Browsing by Author "Sitaresmi, Trias"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemEvaluasi Galur-galur Padi Toleran Salin di Tingkat Petani Melalui Participatory Variety Selection (PVS)(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2019-12) Ruskandar, Ade; Mambaul Hikmah, Zakiah; Rustiati, Tita; Nafisah; Imamuddin, Ali; Sitaresmi, Trias; Hairmansis, Aris; Deny WP., Septian; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Lahan salin mempunyai peranan penting dalam upaya mempertahankan swasembada beras dan mengingat semakin berkurangnya lahan subur untuk area pertanian di Pulau Jawa akibat alih fungsi lahan. Lahan salin di Jawa Tengah tersebar di sembilan kabupaten dengan luasan bervariasi. Luasan terkecil lahan salin di Jawa Tengah terdapat di Pekalongan (668 ha), sedangkan yang terluas di Cilacap (63 318 ha). Tingkat kepemilikan lahan salin di Jawa Tengah adalah 0,3 ha. Batas toleransi padi untuk ditanam di lahan salin adalah 60-100 ppm. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Cilacap pada Musim Kering 2018. Sejumlah 14 galur/varietas ditanam di lahan salin dengan model mother dan baby trial. Pada saat menjelang panen dilakukan field day dengan melibatkan panelis untuk menilai galur/ varietas yang mereka sukai dan tidak disukai. Dari hasil pilihan panelis didapatkan bahwa galur/varietas yang disukai berdasarkan penampilan/morfologisnya adalah BP14092-2b-2-2-TRT-17-3-SKI-1-B dan yang tidak disukai adalah galur HHZ5-Sal9-Y3-Y1. Dengan terpilihnya galur oleh panelis, diharapkan galur ini dapat berkembang di daerah tersebut setelah dilakukan perilisan varietas.
- ItemEvaluasi Keragaan Hasil Galur-galur Padi Generasi Menengah Pada Dua Musim Tanam(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) Sitaresmi, Trias; Suprihatno, BambangAbstract Evaluation of performance of mid-generation rice lines during two cropping seasons. The objective of this research to evaluate the yield responses of mid generation selected lines from pedigree nursery on different growing conditions. The trials were conducted in the wet and dry season of the year of 2009 at the Klaten areas. One hundred forty rice advanced lines were planted as observational yield trial using augmented of RCB design. The result showed that 10 lines out of 140 were yielded more than the high yielder check cultivars both in wet season and dry season. Those lines are BP4122-2f-4-3-5 B (6,91 t/ha), BP4112-4f-Kn-14-3-4*B (5,97 t/ha), BP4116-4f-Kn-10-2-4 B (6,10 t/ha), BP4740-4f-Kn-4-1-3*B (5,74 t/ha), BP4988-5f-7-3-2B (5,92 t/ha), BP5850-1f-20-1-2*B (6,60 t/ha), BP5166f-Kn-5-2-2°B (6,33 t/ha), BP5438-le-Kn-11-2-2*B (5,79 t/ha), BP5438-2e-Kn-7-3-2 B (6,10 t/ha), BP5438-2e-Kn-12-2-2 B (5,73 t/ha). The t test analyses on differences between the mean yield of the best ten genotypes obtained from wet and dry season, respectively, indicated that no significantly different on the yield responses obtained from the both of the dry and wet cropping seasons. Abstrak Penelitian bertujuan mengevaluasi respon galur-galur yang terpilih dari pertanaman pedigree terhadap kondisi lingkungan musim hujan dan musim kemarau. Penelitian dilaksanakan selama 2 musim tanam, yaitu pada bulan Februari-Mei 2009 (musim hujan) dan bulan Juni-Oktober 2009 (musim kemarau) di Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Pertanaman servasi mengevaluasi 140 galur dan lima varietas pembanding (Ciherang, Silugonggo, Dodokan, Ciliwung, dan IR64) yang ditata dalam rancangan Augmented. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dari 140 galur yang diuji, hanya 10 galur yang memiliki hasil GKG 5,73 t/ha, yaitu BP4122-2f-4-3-5*B (6,91 t/ha), BP4112-4f-Kn-14-3-4*B (5,97 t/ha), BP4116-4f-Kn-10-2-4*B (6,10 t/ha), BP4740-4f-Kn-4-1-3*B (5,74 t/ha), BP4988-5f-7-3-2*B (5,92 t/ha), BP5850-1f-20-1-2*B (6,60 t/ha), BP5166f-Kn-5-2-2*B (6,33 t/ha), BP5438-1e-Kn 11-2-2*B (5,79 t/ha), BP5438-2e-Kn-7-3-2B (6,10 t/ha), BP54385 2e-Kn-12-2-2*B (5,73 t/ha). Beda rata hasil kesepuluh galur dari pertanaman MK dan MH tidak berbeda nyata berdasarkan statistik uji T. Hal ini mengindikasikan bahwa produktivitas galur-galur tersebut pada dua musim tanam stabil.
- ItemPenampilan Agronomis Galur Harapan Padi Sawah Mendukung Terwujudnya Kedaulatan Pangan Di Subak Guama Tabanan Bali(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) S.A.N. Aryawati; Sunanjaya, Wayan; Sitaresmi, Trias; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Penyediaan varietas unggul baru padi memegang peranan yang menonjol diantara inovasi teknologi yang dihasilkan untuk peningkatan hasil. Galur-galur harapan telah dihasilkan oleh pemulia tidak semua dapat beradaptasi baik pada suatu daerah. Oleh karena itu uji multi lokasi di beberapa agroekosistem dilaksanakan dalam upaya memperoleh genotipe yang keunggulannya stabil secara umum yang dapat dijadikan VUB padi adaptif perubahan iklim untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Penelitian dilaksanakan bertujuan untuk mengidentifikasi penampilan agronomis galur harapan padi sawah pada lingkungan pengujian setempat sebanyak 14 galur dan dua varietas pembanding yaitu Zhongzu 14, Huanghuazhan, B11143D-MR-PN-1-14-1-Si-2-MR-1-PN-1; B11007E-MR-3-2- PN-2-1-3-MR-1-4; Bahriang; Bari; BP10620F-BB4-13-BB8; BP10622F-BB4- 15-BB4; Bio193-437-TB; Bio191-AC-FWS-4-1-3-1, IPPHTI-14; B IPPHTI-16, Bio194-R-68; Bio195-R-13, varietas Conde dan Ciherang sebagai pembanding. Lokasi pengujian di Subak Guama, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, pada bulan Agustus sampai Desember 2013. Pengujian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Komponen yang diamati antara lain umur berbunga 50%, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi, gabah hampa, total gabah per malai, bobot 1000 butir, dan hasil GKG per hektar. Keseluruhan parameter dianalisis menggunakan Uji Sidik Keragaman (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan semua komponen pertumbuhan dan hasil berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Galur harapan yang sesuai dengan agroekosistem di Kabupaten Tabanan, Bali adalah galur Zhongzu14 yakni 8,03 t/ha GKG yang berbeda nyata dengan galur maupun varietas lainnya, kecuali dengan varietas Huanghuazhan atau meningkat lebih tinggi 60,27 dan 49,14% dibandingkan dengan varietas pembanding Conde (5,01 t/ha GKG) dan Ciherang (5,18 t/ha GKG).
- ItemPotensi dan Stabilitas Hasil Galur-galur Padi Pada Kondisi Skema Irigasi Berbeda(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) Sitaresmi, Trias; Daradjat, Aan A.Abstract Yield Potential and Stability of Rice Lines Under Different Irrigation Schemes. The objective of this experiment was to select rice breeding lines possessing high yield potential and stability under water stress conditions. The trial was conducted in the Indonesian Center for Rice Research during the dry and wet seasons of 2008. The experiment was arranged in a randomized complete block design. Drought Susceptibility Index (DSI) and relative yield values were applied to describe yield potential and yield stability. The drought tolerant breeding lines of IR71146-407-2-1-2-2-1 OM2395, BP4112-4f-KN-6-2*B, and OM5240 exhibited a high yield potential and stability. These breeding lines will be included in further evaluation for their drought conferring characteristics. Abstrak Percobaan yang bertujuan untuk mengevaluasi respons galur-galur padi terhadap ketersediaan air irigasi yang terbatas telah dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi pada MT-1 dan MT-2/2008. Percobaan mengevaluasi 24 galur/varietas yang ditata dalam pola rancangan kelompok lengkap teracak. Pada MT-1 terdapat 3 ulangan, dengan masing-masing ulangan diberi perlakuan pengairan yang berbeda, yaitu ulangan I diberi pengairan kontinyu, ulangan II pengairan kontinyu sampai fase anakan maksimum, yang seterusnya dilakukan pengairan 2 minggu sekali (setelah muncul gejala daun menggulung pada galur-galur rentan), selama dua hari, untuk kemudian dikeringkan, sedangkan pada ulangan III, pengairan kontinyu sampai fase berbunga, yang seterusnya dilakukan pengairan 2 minggu sekali sampai teramati gejala daun menggulung pada galur-galur rentan), selama dua hari untuk kemudian dikeringkan kembali sampai panen. Sedangkan pada MT-2 terdapat 2 ulangan, ulangan I diperlakukan sebagai tadah hujan (setelah mencapai fase anakan maksimum) dan ulangan II diperlakukan sebagai intermittent (setelah fase anakan maksimum, pengairan berselang 5 hari sekali). Berdasarkan nilai indeks kerentanan terhadap kekeringan dan nilai hasil relatif, terseleksi dua galur yang menunjukkan hasil relatif tinggi dan nilai DSI <1, yaitu IR71146-407-2-1-2-2-1 dan OM2395 pada cekaman pengairan yang berbeda dan dua galur (BP4112-4f-KN-6-2*B dan OM5240) yang menunjukkan potensi hasil tinggi dan stabil pada tiga kondisi cekaman pengairan yang berbeda. Galur-galur tersebut mempunyai potensi hasil tinggi dan stabil, sehingga dapat dilanjutkan pada pengujian selanjutnya.
- ItemUji Toleransi Galur-Galur Elit Padi Gogo Terhadap Cekaman Kekeringan Dengan Menggunakan Dua Metode Penapisan(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Gunarsih, Cucu; Sitaresmi, Trias; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi galur-galur elit padi gogo terhadap cekaman kekeringan dan untuk mendapatkan informasi toleransi galur-galur elit terhadap cekaman kekeringan. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Sukamandi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, pada MT 1 2014. Penapisan galur-galur terhadap cekaman kekeringan dilakukan dengan dua tahap, yaitu perendaman dengan PEG dan skrining fase vegetatif di bak semen. Bahan yang digunakan dalam percobaan adalah 55 galur elit padi gogo, 6 varietas pembanding, ditambah Salumpikit (cek toleran kekeringan), dan IR 20 (cek peka kekeringan). Percobaan menggunakan rancangan augmented dengan modifikasi rancangan acak kelompok dengan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah teridentifikasi 38 galur elit padi gogo yang memberikan respon toleran terhadap cekaman kekeringan. Galur-galur tersebut terpilih memiliki toleransi terhadap cekaman kekeringan dan memiliki daya pulih kembali yang baik. Informasi toleransi terhadap cekaman kekeringan dari ketigapuluh delapan galur tersebut sangat berguna dalam mendukung proses pelepasan varietas unggul baru padi gogo.