Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Santoso,"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENGENDALIAN PENYAKIT BLAS DENGAN PENGGUNAAN FUNGISIDA ISOPROTIONALANE 400 EC DAN PUPUK K
    (Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian Lahan Rawa, 2007) Santoso,; Anggiani; Amir M
    Pengembangan lahan rawa masih memerlukan penyempurnaan karena kendala yang dihadapi cukup kompleks, baik fisik maupun biologis. Salah satu kendala biologis adalah penyakit blas yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia grisea. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik pengendalian penyakit blas dengan pendekatan teknik budidaya dan kimiawi. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa KP. Kayu Agung dan lahan petani di Desa Tanjung Alai Sumatera Selatan pada MK 2003. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah dengan 4 ulangan, sebagai petak utama adalah penggunaan fungisida isoprotionalane 400 EC dan pupuk K sebagai anak petak. Varietas yang digunakan adalah varietas Pelita Rampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fungisida isoprotionalane 400 EC dapat menekan intensitas serangan penyakit blas daun dan blas leher. Penekanan intensitas serangan penyakit blas daun di Desa Tanjung Alai dan KP. Kayu Agung mencapai 32.4% dan 31.1%, sedangkan penekanan intensitas serangan penyakit blas leher di KP. Kayu Agung sebesar 37,2%. Penggunaan pupuk K tidak dapat menekan intensitas serangan penyakit blas. Hasil panen tertinggi di desa Tanjung Alai dan KP. Kayu Agung diperoleh pada penggunaan pupuk K 150 kg/ha yaitu 2.1 t/ha dan 3.3 t/ha.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback