Browsing by Author "Saefudin, Yusuf"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemDampak Mekanisasi Pengolahan Tanah Terhadap Distribusi Pendapatan(Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1984-01-01) Saefudin, YusufPengembangan traktor dikhawatirkan mengakibatkan pengaruh negatif terhadap kesempatan kerja dan distribusi pendapatan. Penelitian diadakan di delapan desa Kabupaten Subang dan Indramayu pada musim hujan 1979/80 sampai dengan musim kemarau 1980, karena sebagian besar (34%) traktor di Jawa Barat terdapat di kedua kabupaten ini. Pada usahatani mekanis dan nonmekanis, tenaga kerja banyak terserap pada kegiatan pengolahan tanah, tanam, penyiangan, dan panen. Dibanding usaha nonmekanis, usahatani mekanis lebih menghemat 103-184 jam kerja/ha untuk pengolahan tanah, dan untuk semua kegiatan menghemat tenaga 13-18%. Penggunaan traktor di daerah penelitian hanya mempengaruhi penggunaan tenaga kerja, sedangkan dampaknya terhadap distribusi pendapatan sangat kecil. Pendapatan yang didistribusikan kepada buruh tani tidak banyak bergeser, yaitu 32,5-39,0% dari seluruh pendapatan total pada petani nonmekanis, dan 30,5-41,2% pada petani mekanis.
- ItemKeuntungan Komparatif Pengunaan Traktor dalam Usahatani Padi(Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1984-01-01) Saefudin, Yusuf; Duff, BartDengan masuknya teknologi mekanis dalam pengolahan tanah, perlu ditinjau sejauh mana teknologi tersebut dapat memberi keuntungan. Dampak suatu teknologi tidak cukup hanya diperhitungkan melalui analisa finansial karena harga pasar tidak mencerminkan nilai sosial masukan dan keluaran, serta adanya biaya/keuntungan yang tidak langsung berhubungan dengan biaya dan pendapatan. Melalui penyesuaian harga pasar, analisa ekonomi dapat menghitung keuntungan komparatif bila besarnya sumberdaya domestik yang diperlukan untuk memperoleh satu satuan devisa lebih kecil daripada sumberdaya domestik masyarakat yang bersedia dikorbankan. Petani contoh diambil dari daerah Subang dan Indramayu pada musim hujan 1979/80 dan musim kemarau 1980. Hasil analisa menunjukkan bahwa baik teknologi mekanis maupun nonmekanis mempunyai keuntungan komparatif yang besar dan besarnya hampir sama. Pada musim hujan, biaya sumberdaya mekanis dan nonmekanis sekitar 54-57% lebih rendah daripada yang bersedia dikorbankan, sedang pada musim kemarau sekitar 43%. Dengan demikian, usahatani pada musim hujan lebih menguntungkan dibanding pada musim kemarau.