Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sari, Marlina Puspita"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    KEMALAKIAN (Croton tiglium L.): TANAMAN MULTIGUNA YANG POTENSIAL SEBAGAI PESTISDA NABATI : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Sari, Marlina Puspita
    Kemalakian (Croton tiglium L.) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Sejak dahulu, tanaman obat ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan berbagai penyakit, baik yang ringan maupun kronis. Selain sebagai obat, kemalakian juga mengandung bahanbahan yang dapat dikembangkan sebagai pestisida nabati. Kemalakian mengandung piperedin, porbol ester, flavonoid, saponin, dan tanin yang merupakan bahan-bahan yang sering digunakan sebagai pestisida nabati. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji potensi kemalakian sebagai larvasida maupun insektisida dan menunjukkan hasil yang efektif. Penggunaan kemalakian sebagai pestisida nabati selain efektif juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung residu yang berbahaya bagi lingkungan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENYAKIT DAUN BERLUBANG (SHOT HOLE) PADA PALA : GEJALA DAN PATOGEN PENYEBABNYA : Warta balittro Vol. 36 No. 71 tahun 2019
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-06-01) Sari, Marlina Puspita
    Salah satu penyakit yang menginfeksi tanaman pala adalah penyakit daun berlubang (shot hole). Gejala penyakit ini berupa bercak konsentris berwarna cokelat yang dikelilingi oleh halo berwarna kuning, pada stadium lanjut akan menyebabkan daun berlubang. Penyebab penyakit ini adalah cendawan Colletotrichum sp. Di Indonesia, penyebaran penyakit daun berlubang belum banyak ditemukan meskipun demikian, di beberapa lokasi pertanaman pala telah ditemukan gejala yang menyerupai gejala penyakit ini. Infeksi penyakit ini tidak berpengaruh langsung terhadap produksi buah pala, namun pada intensitas penyakit yang tinggi akan mempengaruhi proses fotosintesis tanaman sehingga menghambat pembentukan buah. Di Cicurug Sukabumi, gejala penyakit daun berlubang ditemukan pada perbenihan pala, khususnya varietas Banda. Kejadian penyakit daun berlubang meningkat pada musim penghujan, mencapai 11,5% рada perbenihan pala varietas banda. Penyakit ini sering ditemukan di pertanaman pala sehingga perlu ada perhatian yang lebih mendalam untuk mengetahui karakteristik ekobiologi patogen penyebabnya.
  • No Thumbnail Available
    Item
    UJI EFEKTIVITAS BIOPROTEKTOR TERHADAP PHҮТОРНTHORA CAPSICI DARI LADA SECARA IN VITRO DAN IN VIVО : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Sari, Marlina Puspita; Sukamto; Wiratno
    Denyakit busuk pangkal batang lada yang disebabkan oleh P. capsici merupakan penyakit penting pada pertanaman lada. Tanaman yang terdapat di sekitar tanaman yang terinfeksi harus segera diberi perlakuan fungisida untuk mencegah penyebaran cendawan. Penggunaan pestisida sintetis yang tidak selektif secara terus-menerus pada tanaman dapat mengakibatkan beberapa jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi kebal. Salah satu alternatif yang sedang banyak diteliti adalah pemanfaatan pestisida nabati. BioProtektor mengandung bahan aktif senyawa eugenol yang dikandung dalam minyak cengkeh dan senyawa sitronellal dan geraniol yang dikandung dalam minyak seraiwangi. Eugenol bersifat racun terhadap serangga, nematoda, keong emas, dan jamur patogen tanaman, sedangkan sitronellal bersifat Marlina Puspita Sari, Sukamto, Wiratno Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Email: [email protected] menolak serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas BioProtektor dalam menekan perkembangan P. capsici secara in vitro dan in vivo. Penelitian ini terdiri atas uji in vitro dengan menggunakan metode makanan beracun dan uji in vivo dengan. inokulasi buatan di rumah kaca. Hasil uji in vitro, diketahui bahwa pada konsentrasi 500 ppm BioProtektor telah mampu menekan pertumbuhan P. capsici. Hasil analisa probit diketahui bahwa nilai LC BioProtektor terhadap P. capsici adalah 1.819,70 ppm. Hasil uji in vivo menunjukkan adanya pengaruh aplikasi BPB konsentrasi 4% terhadap persentase kejadian penyakit busuk pangkal batang lada, meskipun demikian perlu dilakukan uji lebih lanjut mengenai mekanisme dan efektifitasnya di lapang.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback