Browsing by Author "SL, Margaretha"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemKinerja Pemasaran Jagung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan(IAARD Press, 2015-11-10) Syuryawati; SL, MargarethaHasil jagung petani distribusinya mengarah ke pasar. Jagung yang diproduksi petani dapat dipasarkan langsung ke konsumen akhir atau melalui pedagang perantara untuk sampai ke konsumen. Pemasaran jagung secara berkelompok melalui Gapoktan dengan penggabungan beberapa kelompok tani yang berada di wilayahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja Gapoktan dalam pemasaran jagung yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2014 dengan menggunakan metode survei. Pengambilan contoh secara sengaja terhadap Gapoktan Aidil Jaya dan Androng Guru. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Gapoktan antara lain menjadi penjamin kolektif bagi anggotanya, melalui ketua memberi pinjaman kepada petani yang kekurangan modal. Petani menjual hasil panen ke kelompok tani dan menggabungkannya ke Gapoktan yang akhirnya menjual ke pegadang besar. Dalam waktu empat tahun, rata-rata per tahun volume pembelian dan penjualan jagung 613.701 kg, pemasaran terendah pada bulan Desember sebesar 10.188 kg dan tertinggi pada bulan September sebesar 130.086 kg, dan periode September−Desember sebesar 225.147 kg karena permintaan jagung oleh konsumen banyak utamanya pakan ternak sampai pengiriman ke luar Sulawesi Selatan. Marjin penerimaan hasil pemasaran jagung selama empat tahun rata-rata per tahun Rp181.529.125, per bulan tertinggi pada bulan September Rp39.025.875, dan di periode September−Desember Rp67.543.875. Kinerja pemasaran jagung Gapoktan antara volume pembelian dan penjualan jagung terjadi keseimbangan. Hal ini terjadi agar tidak mengalami kerugian dan disesuaikan dengan permodalan yang dimiliki karena dalam penyimpanan berisiko terserang kumbang bubuk dan harga jagung berfluktuasi dalam tempo yang relatif singkat. Untuk memotivasi peran Gapoktan perlu dukungan permodalan melalui pinjaman kredit di BRI dan penetapan harga jagung oleh pemerintah untuk membantu petani.