Browsing by Author "S. Kadir, Triny"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemKetahanan Varietas Padi Lokal Terhadap Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae)(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Roza, Celvia; S. Kadir, Triny; N. Usyati; Ruskandar, AdeAbstrak Ketahanan varietas padi lokal terhadap hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Hawar Daun Bakteri (HDB) disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi. Salah satu pengendalian yang efektif yaitu dengan penggunaan varietas tahan. Perakitan varietas unggul baru yang membawa gen tahan terhadap HDB terus dilakukan melalui persilangan dengan memanfaatkan keragaman sumber genetik padi yang ada. Penelitian dengan tujuan mengidentifikasi tingkat ketahanan varietas padi lokal koleksi plasma nutfah BB Padi terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) telah dilakukan di rumah kasa BB Padi Sukamandi pada MT-1/ MT-2 Tahun 2014. Materi genetik yang digunakan adalah 60 aksesi varietas padi lokal dan biakan murni bakteri Xoo patotipe III, IV,dan VIII. Metode inokulasi dilakukan dengan pengguntingan daun dan skoring ketahanan berdasarkan SES IRRI tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan ada varietas padi lokal (aksesi) yang tahan terhadap satu patotipe HDB (Xoo) saja dan ada yang tahan terhadap dua patotipe HDB (Xoo). Aksesi yang tahan terhadap patotipe III saja yaitu : Beras Hitam Melik (8770), Ketan Lomah Hitam (8791), Ketan Lomak (8792), Ketan Bayong (8804), Waren (8806), Ketan Hideung (8807), Karia (8815), Nemol (8822), dan Cireh Gudang (8823). Aksesi yang memiliki ketahanan terhadap dua patotipe HDB (Xoo) yaitu patotipe III dan VIII adalah Cantik Lembayung (aromatik) (8218), Mansur (8221), Ketan Bayong (046) (8804), dan Nemol (056) (8822), sementara aksesi yang memiliki sifat ketahanan terhadap patotipe III dan IV adalah Ketan Hideung (047) (8807) dan Cireh Gudang (051) (8823). Abstrack Resistance of local rice varieties against bacterial leaf blight (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Bacterial Leaf Blight (BLB) is caused by the bacteria Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is an important disease of rice plants. One of the effective controls is with the use of resistant varieties. The assembly of new improved varieties carrying genes resistant to BLB continues through crossbreeding by utilizing the diversity of existing genetic sources of rice. The research has been done at the green house of ICRR in Sukamandi on wet season and dry season 2014 with the aim to identify the level of resistance of local rice varieties of rice germplasm collection of ICRR on bacterial leaf blight disease (BLB). The genetic material used was 60 accessions of local rice varieties and pure culture of Xoo patotype III, IV, and VIII bacteria. Inoculation method was performed by leaf cutting and resistance scoring based on SES IRRI 2002. The results showed that there are local rice varieties (accessions) that are resistant to one HDB (Xoo) patotype only and some are resistant to two BLB (Xoo) patotypes. Accession resistant to patotype III only: Beras Hitam Melik (8770), Ketan Lomah Hitam (8791), Ketan Lomak (8792), Ketan Bayong (8804), Waren (8806), Ketan Hideung (8807), Karia (8815) , Nemol (8822), and Cireh Gudang (8823). The accessions that have resistance to two patotype BLB (Xoo) patotypes III and VIII are Cantik Lembayung (aromatic) (8218), Mansur (8221), Ketan Bayong (046) (8804), and Nemol (056) (8822), while accession which have resistance properties against the patotypes III and IV are Ketan Hideung (047) (8807) and Cireh Gudang (051) (8823).
- ItemTeknologi Pengendalian Penyakit Blas Melalui Perpaduan Varietas Dan Waktu Aplikasi Fungisida(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Roza, Celvia; S. Kadir, Triny; Widyantoro; Ruskandar, Ade; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Teknologi Pengendalian Penyakit Blas melalui Perpaduan Varietas dan Waktu Aplikasi Fungisida telah dilakukan di Indramayu pada MH Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pengendalian blas dengan perpaduan varietas tahan dan teknik aplikasi fungisida. Percobaan disusun dalam rancangan petak terpisah (split plot) dengan 3 ulangan. Perlakuan varietas (Inpago 8, Situ bagendit, Cirata, dan Selegreng) sebagai petak utama dan cara/waktu aplikasi sebagai anak petak (dua kali aplikasi saat tanaman berumur 30 dan 45 hari setelah tanam; dua kali aplikasi saat tanaman berumur 45 dan 60 hari setelah tanam; dua kali aplikasi saat tanaman berumur 60 dan 70-80 hari setelah tanam; tiga kali aplikasi saat tanaman berumur 30, 45, dan 60 hari setelah tanam; kontrol/ cek). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara varietas yang digunakan dengan waktu aplikasi fungisida dalam menekan serangan penyakit blas daun. Pada fase vegetatif, persentase serangan penyakit blas daun tidak dipengaruhi oleh varietas yang digunakan, sedangkan waktu aplikasi fungisida memberikan pengaruh terhadap persentase serangan penyakit blas daun. Pada fase generatif, persentase serangan penyakit blas daun dipengaruhi oleh varietas yang digunakan, begitu juga dengan waktu aplikasi fungisidanya. Serangan blas leher dipengaruhi oleh varietas yang digunakan, persentase serangan blas leher tertinggi terlihat pada varietas Cirata (varietas rentan) yaitu sebesar 5,13% dan terendah terlihat pada varietas Inpago 8 (varietas tahan) yaitu sebesar 1,01%, tetapi tidak dipengaruhi oleh waktu aplikasi fungisidanya. Persentase serangan blas leher tertinggi terlihat pada perlakuan kontrol (tanpa aplikasi) yaitu sebesar 3,81% dan terendah pada perlakuan dua kali aplikasi fungisida (60 & 70-80 HSTb). Tinggi rendahnya serangan blas leher tergantung infeksi awal pada blas daun.