Adapun gejala klinis yang teramati di lapangan adalah demam, terdapat discharge mukopurulent dari hidung dan terdapat luka terbuka (abses) di bagian mandibula. Sampel yang diambil untuk dilakukan pengujian laboratorium terdiri dari swab dan cairan mukopurulent dari hidung, serum, swab dan cairan abses terbuka. Pengobatan yang kami lakukan adalah pemberian antibiotik. Hasil pengujian laboratorium bakteriologi Balai Besar Veteriner Maros pada 12 swab maupun cairan (abses dan mukopurulent) terindentifikasi bakteri Streptococcus equi. Berdasarkan gejala klinis dan hasil pengujian dari laboratorium bakteriologi Balai Besar Veteriner terindektifikasi bakteri streptococcus equi sehingga diagnosa ingusa pada kuda lokal di Desa Lempangan dan Desa Rumbia, Kelurahan Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi adalah Strangles (Streptococcus equi).
- ItemSurvei dan Monitoring Trypanosoma sp. dan Parasit Darah Lainnya Pada Kuda dan Sapi di Sulawesi Selatan(Perpustakaan Balai Besar Veteriner Maros, 2003-02) Effendi; Soegiarto; Simon Reid; Sumiaty; Balai Besar Veteriner MarosTelah dilakukan survei dan monitoring Trypanosoma sp. dan parasit darah lainnya pada ternak kuda sapi di beberapa kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan. 2700 spesimen berasal dari ternak kuda 341 ekor dan sapi 559 ekor, dengan perincian sebagai berikut: 900 spesimen preparat ulas darah. 900 spesimen serum dan 900 spesimen darah dalam tabung mikro hematokrit. Hasil pemeriksaan 900 spesimen darah mikrohematokrit ditemukan Trypanosoma sp. sebanyak 4 (0,6%), mikrofilaria sp. 9(1,0%), persentase(%) packed cell volume (PCV) menunjukkan <20% sebanyak 1 (0,1%), 20-30% sebanyak 145 (15,1%) dan >30% sebanyak 744 (19,3%). Pemeriksaan 900 spesimen sediaan preparat ulas darah tipis ditemukan Trypanosoma evansi 2 (0,2%), Anaplasma marginale dan Anaplasma centrale 13 (1,4%), Theileria sp. 33 (3,5%), Babesia begemina 2 (0,2%). Pemerikasaan secara serologis terhadap 900 spesimen serum dengan menggunakan metode Card Aglutination Test for Trypanosomiasis (CATT) hasilnya menunjukkan jumlah positif surra 35 (3,9%).