Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Saliem, Handewi P."

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Dampak Liberalisasi Perdagangan Terhadap Kinerja Ketahanan Pangan Nasional
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2004-07) Saliem, Handewi P.; Suhartini, Sri Hastuti; Purwoto, Adreng; Hardono, Gatoet Sroe; Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian
    Permasalahan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia saat ini terkait dengan adanya fakta bahwa pertumbuhan permintaan pangan yang lebih cepat daripada pertumbuhan penyediaannya. Permintaan yang meningkat cepat merupakan resultante dari peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli masyarakat dan perubahan selera. Sementara itu, kapasitas produksi pangan nasional pertumbuhannya lambat bahkan stagnan disebabkanoleh adanya kompetisi dalam pemanfaatan sumberdaya lahan dan air, serta stagnannya pertumbuhan produktivitas lahan dan tenaga kerja pertanian.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Diversifikasi Usaha Rumah Tangga dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia
    (Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2006-09) Saliem, Handewi P.; Sumaryanto; Hardono, Gatoet S.; Mayrowani, Henny; Bastuti P., Tri; Marisa, Yuni; Hidayat, Deri; Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
    Di Indonesia, peningkatan ketahanan pangan merupakan salah satu program utama nasional. Kebijakan peningkatan ketahanan pangan yang ditetapkan dalam kerangka pembangunan nasional berimplikasi bahwa pengkajian ketahanan pangan sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan menjadi penting. Ketersediaan pangan di tingkat nasional yang cukup tidak menjamin adanya ketahanan pangan di tingkat wilayah dan rumah tangga. Ketahanan pangan dan masalah kemiskinan di suatu wilayah mempunyai sifat multidimensional yang ditentukan oleh berbagai faktor ekologis, sosial ekonomi dan budaya serta melibatkan berbagai sektor. Mengacu pada karakteristik yang beragam tersebut, maka pemecahan masalah ketahanan pangan dan penanggulangan kemiskinan wilayah harus bersifat holistik. Diversifikasi usaha rumah tangga diduga merupakan salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan untuk memantapkan ketahanan pangan dan penanggulangan kemiskinan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Supply chain and value chain analyses of West Java’s Gedong mango variety for modern markets
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-08-13) Saptana; Ariningsih, Ening; Saliem, Handewi P.; Ashari; Septanti, Kartika S.; De Faveri, Stefano; Johnson, Peter
    Permasalahan utama dalam rantai pasok dan rantai nilai mangga gedong dan gedong gincu terletak pada belum optimalnya keberagaman, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan sesuai dinamika pasar dan preferensi konsumen, khususnya untuk pasar modern. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji rantai pasok produk mangga gedong dan gedong gincu; (2) menganalisis rantai nilai dan margin tata niaga; dan (3) merumuskan strategi manajemen rantai pasok terpadu untuk meningkatkan akses ke pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada November 2021 hingga Desember 2022 dengan teknik snowball sampling, melibatkan petani, pedagang pengumpul, pemasok, pasar modern, dan konsumen. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif (farm share, margin, dan nilai tambah) dan metode kualitatif (peran, pola interaksi, dan koordinasi antarpelaku rantai pasok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam pelaku utama dalam rantai pasok produk mangga gedong dan mangga gedong gincu ke pasar modern. Pasar modern menciptakan total nilai tambah sebesar Rp18.250/kg untuk mangga gedong dan Rp20.000/kg untuk mangga gedong gincu, dengan margin keuntungan terbesar berada di tingkat retail modern. Temuan ini menegaskan bahwa strategi integrasi rantai pasok melalui kemitraan petani dan pasar modern penting untuk meningkatkan efisiensi, nilai tambah, dan daya saing produk. Implikasi kebijakan mencakup penguatan kelembagaan petani dalam manajemen, permodalan, penyusunan kontrak yang adil, dan partisipasi anggota. Pemerintah diharapkan berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam mendorong terjalinnya kemitraan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antarpelaku rantai pasok. The main challenge in the supply and value chains of Gedong and Gedong Gincu mangoes lies in the suboptimal diversity, quantity, quality, and consistency of supply in response to market dynamics and consumer preferences, particularly for modern markets. This study aims to: (1) examine the supply chain of Gedong and Gedong Gincu mangoes; (2) analyze the value chain and marketing margins; and (3) formulate an integrated supply chain management strategy to improve access to modern markets. A case study approach was employed between November 2021 and December 2022, utilizing snowball sampling, which involved farmers, collectors, suppliers, modern retailers, and end consumers. Data analysis was carried out using quantitative methods (farm share, margins, and value added) and qualitative methods (roles, interaction patterns, and coordination among supply chain actors). The research results identified six key actors in the supply chain targeting the modern markets. Modern retailers generated the highest value added, at IDR 18,250/kg for Gedong mangoes and IDR 20,000/kg for Gedong Gincu, with the largest profit margins also captured at the retail level. These findings underscore the importance of integrated supply chain management strategies through farmer−retailer partnerships to improve efficiency, enhance value added, and increase the competitiveness of mango products. Policy implications include strengthening farmer institutions in terms of management, financing, fair contract arrangements, and member participation. The government is expected to play a facilitative and mediating role in fostering mutually beneficial and sustainable business partnerships across the supply chain actors. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n1.2025.93-112
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Wilayah Rawan Pangan dan Gizi Kronis di Papua, Kalimantan Barat dan Jawa Timur
    (Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2007-08) Ariani, Mewa; Saliem, Handewi P.; Hardono, Gatoet Sroe; Purwantini, Tri Bastuti; Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
    Sejak tahun 2005, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), telah menerbitkan Buku Tematik yang merupakan Laporan Hasil Penelitian Terbaik peringkat 1 sampai 3, yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran sebelumnya. Buku Tematik diharapkan dapat dibaca oleh khalayak yang lebih luas, sehingga dari sisi format dan sistematika penulisan telah disesuaikan dengan keragaman pembacanya, agar lebih mudah dipahami. Untuk maksud tersebut, dibentuk Dewan Editor yang terdiri dari beberapa orang pakar yang kompeten dalam bidang keredaksian dan publikasi ilmiah dari Badan Litbang Pertanian maupun Institut Pertanian Bogor. Buku “Wilayah Rawan Pangan dan Gizi Kronis di Papua, Kalimantan Barat dan Jawa Timur” ini merupakan Laporan Hasil Penelitian Terbaik peringkat 2 dengan judul awal “Analisis Wilayah Rawan Pangan dan Rawan Gizi Kronis serta Alternatif Penanggulangannya”. Penelitian dilakukan sebagai respon terhadap Dewan Ketahanan Pangan dan World Food Program yang menerbitkan Peta Kerawanan Pangan Indonesia. Hasil pemetaan menunjukkan sebanyak 100 Kabupaten dari 265 Kabupaten di Indonesia tergolong rawan pangan dan gizi kronis. Hasil pemetaan dapat juga digunakan sebagai petunjuk bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan strategi mitigasi yang tepat untuk menangani kerawanan pangan kronis. Rumusan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lahan, tenaga kerja dan teknologi spesifik lokasi/wilayah untuk meningkatkan produksi pangan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback