Browsing by Author "S. Sopiyana"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemIdentifikasi Sifat-Sifat Kualitatif Dan Ukuran Tubuh Pada Itik Tegal, Itik Magelang, Dan Itik Damiaking(Balai Penelitian Ternak, 2006) S. Sopiyana; A.R. Setioko; M.E. YusnandarPenelitian ini dilakukan di tiga kabupaten masing-masing Brebes, Magelang dan Serang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran umum, ukuran-ukuran tubuh, dan sifat kualitatif itik Tegal, Magelang, dan Damiaking betina dewasa. Penelitian ini dilakukan dengan metoda survai melibatkan sebanyak 66 ekor itik Tegal, 50 ekor itik Magelang, dan 50 ekor itik Damiaking diamati di habitat asalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik Tegal memiliki spesifik warna totol coklat (warna kaki). Itik Magelang umumnya berwarna coklat muda dengan cincin putih ditengah leher menyerupai ”kerah putih”. Warna bulu itik Damiaking bervariasi dari coklat kekuningan sampai dengan warna coklat tua, namun demikian mayoritas berwarna coklat muda. Data karakteristik kuantitatif lainnya dari ketiga itik tersebut juga diuraikan dalam naskah ini. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pangkalan data, mendukung standarisasi, dan mengembangkan itik lokal termasuk mendukung program konservasi sumberdaya genetik.
- ItemTingkat Penurunan Suhu pada Kriopreservasi Primordial Germ Cell (PGC) dari Tiga Jenis Ayam Lokal Indonesia(Balai Penelitian Ternak, 2011) Tatan Kostaman; S. Sopiyana; A.R. SetiokoPrimordial germ cell (PGC) adalah sel asli (original cell) dari spermatogonia pada testes atau oogonia di ovary. PGC pada unggas dapat dipanen dan disimpan di dalam nitrogen cair, sehingga dapat digunakan untuk konservasi materi genetik plasma nutfah unggas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan suhu yang optimal terhadap kualitas PGC dari tiga jenis ayam lokal Indonesia pascathawing. Telur fertil yang berasal dari tiga jenis ayam lokal diinkubasi selama kurang lebih 56 jam untuk mendapatkan embrio pada tahap 14-16. Selanjutnya dilakukan pemurnian PGC dengan menggunakan metode Nycodenz Gradient Centrifugation. PGC disimpan dalam straw diekuilibrasi selama 15 menit pada suhu 5oC dan dibekukan dengan tiga tingkat penurunan suhu yang berbeda 0,3; 0,5; dan 1oC per menit dengan alat pembekuan embrio (FHK Fujihara: ET-1). Setelah sampai pada suhu -30oC, PGC langsung dimasukkan ke dalam nitrogen cair. Peubah yang diukur meliputi perolehan kembali dan viabilitas PGC pascathawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata perolehan kembali PGC yang telah dibekukan dengan penurunan suhu 1; 0,5; dan 0,3oC per menit berturut-turut adalah 35,6; 43,9; dan 44,9%. Perolehan kembali PGC yang dibekukan dengan penurunan suhu 1oC per menit lebih rendah dibandingkan dengan penurunan suhu 0,5 dan 0,3oC per menit. Rata-rata viabilitas PGC yang dibekukan dengan penurunan suhu 1; 0,5; dan 0,3oC per menit adalah 62,6; 77,5; dan 77,4%. Tampak bahwa viabilitas PGC juga mengikuti trend perolehan kembali, dimana penurunan 1oC per menit memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan dua penurunan suhu lainnya. Dapat disimpulkan bahwa tingkat penurunan suhu 0,5 atau 0,3oC per menit merupakan tingkat penurunan suhu yang ideal untuk digunakan dalam pembekuan PGC pada ayam lokal.