Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Santoso, Budi"

Now showing 1 - 11 of 11
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Analisis Usaha Ternak Itik Alabio di Kalimantan Selatan
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-08-01) Santoso, Budi
    Tentu, berikut adalah penyajian ringkasan materi usahatani itik Alabio di Kalimantan Selatan dalam bentuk paragraf mengalir tanpa poin-poin: Kebijakan pemerintah di bidang peternakan berfokus pada peningkatan produksi hasil ternak dan populasi ternak nasional untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat sekaligus menyumbang devisa negara. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi geografis yang sangat mendukung sebagai sentra pengembangan peternakan, yang ditandai oleh ketersediaan padang alang-alang seluas sekitar 600.000 hektar untuk ternak ruminansia serta kawasan rawa-rawa seluas 500.000 hektar yang sangat ideal bagi usaha peternakan itik. Salah satu komoditas unggulan lokal yang banyak dikembangkan adalah itik Alabio. Meskipun sistem pemeliharaannya mulai bergeser ke model perkandangan, lingkungan rawa-rawa tetap dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak sebagai sumber pakan alami seperti ikan kecil, siput air, dan udang. Kendati demikian, keberlanjutan usaha ternak itik Alabio saat ini berhadapan dengan persaingan ketat dari ayam ras yang dinilai lebih unggul dalam efisiensi produksi telur maupun daging. Tantangan ini semakin diperberat oleh kelangkaan bahan pakan tradisional yang murah seperti sagu, sehingga memaksa peternak beralih ke dedak halus dengan biaya operasional yang jauh lebih tinggi. Berlandaskan dinamika ekonomi dan tantangan pakan tersebut, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pola usaha ternak itik Alabio di daerah penelitian, mengkaji struktur biaya dan pendapatannya, mengevaluasi kontribusinya terhadap penyerapan kesempatan kerja pedesaan, serta mengidentifikasi berbagai faktor produksi yang memengaruhi tingkat output usahatani tersebut.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Analisis Usahatani dan Optimasi Penggunaan Masukan Usahatani Kelapa Rakyat di Daerah Pasang Surut Kalimantan Selatan
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-08-01) Santoso, Budi
    Pengusahaan tanaman perkebunan memiliki potensi strategis sebagai penyerapan tenaga kerja, penghasil devisa negara, serta pemenuh kebutuhan konsumsi domestik. Di Indonesia, lebih dari 97 persen produksi kelapa berasal dari perkebunan rakyat. Kendati pohon kelapa memiliki nilai guna yang sangat beragam (dari daging buah hingga batang), mayoritas pengusahaan kelapa rakyat masih bersifat usahatani sampingan tanpa penerapan standar kultur teknis dan pemeliharaan yang memadai. Sejak tahun 1983, penurunan kapasitas produksi domestik sempat mengubah status Indonesia dari eksportir kopra dan minyak kelapa menjadi pengimpor. Padahal, prospek pasar komoditas ini tetap cerah seiring proyeksi Bank Dunia mengenai ketimpangan pasokan minyak kelapa dunia hingga 1990. Salah satu kawasan potensial pengembangan kelapa rakyat adalah Kalimantan Selatan, khususnya pada lahan pasang surut bergambut. Kendala utama pada ekosistem ini bertumpu pada persoalan teknis agronomis—seperti batas kedalaman lapisan gambut (>100 cm) dan perlunya sistem drainase/kanalisasi yang membutuhkan investasi modal cukup besar. Berlandaskan kendala teknis dan potensi ekonomi tersebut, tulisan ini bertujuan untuk: 1) Menyajikan deskripsi usahatani dan pola penggunaan faktor produksi pada kelapa rakyat di lahan pasang surut. 2) Menganalisis struktur biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kelapa selama satu tahun serta perannya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. 3) Menguji efisiensi alokasi penggunaan input guna mengetahui apakah alokasi faktor produksi telah mencapai tingkat keuntungan yang maksimum (optimal) atau belum.
  • No Thumbnail Available
    Item
    KINERJA TEKNOLOGI MESIN PENGOLAHAN SAGU SKALA KECIL DI KABUPATEN SUPIORI, PROVINSI PAPUA
    (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, ) -, Darma; Santoso, Budi; -, Reniana; Arbianto, Moh Arif
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Kondisi Keluarga terhadap Gerak Penduduk di Pedesaan Jawa Barat
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2016-09-09) Hastuti, Endang Lestari; Santoso, Budi
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Kondisi Keluarga terhadap Gerak Penduduk di Pedesaan Jawa Barat
    (PSEKP, ) Hastuti, Endang Lestari; Santoso, Budi
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengujian Terhadap Antibodi Jembrana Kegiatan Monitoring Penyakit di Propinsi Sumatera Barat Tahun 2008
    (BPPV Regional II, 2008) Santoso, Budi; Yulfitria; Hartini, Rina; Syibli, Muhammad
    Telah dilakukan pengujian terhadap serum darah untuk pemeriksaan antibodi terhadap penyakit Jembrana di BPPV Regional II Bukittinggi selama tahun 2008. Sampel yang diperiksa merupakan serum darah Sapi Bali yang berasal dari Propinsi Sumbar yakni dari Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya. Metode pengujian yang digunakan adalah ELISA. Hasil Pemeriksaan laboratorium menunjukkan di Kabupaten Agam terdapat 8,7% sampel positif titer antibodi Jembrana atau 2 sampel dari 23 sampel. Di Kabupaten Pesisir Selatan 45,6% sampel positif titer antibodi Jembrana atau 47 sampel dari 103 sampel. Dan di Kabupaten Dharmasraya sampel 18,7% positif titer antibodi Jembrana atau 9 sampel dari 48 sampel. Kewaspadaan terhadap Penyakit Jembrana perlu ditingkatkan mengingat dari hasil monitoring, ternyata titer antibodi terhadap Penyakit Jembrana masih rendah pada daerah-daerah dengan sejarah kasus dan vaksinasi.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pola Pemilikan lahan dan produktivitas tenaga kerja pada berbagai daerah dengan kondisi pengairan yang berbeda
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2016-09-14) Santoso, Budi; Hermanto, nFN
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pola Pemilikan lahan dan produktivitas tenaga kerja pada berbagai daerah dengan kondisi pengairan yang berbeda
    (PSEKP, ) Santoso, Budi; Hermanto, nFN
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Rawat Ratoon Tebu Di Lahan Kering
    (Balittas, 2015) Santoso, Budi; ; ; ; ; Balittas
    Produktivitas pertanaman tebu pertama (PC) hingga pertanaman ratoon kedua (RC-2) di lahan kering secara umum tidak mengalami perubahan yakni sekitar 80 90 ton per hektar. Pada pertanaman ratoon ketiga (RC-3) dan seterusnya produktivitas tanaman yang diperoleh mengalami penurunan sebesar 41,2% menjadi 50 ton per ha. Hal ini terjadi karena tanahnya mulai mengeras, jumlah anakan yang terbentuk sudah banyak tetapi berdiameter kecil, dan banyak tanaman tebu yang mati. Oleh karena itu pemerintah memprogramkan bongkar ratoon dilakukan pada pertanaman RC-3. Penerapan program bongkar ratoon tersebut menyebabkan pembongkaran areal tanaman tebu seluas 33% dari total areal pengembangan tebu di Indonesia per tahunnya dan penyediaan benihnya untuk penanaman kembali. Penyediaan benih yang dibutuhkan tersebut terlalu banyak dan sulit untuk dipenuhi. Oleh karena itu penerapan program bongkar ratoon perlu diperpanjang dari pertanaman RC-3 menjadi pertanaman RC-5 dengan syarat produktivitas yang dihasilkan setara dengan yang diperoleh pertanaman PC. Perpanjangan penerapan program bongkar ratoon tersebut dimaksudkan untuk mengurangi penyediaan benih 50% dari kebutuhan semula sehingga kebutuhan benih tebu per tahunnya semakin sedikit.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Skala Usaha dan Efisiensi Usahatani Padi pada Beberapa Lingkungan Produksi Padi Sawah di Kalimantan Selatan
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-09-01) Santoso, Budi
    Upaya pemerintah untuk mempertahankan kelestarian swasembada beras dihadapkan pada tantangan berat akibat keterbatasan dan alih fungsi lahan di Pulau Jawa. Kondisi ini menuntut optimalisasi pemanfaatan lahan sawah marjinal di luar Jawa seperti sawah tadah hujan, pasang surut, dan lebak yang secara potensial sangat luas namun belum dikelola secara intensif untuk mendukung produksi beras nasional. Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah strategis dengan dominasi ekosistem marjinal, mencakup 177.148 hektar sawah pasang surut, 131.000 hektar sawah tadah hujan, dan 58.340 hektar sawah lebak/timur, dibandingkan dengan lahan irigasi yang hanya seluas 33.253 hektar (bahkan sebagian jaringannya terindikasi tidak berfungsi). Kendati demikian, optimalisasi lahan marjinal ini dihadapkan pada kendala fisik dan teknis, seperti rendahnya pemupukan, minimnya penggunaan varietas unggul, tingginya kemasaman/salinitas tanah pasang surut, serta ketidakpastian luapan air di sawah lebak. Berlandaskan dinamika tersebut, tulisan ini bertujuan untuk: 1)Menganalisis fungsi keuntungan usahatani padi sawah di berbagai tipologi lingkungan produksi (irigasi, tadah hujan, pasang surut, dan lebak/timur). 2)Mengevaluasi tingkat skala usaha (returns to scale) dan pencapaian keuntungan maksimum jangka pendek pada masing-masing kondisi ekosistem. 3)Mengkaji efisiensi ekonomi relatif berdasarkan skala atau luas usahatani yang dikuasai petani.
  • No Thumbnail Available
    Item
    VARIANT-3 MESIN EKSTRAKSI PATI SAGU TIPE STIRRER ROTARY BALADE BERTENAGA MOTOR BAKAR BENSIN
    (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2018) Darma; Santoso, Budi; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat
    Walaupun Papua Barat memiliki potensi sagu yang sangat besar, namun sampai saat ini produksi dan pemanfaatannya masih sangat rendah dibandingkan dengan potensinya. Hal ini terutama disebabkan karena sebagian besar proses pengolahan sagu oleh petani masih dilakukan secara tradisional dengan efektivitas dan efisiensi rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan prototype mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade untuk meningkatkan kinerjanya. Pengembangan dilakukan terutama pada komponen saringan. Pada percobaan ini digunakan saringan dengan lubang yang lebih halus yaitu 60 mesh yang diuji pada 3 periode waktu ekstraksi yaitu 10, 20 dan 30 menit. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur variabel kapasitas ekstraksi, rendemen pati, hasil pati dan persentase pati pada ampas. Hasil pengujian kinerja mesin menunjukkan bahwa semakin lama periode waktu ekstraksi, semakin rendah kapasitas ekstraksi, hasil pati dan persentase pati pada ampas sedangkan rendemen pati meningkat. Kinerja tertinggi diperoleh pada periode waktu ekstraksi 10 menit. Kinerja mesin pada kondisi tersebut adalah (a) Kapasitas ekstraksi 222 kg ela/jam, (b) Rendemen pati 45.2%, (c) Hasil pati 100 kg/jam dan (d) Persentase pati pada ampas 5.5%

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback